Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Rio Sangat Berbakat


__ADS_3

Mungkin seperti ini lah nasip orang miskin di mata orang kaya, tidak berharga sama sekali


Bukan hanya karna ia miskin harta bukan bearti ia miskin hati. Ify saat ini telah siap pakaian tradisional nya sehari-hari saat sedang berada di rumah Zhio.



Ify mengepel seluruh ruangan di bagian lantai bawah dengan tenang dan tanpa gangguan kemudian datang lah nyonya besar yang sepertinya dari luar menginjak lantai yang terlihat basah dengan sepatunya yang nampak kotor. Ify membulatkan matanya ketika melihat seluruh lantai yang baru saja ia pel bernoda lumpur semua.


"Nyonya.."


"kenapa kau tak suka! Ada masalah. Harusnya kau itu tau diri ini rumah saya jadi terserah dong saya mau berbuat seperti apa!"


"Sabar Ify sabar, tarik nafas okay jangan sampai kau marah rilexz" Gumam Ify pada dirinya sendiri.


"Maaf kan saya nyonya,"


"Hooh pelayan tidak berguna!"Gertak nyonya besar setelah itu pun ia telah naik sepununya ke lantai 2.

__ADS_1


Hari ini di perusahaan Zhio sedang kedatangan tamu penting yaitu pak Morgan selaku CEO pemilik perusahaan GroupGold.


Martin selaku asisten Zhio menyuruh pak Morgan bersama asistenya masuk ke dalam ruangan pribadi Zhio.


Di sana Pak morgan di sambut baik oleh Zhio sebab pak Morgan berpikir jika Zhio adalah yang baik dan dermawan.


"Menurut usia saya yang tak lagi muda maka dengan itu jabatan saya ceo besar akan saya turunkan pada putra sulung saya satu-satunya."Jelas pria tua berkaca mata itu.


Zhio tersenyum hangat."Jadi maksud pak Morgan perusahaan kita jadi bekerja sama jika putra pak Morgan mau menyetujui pro kontrak kerja ini"


"Betul sekali pak Zhio, saya sangat berharap dan sangat yakin kemampuan serta bakat terpendam dari putra saya mampu memperkembangkan perusahaan menjadi meledak luar biasa."


"Putra saya Mario itu sangat keras kepala sekali pak Zhio, tapi walau seperti itu saya akan berusaha menyakinkan putra saya untuk menggantikan saya."


Sampai saat ini Zhio masih sangat penasaran seperti apa Putra pak Morgan ini, tidak mungkin kelebihan bakatnya bisa melebihi dirinya.


"Baiklah pak Morgan saya akan secepatnya menunggu keputusan dari bapak, kalau begitu mari pak di minum minumanya."

__ADS_1


"Terimakasih pak Zhio."


Di lapangan yang luas gemerlap lampu lampu malam menghiasi sebagian jalanan terlihat di bawah sana begitu ramai orang-orang yang turut menyaksikan ajang balap motor.


Di sana juga ada Rio yang hadir di antara dua motor lainya. Rio melihat dua lawanya dari balik helm yang ia pakai. Memberi kode tanpa artian.


Dan di depan mereka seorang wanita memegang kain merah pertanda bahwa lomba akan di mulai sekarang.


Perlahan wanita itu mengangkat tangannya bersama kain merah itu.


"1 2 3 go!"Teriak sih wanita sembari melepas kain merah di tanganya.


Brummm......


Semua orang berteriak menyoraki memberi dukungan untuk ketiga para pemain tapi yang lebih ramai banyak yang mendukung Rio.


"Rio!Rio!Rio!..."

__ADS_1


Entah keberuntungan atau apa Rio selalu unggul saat ini ia hampir sampai di garis finish sedangkan dua pemain lainnya masih tertinggal jauh.


30 menit lamanya perlombaan balap ujung-ujungnya hanya Rio unggul menjuarai peringkat pertama sampai saat ini belum ada orang yang mampu mengalahi bakatnya.


__ADS_2