
"Lasmi....Lasmi....!!!''
Aliya berteriak kencang dari dalam kamarnya memanggil nama Lasmi,Lasmi pun buru-buru berlari dari arah dapur menuju kamar majikannya.
"Ada apa Non? kok non Aliya teriak-teriak?"
"Kenapa kamu malah bertanya balik ha! apa kau tidak lihat apa saja jenis kesalahan mu!"
Lasmi garuk kepala sementara di tangannya masih terpegang alat untuk penggorengan.
"Loh emangnya apa kesalahan saya non,perasaan semua pekerjaan sudah saya kerjakan''
''Tidak ada kesalahan kamu bilang! lihat ini! lihat!"Aliya melempar baju kerja kesayangannya tepat di depan wajah Lasmi."Itu kemeja kesayangan ku kenapa belum juga di cuci ha!''
"Loh non tapi ini kan masih kelihatan bersih belum terlalu kotor,"
"Haiss dasar pembantu tolol! walau pun ini terlihat masih bersih tapi kemeja ini sudah di penuhi kuman, saya tidak ingin sakit karena memakai pakaian yang tidak di cuci.baru beberapa hari di tinggal kerja mu sungguh tidak becus,banyak lalay,tidak berguna!"
__ADS_1
Lasmi berwajah masam saat majikannya terus-terusan berceloteh mengocehinnya, sungguh ini sangat membosan kan bagi Lasmi.
wajah Lasmi yang terlihat cemberut mengundang Aliya kembali mengocehinnya.
"Kau itu harusnya sadar diri Lasmi, kau itu hanya seorang pelayan di rumah ku ini,jika saya mengusir mu dari sini maka kemungkinan besar kau akan menjadi gembel,jadi stop bersikap seperti majikan di saat saya tidak ada apa kau mengerti!"Hardik Aliya seraya mencengkram kan jemarinya di kedua sisi wajah Lasmi.
"Maafkan saya Non, saya berjanji akan bekerja lebih giat lagi,''
''Ccih saya bosan mendengar kalimat maaf mu terus, sudahlah menyingkirkan dari kamar ku sekarang juga!''Aliya menghempaskan wajah Lasmi begitu saja sebelum pada akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi.
'Sombong, lihat saja apa yang kau perbuat pada ku akan ku balas di kemudian hari nanti setelah aku sudah jadi orang kaya raya dan akan aku buat kau bertekuk lutut pada ku Nona Aliya' gumam Lasmi tak tertahan.
"Apa mas kesusahan untuk mencari dasi,hmm bagaimana jika aku membantu mas, warna navy yang ini nampaknya terlihat cocok dengan setelah baju kerja mu mas''
''Oh ok, baiklah biar aku saja yang memakainya'' Zhio berniat mengambil dasi yang ada di tangan Ify, tapi Ify menahanya.
''Biar aku saja yang bantuin Mas pasang dasinya,''
__ADS_1
Zhio tidak bisa berkutik di saat Ify ada di hadapannya dan mulai mengalungkan dasi di lehernya. bahkan Zhio terlihat canggung dan hanya diam memandangi wanita yang di hadapannya.
''sudah selesai Mas," simpel jelas dan padat,itu lah kata-kata yang keluar dari mulut Ify. Ify memandangi Zhio begitu pun Zhio yang lebih dalam memandangi Ify.
Bunyi debaran di jantung bergejolak dengan cepat,bahkan rasa ini tidak pernah Zhio rasakan sebelumnya terutama Eliza. Ada rasa yang lain di diri Ify saat Zhio tak pernah berpaling memandangi Ify, Ify memang wanita yang cantik seharusnya dari dulu ia menyadari itu tapi semua itu tertutup karena kebencian.
"Mas, sarapan paginya telah siap kalau begitu aku akan tunggu mas di ruang makan''
Nihil,lagi-lagi dengan perasaan yang sama Zhio hanya diam tak berkutik sehingga kini Ify menyenggolnya dengan tangannya.
"Mas,!"
''Ah i iya oke maaf''Zhio gelagapan dan meminta maaf.
"Mas kok diam, apa ada yang salah dengan wajah ku?''Ify perpaling memegangi wajahnya.
''Tidak, kau cantik hari ini"Zhio keceplosan tak sengaja memuji Ify.
__ADS_1
"Mas bilang apa tadi?"Ify ragu-ragu bertanya berharap ia tidak salah dengar.
''Tidak jadi, kalau begitu aku sudah selesai mari kita keruang makan''