Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Roti Sobek Zhio


__ADS_3

Rio melajukan motornya dengan perasaan kesal hanya karena larangan majikan Ify yang menyebalkan itu Rio jadi urung untuk bertemu dengan Ify. Kini tiba lah di sebuah rumah mewah dan mewahnya tak kalah dari rumah majikan Ify, gerbang pun di buka oleh satpam tanpa di klakson.


Rio mengerem mendadak di halaman rumah besar itu sebab tujuannya telah sampai rumah mewah berlantai 3 ini adalah rumahnya jadi ia bebas mau parkir motor di mana pun. Di depan sudah ada Pelayannya Bik Jum,segera Rio turun dari motor dan melepas helm di kepalanya helm pun kini ia lempar kan ke pada bik jum.


"Tangkap Ini bik,"


"e i i ya tang kap ay ayam, eh helm maksudnya."Bik Jum berhasil menangkap helm itu dengan kalimat yang latah.


walau lagi kesal Rio masih menyempatkan diri untuk tertawa ketika melihat tingkah lucu pelayannya itu yang sering latah kalau di kagetkan.


"Aduuh tuan Rio kebiasaan deh suka banget isengin bibik.."Ucap Bik jum sambil mengusap dadanya sementara Rio telah lenyap dari pandangannya.


Rio menaiki tangga menuju kamarnya ia berjalan cepat saat menaiki tangga ia berpapasan dengan mamanya yang hendak turun ke bawah.


Dewi merasa heran dengan putranya ini sebab Rio sangat jarang pulang ke rumah pada siang hari.


"Rio, kau sudah pulang?"


Rio menoleh lalu tersenyum hangat pada mamanya.


"Seperti yang mama lihat sekarang"


"Eh tunggu-tunggu ada apa dengan wajah mu sayang, kamu nampak kesal. Katakan apa yang membuat mu kesal?"


Rio sangat ingin menceritakan apa yang sedang ia alami ke pada mamanya tapi sebelum itu ia menyusuri pandangan matanya pada seluruh isi rumah.


"Papa di mana ma?"

__ADS_1


"Papa sudah dari tadi pagi ke kantor,"


Rio bernafas legah ketika tau jika papanya sudah berangkat ke kantor.


"Kamu belum bilang pada mama apa yang sedang kamu rasakan?"


"Baiklah ma, nanti akan aku ceritakan di ruang keluarga tapi setelah aku mandi yah ma."


"Oke, kalau begitu mama tungguh di bawah yah."


"Iya mah,"


Zhio langsung pulang ke rumah setelah melihat apa yang telah terjadi di depan gerbang rumahnya malalui ipad di kantornya.


Dan siang ini bertepatan dengan Nyonya besar yang akan pergi atau ngumpul bersama ibu-ibu arisan. Nyonya besar sudah tampil cantik dengan dengan balutan blouse mahal di tubuhnya,serta warna warni yang menghiasi wajahnya dan tidak lupa berlian dan mas yang terjejer di leher,tangan,dan juga jari.


"Apa mama mau pergi?"Tanya Zhio yang tiba-tiba sudah berdiri di ambang pintu nyonya besar.


"Zhio. Kau ini ini mengaggetkan Mama saja."


"Emang mama mau kemana?"


"Yah mama mau kumpul lagi sama ibu-ibu arisan,"


"Katakan siapa pria yang berada di depan tadi ma?"


"Entahlah intinya dia pria tidak jelas, hih dari tampilan nya saja sudah kayak preman. Itu lo dia pria yang lagi deket dengan Ify, Tadi pria itu ingin ketemu sama Ify sih pelayan kita tapi mama larang dan usir dia."

__ADS_1


"Yaudah lah Zhio gak usah bahas masalah yang tidak penting. Kalau begitu mama mau buru-buru pergi nih takut telat."


Ify berjalan sambil menunduk kelelahan menuju ruang tempat menyetrika baju, bukankah berjalan seperti ia nampak seperti Zombie yang lemas karena belum makan.


Bugg..


Aw..


Ify meringis kesakitan saatnya keningnya tanpa sengaja menabrak sesuatu yang keras Ify termangu dengan memegang keningnya yang nampak sakit tepat di depanya ada roti sobek dengan tampilan otot yang menarik untuk di lihat. Roti sobek itu bahkan bertelanjang dada.


Sekilas Ify langsung meneguk ludahnya sendiri saat ia tau siapa pemilik roti sobek ini sebenarnya.


"Kalau jalan pakek mata!"Suara berat Zhio begitu terdengar di telinga Ify. Hingga berkali-kali ia menundukan kepala sembari meminta maaf.


"Maaf kan saya tuan."


"Tentang pria yang mencari mu tadi siang apa kau tau?"


"Ah tidak tuan."Ify menjawab sambil menundukan kepalanya sejajar dengan barisan kakinya.


"Tidak sopan sekali kamu! Saya sedang bicara pada mu, harusnya kau lihat saya dan bukan lantai!"


Dengan cepat Ify mendongakan kepalanya ia tau Zhio sangat lebih tinggi darinya.


Tatapan Zhio sangat tajam saat melihat mata wanita pendek di depanya sedangkan tatapan mata Ify pada Zhio terlihat sayu dan penuh rasa takut.


"Ketahuilah dirimu bukan siapa-siapa di rumah ini selain pelayan jadi saya tidak mau dengar jika ada seorang pria asing yang mencoba ingin menemui mu, jika kau dan pria itu ingin bertemu silakan bertemu di luar saja dan jangan di kediaman rumah ini! Kau mengerti!"

__ADS_1


"B-baiklah tuan. saya mengerti."


__ADS_2