Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Sudah Tau Identitas Asli Rio


__ADS_3

Sebuah mobil terparkir tepat di perusahaan GroupGold, seorang pria muda dengan setelan jas bewarna navy keluar dari kursi pengemudi lalu berjalan kebelakang membuka pintu penumpang lalu keluaran pria yang lebih tua dari pria yang pertama.


Ternyata mobil yang tak kalah mewah juga terlihat memarkir di belakang mobil pertama lalu keluarlah sosok pria tampan dengan setelan jas hitam yang melekat sempurna di tubuh tingginya. Dia adalah Mario , dan dua orang yang masih menunggu di depan adalah pak Morgan adan asistennya Robby.



Langkah tegas seorang Mario menyita perhatian seluruh penghuni kantor dari kalangan wanita yang begitu terkagum akan pesona yang Mario miliki, padahal langkah Mario juga di iringin oleh Robby yang saat sedang mendorong pak Morgan dengan kursi roda.


"Lihat Mario, semua wanita di kantor ini nampaknya begitu tergila-gila ketika melihat mu datang," Ucap Pak Morgan yang saat ini masih dalam perjalanan menuju ruang pribadinya.


Dengan senyum yang mengembang, Mario mengambil alih asisten Robby untuk menggantikannya mendorong kursi roda papanya.


"Papa bisa saja aku tau papa bicara seperti ini hanya untuk menyogok ku kan?"ujar Mario sambil berjalan mendorong kursi roda.


"Bukankah ini hari pertama mu berada di perusahaan, belum apa-apa saja kau sudah banyak di kagumin apa lagi kinerja mu papa sangat yakin kamu bisa luar biasa dari pada papa."


"Baiklah pa, kita sudah berada di depan lift. Mari kita masuk."


Ketika pemandangan indah itu telah lenyap dari lobi perusahaan semua para pekerja wanita di lobi bawah mengerubung jadi satu.


"Wah jadi itu yang namanya pak Mario anak dari pemilik perusahaan ini."


"Kalau gini ceritanya ma, aku bakalan betah kerja terus setiap hari asal ada pak Mario"

__ADS_1


"Ya ampun tapi kira-kira pak Mario udah punya pacar belum yah, kalau belum aku mau dong jadi pacarnya."


Yah begitulah sekiranya rasa kekaguman kecil yang berasal dari beberapa mulut wanita yang bekerja di sana.


Di suatu sisi Zhio juga siap dengan setelan kerjanya kali ini tampilan lebih tampan dari sebelumnya.Kini ia dan juga Martin tenga berada di depan perusahaan milik pak Morgan. Langkah tegas Zhio tak kalah menarik dari Mario sebelumnya aura Zhio yang tampan bak aktor korea dapat terlihat ketika ia dengan santainya membuka kaca mata hitam di hadapan semua wanita yang bekerja di sana.



Bagai pelastik yang di bakar dengan api, jiwa dan pikiran mereka meleleh ketika melihat ketampan Zhio, yang mereka tau Zhio adalah CEO di perusahaan angkasaGroup yang akan bekerja sama dengan perusahaan ini.


Stap pria yang bekerja di sana menyambut kedatangan Zhio dan Martin, stap pria tersebut meminta mereka berdua untuk segera mengikuti dirinya dan nantinya mereka akan di antarkan ke ruangan pak Morgan.


Mario atau lebih di kenal dengan sebutan Rio kini tenga santai menidurkan diri di atas sofa di ruangan pak Morgan. Namun saat ini juga pak Morgan menegurnya.


Mario terhentak di saat pak Morgan membangunkan tidurnya padahal tadi ia sedang memimpikan Ify.


"Ah, papa ganggu saja."


"Ingat kalau di kantor nama mu Mario, kalau di rumah atau pun di luar nama mu Rio. Mario dan Rio adalah dua orang yang memiliki kepribadian yang berbeda. Apa kau mengerti!"


"Baik pa Rio paham. terus gimana. Apakah tamu penting papa sudah datang, kenapa mereka lama sekali,"umpat Rio dengan rasa kesalnya.


Baru saja di bicara kan Asisten Robby mengetuk pintu ruangan pribadi pak Morgan.

__ADS_1


"Tuan,pak Mario dan juga asistennya sudah berada di sini."


"Baiklah tunggu apa lagi suruh mereka masuk!"intrupsi pak Morgan.


"Baiklah tuan!"


Rio kali ini menguba posisi kakinya ia letakan di atas meja. Namun lagi-lagi pak Morgan menegurnya.


"Mario turunkan kaki mu itu tidak sopan!"


Segera Rio menurunkan kakinya. Ternyata menjadi CEO tidak segampang yang saat ini Rio pikirkan.


Bertepatan dengan itu Pintu terbuka lagi menampilkan Robby, dan di belakang Robby sudah berdiri Zhio dan juga asistennya.


"Mari Pak Zhio, silakan masuk."Kata Robby.


Zhio pun masuk keruangan itu melihat pak Morgan yang sedang berdiri menyambut dirinya sedangkan Rio hanya memposisikan dirinya memunggungi Zhio. Pak Morgan memberi kode jentikan jarinya pada telinga Rio sehingga membuat Rio yang mengerti kemudian ikut berdiri dan membalikan badan mengahadap tamu papanya.


Rio sontak membulatkan kedua matanya dan tidak menyangkah jika orang penting yang di bicarakan itu adalah Zhio.


Begitu pun Zhio, Zhio tak kalah syok ketika mengetahui jika orang yang ia kira pria jalanan yang tidak jelas ternyata merupakan anak pemilik perusahaan ini.


Lalu bagaimana apakah Zhio atau pun Mario Mau saling bekerja sama atau malah sebaliknya?

__ADS_1


__ADS_2