Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Pencarian Nyonya Besar


__ADS_3

Zhio terburu-buru keluar dari kamar mandi hingga dirinya berpapasan dengan Ify yang baru saja meletakan segelas kopi hitam untuk Zhio. Dan Kemudian bayangan mimpi tentang Zhio berselingkuh terlintas di dalam pikiran nya.


"Boleh lah aku ikut untuk mencari mama?"


"Tidak usah, kamu lagi hamil jadi biar aku saja."


Ify menghembuskan nafas pelan ia tau Zhio sedang marah padanya karena pristiwa tak terduga pagi tadi.


"Masih marah pada ku yah, maaf mas aku tadi benar-benar tidak menyangkah jika apa yang terjadi semalam itu hanyalah mimpi...


" Iya, kamu bermimpi jika aku bercumbu dengan Aliya. padahal itu tidak,andai kamu tau perjuangan ku semalam demi mencari keberadaan mama yang di culik Maya dan Aliya, jadi tidak mungkin aku menyukai wanita itu!"Sahut Zhio dengan nada yang mengebuh.


"Baiklah aku bersyukur jika kamu tidak menyukai wanita itu jadi semoga saja mimpi itu tidak menjadi kenyataan" Ify pun balik badan hendak keluar dari dalam kamar ini, namun seketika Zhio memeluk dirinya dari belakang.


"Tolong percayalah di hati ku hanya ada kamu, meski seribu kali wajah Aliya mirip dengan Eliza akan tetapi aku lebih mencintai mu, dan aku mohon jangan pernah berprasangka buruk tentang ku yah"


"Baiklah Mas, aku percaya pada mu. Tapi apa aku tidak boleh membantu mu menangkap kedua wanita itu"


Zhio semakin memperat pelukannya.


"Tenang saja, nanti akan ada Mario, Martin, Robby, bahkan polisi yang membantu ku"


"Loh tapi bukan kah mas tidak boleh membawa orang lain?"


"Yah aku tau itu mungkin aku akan datang seorang diri ke sana agar mereka tak curiga jika aku membawa polisi"


"Entah kenapa aku begitu khawatir, jika mas akan di apa-apain oleh anak buah tante Maya"


"Tenang sayang, intinya aku akan bisa jaga diri lagian aku memiliki kemampuan bela diri jadi cukup doakan aku saja yah"


Ify memutar tubuhnya menghadap Zhio, kemudian mengecup bibir pria itu singkat. "Aku dan Bayi kita akan selalu mendoakan mu"

__ADS_1


"Hahaha entah kenapa aku ingin sekali memeluk diri mu dari depan akan tetapi perut mu yang semakin membesar menghalangi"


"kamu bisa peluk aku sepuasnya setelah bayi kita lahir"


...----------------...


"Bawa ini untuk berjaga-jaga"


Mario membulat kan mata dengan apa yang akan di berikan Bella untuknya.


"Apa ini?"


"Ini namanya air cabai karena barusan aku membuat nya sendiri jadi jika saja ada penjahat yang ingin mencelakai mu, maka kamu bisa menyemprotkan air cabai ini pada?mata mereka"


Mario berdecih seraya berkacak pinggang. "Mereka membawa pistol jadi semprotan air cabai mu itu mungkin tidak akan berguna!"


"Jika mereka ingin menembak kamu pokoknya kamu tenang saja, karena aku masih punya ini" Bella berjalan tak jauh di dekatnya ada besi tipis sepanjang perut sampai dada. "Ini adalah besi tipis yang aku ambil di halaman belakang, jadi jika mereka ingin menembak kamu maka peluruh mereka tidak mengenai diri mu"


"Tidak konyol kok, jadi intinya aku ingin kamu memakainya.ayo bawa semprotan air cabai ini dan cepat masukan besi tipis ini kedalam baju mu, kalau kamu tidak mau maka biar aku saja yang melakukannya"


"Ya sudah kalau begitu lakukan!"


"A-apa, t-tidak Kamu pakai saja sendiri tadi aku hanya becanda saja."


"Mario...!!apa kamu sudah siap!" Tanya Zhio yang baru saja datang bersama Ify. segera Ify berdiri di samping Bella.


"Aku sudah siap!" Sahut Mario.


"Apa itu!?" Tanya Zhio saat melihat Mario memegang besi tipis dan juga semprotan cabai.


"Ini idenya Bella!"

__ADS_1


"Wow, Bell kamu begitu perduli yah sampai-sampai kamu membuat kan beberapa alat pelindung untuk kak Mario,"


"Iya, Kebetulan stok semprotan cabai sama stok besi tipisnya masih banyak jadi untuk Zhio dan juga yang lainnya akan terbagian"


"Tempat mama mu di sekap, apa kamu tau Zhi?" Tanya Mario.


"Seperti yang kita lihat dari hp Lasmi semalam jika mereka berada di sebuah rumah kosong belakang pabrik semen yang jauh dari pemukiman penduduk"


"Oke kalau begitu kita ke sana saja sekarang sebelum semuanya terlambat!" Titah Mario.


"Martin Dan Robby?" Tanya Zhio lagi.


"Mereka berdua akan mengikuti kita bersama gerombolan polisi, jadi kamu tenang saja."


"Oke bagus kalau begitu"


"Loh Mario, Zhio apa tidak sarapan dulu?" Tanya Mama Dewi menawarkan.


"Tidak ma, tadi aku sudah sarapan"Sahut Mario.


" Iya Ma, aku juga sudah"Sahut Zhio juga.


"YA sudah Zhi! semoga kamu bisa berhasil membawa mama mu pulang dengan selamat yah dan semoga saja dua penjahat itu bisa cepat tertangkap"


...****************...


"Cepat bawa dua wanita tua ini, dan jangan sampai kalian meninggal kan jejak di dalam gudang ini!"


"beres nyonya kedua Sandra sudah berada di dalam mobil semua" Sahut salah satu anak buah tante Maya.


"Ayo ma, buruan kita pergi dari sini sebelum mereka menemukan kita"

__ADS_1


__ADS_2