Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Ify Di Kurung Di Dalam Kamar Mandi


__ADS_3

Masih dalam suasana ketakutan bahkan saat ini Zoya dan Anes saling melempar pandang saat Zhio dapat melihat Ify dengan yang sukses terpejam bahkan bajunya terlihat basah.


Yah Zhio paham Zhio tau siapa biang keroknya. Tanpa ampun Zhio menarik Ify dengan kasar, ia sengaja memegang luka di tangan Ify dengan cengkraman erat.


"Sudah saya duga ini pasti ulah mu kan!entahlah semakin hari saya muak melihat semua apa yang telah kau lakukan!apa kau tidah lelah dengan hukuman ha!kalau begitu mari saya tunjukan hukuman yang baru untuk mu!"


Tidak dapat di gambarkan bagaimana rasanya ketika luka terlihat masih basah di pegang erat begitu saja. Yah sakit dan perih rasanya.


"Argg...sakit tuan.."Ify menangis kesakitan entah air mata efek bombay atau ia menangis karna di tarik paksa oleh Zhio.


Zoya dan Anes saling mengenggam tanpa terasa air mata keluar dari mata mereka.


Zhio membawa Ify ke kamar tamu lalu manarik Ify kembali menuju kamar mandi hingga tanpa ampun ia mendorong Ify ke dalam bathup.


Bugg..

__ADS_1


Bagian belakang kepala Ify terbentur dengan keras sakit dan perih bertambah lagi kemudian Zhio menarik rambut Ify ke belakang sehingga kepalanya mendongak ke atas.


"Apa ingin mengadu hm? Kira-kira siapa yang akan mendengar tangisan mu itu ha! Berani sekali kau memecahkan minuman mahal ku begitu saja!"


"Ampun tuan! Saya sungguh tidak bisa melihat hiks hiks hiks,"


"Ooh apa kau bilang tidak melihat? Kenapa dengan mata mu hm, apakah efek dari mengupas bombay sungguh membuat mu tidak melihat sampai-sampai kau mengusik hal yang paling penting bagi saya. Lihat kau bahkan belum selesai dengan tugas yang saya berikan!"


"Maaf tuan, bagi saya mengupas bombay adalah hukuman terberat sehingga saya tidak mampu!"Bahkan saat ini Ify berusaha melepaskan tangan Zhio yang menarik rambutnya ke belakang namun Zhio malah mempererat tanganya.


"Apa kau ingin mata mu terbuka? oke baik."


"Arrg...ampun tuan...sakit tuan...argg...hiks hiks..hiks ampun..."


Ify menangis kejer kesakitan saat tangannya yang terluka terkena air panas.

__ADS_1


"Good Ify! Teriak terus saya sangat suka teriakan mu, ayo terus lah berteriak hingga tante maya mu itu datang kemari serta menolong mu,"


Ify memiliki kulit yang terlampau sangat putih bahkan kulitnya sangat sensitif jika terkena panas saja maka akan memerah.


"Hiks hiks hiks kenapa kau jahat sekali pada ku apa salah ku pada mu tuan!" Pekik Ify dengan mata yang saat ini sedikit terbuka.


Sejenak Zhio mematikan shower itu kemudian tangan kokohnya beralih menyentuh sisi wajah Ify kembali sehingga membuat Ify dapat melihat jelas mata jahat Zhio.


"Kenapa waktu itu kau meminta Eliza ku untuk mengajari mu mengendarai mobil hmm, sampai sampai orang yang sangat saya cintai sampai merenggut nyawa!"


"Sungguh Tuan saya tidak pernah meminta Eliza untuk membantu saya mengendarai mobil waktu itu El sendiri lah yang mamaksa saya."Ify tidak pernah berbohong ia berkata jujur semoga Zhio akan percaya kemudian akan memaafkannya.


Dengan hentakan kasar Zhio menghempaskan tubuh Ify hingga terhuyung ke samping.


"Lihat kau berani sekali memfitnah Eliza ku sahabat macam apa kau ini ha!"

__ADS_1


"Lihat sebagai hukumanya maka akan saya kurung kamu di dalam kamar mandi ini tidak ada makan dan tidak akan ada baju untuk menghangatkan tubuh mu! Nikmati saja masa-masa sulit mu di sini!"



__ADS_2