
Zhio hanya diam duduk termenung di atas kursi makan akan tetapi matanya tidak pernah berhenti melirik Ify yang sibuk meletakan hasil masakan kesukaan yang Ify buat.
"Semuanya telah aku siapkan, kalau begitu aku bantu ambilkan nasi nya yah mas,"Ucap Ify sembari mengambilkan nasi dengan centong ke piring Zhio.
"Aku merasa legah jika kau tidak lagi marah kepada ku,"
"Kita lupakan hal itu yah mas, hanya karena apa yang telah kamu perbuat itu memang seharusnya bukan"
Zhio menghirup nafas panjang sembari menumpukan kedua tangan di dagu, ia pun tersenyum menunjukan sudut bibirnya.
"Lalu jika aku ingin meminta hak ku lagi, apa kau tidak keberatan,"
"Uhuk..uhukk..uhuuk..."Ify seketika terbatuk saat mendengar apa yang Zhio ucapkan tentang meminta haknya lagi sampai-sampai sebagian sisi wajahnya memerah.
"Ck, aku hanya becanda dan jangan terlalu di ambil hati"
"Yah Mas, aku mengerti eh sayurnya mau berapa banyak Mas?"
"Sedikit saja, nanti kalau aku merasa kurang aku bisa tambah sendiri."
Sedetik kemudian Ify memandangi suaminya yang makan begitu lahap sampai-sampai nasi yang tersisa di piring hanya tersisa empat butiran, ia tersenyum lebih dalam saat makanan yang ia buat di terima dan hargai.
__ADS_1
...****************...
Pencarian Lasmi kembali di proses ketika sekian lama tidak membuahkan hasil dan sekarang informasi yang di dapat lebih akurat dan lebih jelas. Dua orang pria suruhan Dewi saat ini tenga memberikan foto tentang keberadaan Lasmi, tentu saja Dewi tidak sendiri ia juga di temanin oleh Rio.
"jl.jendral block AB No 805,nampaknya lokasi ini hanya beberapa menit dari lokasi rumah kita Rio"ucap Dewi pada Rio.
"Yah Ma sepertinya aku pernah melewati lokasi ini tapi entah itu kapan aku tidak ingat dan intinya aku tau tempat ini Ma."
"Yasudah Rio ayo kita kesana mama sudah tidak tahan lagi siapa tau saja adik mu di sekap di rumah itu"Dewi cepat bangkit dari sofa, tapi kali ini Rio menahannya.
"Tidak ma jangan! aku mohon mama jangan bersikap gegabah jika kita mencari Lasmi dengan cara seperti nanti yang ada ia akan melabuhi fakta, Ma Mama kan punya data informasi tentang Lasmi bagaimana kita membodohi dia dia dengam suatu cara,"
"Cara apaa Rio?"Tanya Dewi penasaran.
"Huaaa nenek sihir itu akan pulang besok siang jadi siang ini dan sebelum sang nenek sihir yang cerewet itu pulang aku bebas menjadi nyonya besar di rumah besar ini hahaha, dan habis menikmati minuman ini apa lebih baik aku berenang saja yah"
Suara bel pintu terdengar nyaring di telinga , untuk sesaat Lasmi mengabaikannya karena hanya mengganggu aktivitasnya.
"Siapa sih itu mengganggu saja, tidak tau apa jika aku ini lagi bersantai"
Ting tong ting tong....
__ADS_1
"Ish dasar orang tidak tau diri!"pada ujungnya Lasmi pun bangkit dari sofa lalu meletakan kembali gelas jusnya ke atas meja.
Ceklek...
"Siapa!"
"Permisi Bu saya dari kurir ekpress cuma ingin mengantarkan kiriman paket untuk ibu,mohon Bu terima paketnya"
"Paket? Tapi perasaan saya tidak memesan paket"Tanya bertanya heran sembari memperlihatkan kotak berisi paket tersebut.
"Maaf Bu, yang jelas saya tidak tau siapa yang telah mengirimi ibu paket ini tapi jelas ibu terima saja paketnya dan tidak perlu membayar"
"Jadi ini gratis buat saya"Mata Lasmi berbinar ia rupanya ia sangat suka hadia gratisan.
"Iya Bu betul, ayo Bu mohon di terima dulu"
"Oh tentu dong kalau gratis tentu saya akan terima,yasudah sini paketnya"
Lasmi telah menerima paketnya dan saat ini ia telah kembali duduk di atas sofa, dengan perlahan ia pun membuka paket itu dengan gunting yang tak jauh dari meja.
"Wah ini kan seperangkat skincare yang lagi viral itu, gila baik banget orang yang ngasi skincare ini ke aku mana dapat minyak wanginya lagi"
__ADS_1
Namun tak hanya itu di balik paket tersebut Lasmi menemukan selembar kertas dengan bertulisan.
*Dari saya pengaggum rahasia mu*