Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Mengerjai Sang Pelakor


__ADS_3

"Zhio....!!""


Teriakan yang berasal dari Ify di halaman belakang sana begitu menggema di seluruh ruangan.


Zhio tertawa hebat ketika dirinya sukses membuat Ify tertekan.


"Hahaha rasain tuh emangnya enak aku kerjain!"


Nyonya besar menghampiri Zhio di balkon penghubung halaman belakang.


"Kau sungguh melakukan hal itu?"


"Yah menurut mama siapa lagi kalau bukan aku sendiri yang turun tangan mengerjai wanita tidak tau diri itu."


"Haha mama tidak menyangkah ide mu begitu cemerlang Zhio. mama yakin wanita udik itu bisa kena mental dan tentunya ia akan meminta pengampunan dari mu."


"Bahkan aku ingin sekali melihatnya menangis memohon maaf sembari bersujud di hadapan ku ma."


"Amin semoga doa mu terkabulkan."


Sedangkan Ify yang berada begitu kesusahan saat dirinya memasang selang air itu, bahkan air yang berasal dari saluran tempat penampungan air itu pun menyiprat di mana-mana hal itu membuat baju yang saat ini Ify kenakan jadi basah semua.


"Ih kenapa sih pria menyebalkan itu gak pernah berhenti membuat onar, hooh lama-lamaan aku tidak tahan menghadapi tingkah nya yang semena-mena terhadapku!"


"Rio!"

__ADS_1


Rio balik badan ke sumber suara, ia tau mama memanggilnya saat ia hendak pergi dengan motornya. Dewi tau ini bukan saat yang pas mengatakan hal sepenting ini pada Rio.


"Iya ma, ada apa?"


"Tentang keinginan papa, apa kamu tidak ingin memenuhi segala apa yang dia inginkan!"


"Ma, aku beneran sibuk nanti aja yah bahasnya." Rio beranjak begitu saja saat Dewi masih ingin berbicara padanya.


"Rio, apakah kamu tidak merasa kasihan dengan kondisinya yang kurang sehat sehat sekarang, apa kau tidak merasakan begitu banyak beban yang menumpuk di kepala papa mu!"


Seketika Rio menghentikan langkahnya ketika menyadari kondisi fisik yang kurang baik yang di alami papanya. Apa iya egois menolak tawaran papanya untuk menjadi kan dirinya CEO penurus di perusahaan.


Rio mengehela nafas berat sebelum ia memutuskan untuk pergi Rio telah mengucapkan kalimat yang dapat membuat mamanya paham.


Setelah berusaha mencoba sekuat jiwa dan raga pada akhirnya Ify pun bisa menyambungkan kembali selang air ke penghubung kamarnya.


Ia bernafas legah setelah pekerjaan berhasil, dengan tubuh yang sudah basah kuyup pada akhirnya Ify memutuskan untuk kembali ke dalam rumah.


Sebuah mobil bewarna merah hati memarkir tepat di halaman depan teras utama. Masa bodoh dengan siapa pemilik mobil tersebut yang penting Ify harus segera masuk ke dalam sebelum merasakan kesan masuk angin.


Namun saat ingin masuk ke dalam rumaj lagi-lagi Ify berpapasan dengan Zhio yang dan juga wanita yang waktu itu, Bella.


Ify mengeryitkan dahinya ketika Bella memperat rangkulan tanganya pada lengan Zhio dan terlihat Zhio hanya menarik sudut bibirnya saja saat melihat Ify dengan tampilan basa kuyup begini.


Wanita ini apa dia tidak tau malu, harusnya ia kemarin sudah kena mental jika pria yang bersamanya saat ini telah memiliki istri.

__ADS_1


"Kau..


"Apa! Apa kau ingin bilang jika aku tidak tau malu karena merebut suami mu! hahaha harusnya kau itu tau diri karena Zhio sama sekali tidak menganggap mu sebagai istrinya!" Bella menyeringai jahat lalu ia semakin memperat rangkulannya lagi.


"Kau lihat wanita ini sekarang Bella mana mungkin istri seorang CEO tampilannya kotor dan basah seperti ini! Bukan kah dia memang pantas di sebut sabagai pelayan."


"Hm kau benar Zhio, aku pun merasa kasihan dan prihatin dengan kondisi tubuhnya yang kotor ini."


"Hey kalian kok belum berangkat."tanya nyonya besar yang tiba-tiba datang.


Lalu mata nyonya besar berpaling pada Ify.


"Astaga! Hey apa yang kau lakukan! Lihatlah tubuh mu yang terlihat basah dan kotor kau menginjak lantainya jadi kotor!" Teriak nyonya besar menegur Ify.


"iya tante aku juga tidak tau dari mana asalnya wanita yang basah dan kotor ini hihihi!"


Ify begitu kesal dengan sih pelakor Bella ini, katanya model dan Dokter tapi sifatnya sama sekali tidak melambangkan kebaikan. Ify yang sedari tadi diam bukannya tidak bisa melakukan apa-apa untuk membela diri.


"Hey lihat wajah mu! alis mu juga!"Tegur Ify pada Bella, Ify yang juga terlihat mengoleskan tangannya yang kotor ke wajah Bella."Kau cantik tapi sayang bedak mu terlalu tebal"


Ify segera melarikan diri seusai melakukan hal itu, ia sangat yakin pada saat ini Bella kebakaran jenggot.


"Arrrg.....tante...hiks hiks lihatlah pelayan tante yang kurang ajar itu..."


"Ah dasar pelayan kurang ajar..."Umpat nyonya besar ketika pandangan Ify telah lenyap.

__ADS_1


__ADS_2