Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Ulang Tahun Mama Dewi


__ADS_3

Nada dering di HP Ify terus saja berbunyi sementara Ify tenga mandi di dalam kamar mandi. dan karena penasaran siapa yang menelpon Ify di pagi hari seperti ini pada akhirnya Zhio segera mengangkat telepon itu saat ia tau telepon itu dari Mario.


[Hallo kakak ipar]


[Kenapa harus kamu yang menjawab, katakan di mana Nayna]


[Istri ku sedang mandi kakak ipar. Ada apa, apa ada sesuatu yang ingin di tanyakan]


[Tidak aku hanya ingin berbicara dengan adik ku saja]


[Loh kak, aku juga adik mu, adik ipar mu, lalu apa salah nya bicara dengan ku dulu]


[Jika berbicara dengan mu itu akan berbeda cerita. sudahlah cepat berikan HP nya pada Nay]


"Siapa yang menelpon mas?" Tanya Ify yang baru saja selesai mandi.


[itu suara Nayna, cepat berikan hpnya!]


[Oke akan aku berikan, sayang ini kakak kamu yang telepon katanya dia ingin bicara penting]


[Hallo kak]


[Nay kamu malam ini menginap di rumah saja yah soalnya tepat jam 12 malam nanti mama akan ulang tahun, dan kakak ingin kamu hadir untuk merayakan mama]

__ADS_1


[Apa! mama ulang tahun kak. tentu aku akan datang kak, atau bila perlu aku belikan kue ulang tahun untuk mama]


[Tidak perlu Nay, karena urusan kue ulang tahun calon kakak ipar mu sudah membuatnya]


[Wow, jadi Bella yang membuat kan kue ultah untuk mama]


[Iya soalnya mama paling suka kue buatan Bella, yaudah kamu jangan banyak bertanya datanglah sekarang untuk mempersiapkan segalanya]


[Oke kak sehabis ini aku dan mas Zhio akan datang ke sana juga sekarang]


Sambungan telepon pun berakhir bahkan kini Ify terlihat mengembangkan senyumannya.


"Jadi mama kamu ulang tahun?"


"Aku tau ini membuat mu begitu bahagia terlebih ini tahun pertama mu merayakan ulang tahun seorang ibu"


"Hmmm mas rasanya Aku bahagia sekali, sekali gus merasa haru" Ucap Ify sembari memeluk tubuh Zhio."Yaudah mas kita berangkat sekarang ke rumah mama yah, sekali gus nanti ajak mama juga jadi kita bisa sekalian menginap di sana"


"Iyaa asalkan itu membuat mu bahagia Aku pasti akan turutkan"


----------------


"Sudah menelpon Ify?" Tanya Bella saat melihat Mario yang datang mendekatinya.

__ADS_1


"Sudah, dan dia akan datang siang ini juga."


"Hmm oke, bagus kalau begitu"ujar Bella sembari mengambil kue ultah yang ada panggangan, tapi karena tidak hati-hati jari tangan Bella tak sengaja menyentuh panggangan kue yang masih panas. " Aww!!"


"Hey, Hati-hati! kamu ini ceroboh sekali sih!"


"Tidak apa-apa ini hanya luka kecil..


"lagi-lagu luka kecil, saat kemarin kau bilang luka kecil, dan sekarang kau bilang ini luka kecil juga"


"Iya emang luka kecil.." Bella berusaha menarik tangannya yang di pegang Mario akan tetapi Mario masih menahan tangan Bella.


"Diam! biar aku obat kan tangan mu!"


Bella secara tak sadar memperhatikan Mario yang dengan telaten memberikan sebuah salep kepada nya. tanpa sadar juga ia tersenyum saat mulut kecil Mario meniup pelan tangannya yang sakit.


"Kemarin kepala mu, hari ini tangan mu, besok aku yakin yang terluka adalah bibir mu bahkan aku tidak yakin jika bibir mu yang terluka kau meminta aku untuk meniupnya."


Omongan Mario ini sukses membuat Bella mengatupkan rapat rapat mulutnya sendiri.


"Ck, dari meniup bibir mu lebih baik jika aku menciumnya..."


"Kuenya, aku yakin sudah matang. kalau begitu aku ke dapur dulu yah"Bella terpaksa menarik tangan nya dan segera pergi ke dapur Mario untuk melihat kuenya.

__ADS_1


"Haha aku yakin wajah wanita itu sangat lah merah seperti tomat"


__ADS_2