
Ambulans gawat darurat akhirnya telah tiba di rumah sakit Permai indah.dan nyonya besar saat ini telah di bawah dengan brankaer rumah sakit menuju ruangan pasien gawat darurat.
"Ma, mama bertahan yah..."
"Maaf Pak, Bu urusan pasien biar kami dan para dokter yang menangani jadi bapak dan Ibu bisa menunggu di luar dulu"perintah suster itu saat tenga berada di dalam ruangan pasien darurat.
"Baiklah pokoknya saya mohon lakukan yang terbaik untuk mama saya"
"Yah, pokoknya kami akan berusaha melakukan hal terbaik untuk pasien!"
Pintu ruangan pun tertutup sehingga Zhio dan Ify terpaksa menunggu di luar.
"Kira-kira siapa yang menumpahkan minyak sebanyak itu, kalau sampai aku tau orangnya aku berjanji tidak akan memaafkanya"
Ify mengikuti langkah Zhio yang akan duduk di kursi depan ruangan. "Sepertinya tangga itu di tumpahkan dengan minyak karena sengaja ingin mencelakai seseorang namun mama yang kena"
"Jadi apa maksud kamu ada orang lain di lantai dua selain kita?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di rumah sakit Permai indah yang di maksud oleh penjaga di rumah nyonya Dewi, dan kini Lasmi Buru-buru ke ruangan resepsionis.
"Ada yang bisa bantu Bu?"
"Saya mencari rumah tuan Morgan"
"Tuan Morgan?" Tanya resepsionis itu tak mengerti.
"Hmm maksud saya, Pak Morgan salah satu pasien yang terkena serangan jantung itu"
"Oh baiklah kalau begitu saya periksa dulu di komputer yah Bu"
"Pasien atas nama pak Morgan ada di lantai satu kamar 508"
"Oh kalau begitu terimakasih mbak, saya kesana dulu"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam ruangan Dokter Ify dan Zhio di jelaskan dengan apa yang di alami oleh pasien, mereka berdua duduk di hadapan dokter yang bernama Alan itu.
"Dengan sangat berat hati saya menyampaikan kabar yang tidak mengenakan dengan Ibu dan Bapak, sepertinya setelah Bu Mala bangun nanti ia akan kehilangan suaranya dan sebagian badannya lumpuh dan tidak bisa di gerakan sama sekali"
"Dok, saya mohon tolong bicara lah dengan sejujur-jujurnya pasalnya seorang dokter pernah berbicara seperti apa yang seperti dokter bicarakan tapi nyatanya mama saya hanya pura-pura"
"Apa maksud bapak saya hanya berpura-pura, saya adalah seorang dokter jadi saya tidak pernah bermain-main atau menipu menyangkut nyawa seseorang dan kalau bapak tidak percaya saya bisa menunjukkan buktinya ronsennya, ini dia pak buktinya ronsennya"
Selembar kertas yang memiliki gambaran sebuah tulang yang terlihat patah dan ada cedera di kepala.
"Seperti nya benar apa kata dokter mas, jika mama benar-benar...
__ADS_1
...****************...
[Hallo nya! nyonya saya telah berada di depan kamar 508 tempat tuan Morgan di rawat,]
[Oke, kalau begitu kamu tunggu di depan saja nanti saya akan keluar]
"Siapa ma?" Tanya Mario saat tau mamanya hendak keluar dari ruangan ini.
"Lasmi ada di depan ruangan ini, kamu tunggu sini dulu yah mama sama Lasmi mau bicara penting"
...----------------...
"Bagaimana las, apa kamu sudah mendapatkan informasi penting tentang anak saya?"
Lasmi mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. "Ini Nya, saya mau nunjukin foto anak nyonya waktu SMP walaupun foto itu agak terlihat buram tapi saya yakin nyonya bisa mengenali wajahnya"
Dewi memandangi wajah Nayna yang ada di foto itu, dari wajah itu begitu terlihat familiar seperti melihat tapi di mana. tak lama Mario pun ikut keluar menyusul Dewi yang berada di depan pintu ruangan.
"Aku kira mama dan Bi Lasmi akan bicara di dalam, itu apa ma. apa itu foto Nayna?"
"Mario foto Nayna ini bukan kah terlihat familiar, mama yakin kamu pasti pernah melihat nya."
Mario mengambil foto yang ada di tangan mama, lalu mengamati foto itu lebih dalam.
Di sisi lain Zhio dan Ify telah selesai dengan urusan mereka bersama Dokter dan sekarang mereka akan kembali ke ruangan tempat nyonya besar di rawat. Zhio berjalan lesuh sembari menundukan kepalanya.
"Aku tidak menyangkah apa yang aku ucapkan waktu itu telah di kabulkan Tuhan yang pada akhirnya mama Benar-benar lumpuh dan juga stroke"
"Yah mungkin ini karma untuk mama karena udah jahat sama kamu"
"Husstt jangan bicara lagi ayo kita kembali ke ruangan mama...tapii bukankah ini tempat pak Morgan di rawat hmm mas, bagaimana kalau kita jenguk pak Morgan dulu, aku sangat ingin tau bagaimana keadaannya."
"Yah kamu benar seperti nya ruangannya tidak jauh dari sini, kalau begitu ayo kita kesana"
Lama mereka mengamati foto tersebut sekarang Mario baru ingat jika orang yang berpakaian putih biru ini adalah Ify, di dalam hati Mario menepis apa yang menjadi dugaannya karena akan tidak mungkin, iya tidak yakin jika Ify adalah adik kandungan.
"Bi Lasmi, sebenarnya Bi Lasmi dapat foto ini dari mana? pasti Bi Lasmi nemu di tempat lain kan?"
"Tidak tuan, saya yakin ini adalah foto Nayna kan waktu itu ini saya sendiri yang fotonya"
"Tappi mama merasa jika wajah ini begitu mirip sekali dengan... hmm.. yah dengan Ify!"
"Apa maksud nyonya Zaira Ify Kumala...!!"
'Zaira Ify Kumala, itu adalah nama lengkap Ify tapi tidak mungkin'
"Kamu kenal Ify Las?" mungkin nama Ify sangat banyak di dunia ini, namun anak nyonya waktu itu saya ganti namanya jadi Zaira Ify Kumala, dan saya sering memanggilnya Zaira.
"Tante Dewi, Mario...
__ADS_1
Dewi dan Mario menoleh ke belakang saat nama mereka di panggil oleh Ify. sontak Lasmi membelalakan matanya tak menyangkah jika Zaira berada di sini juga.
"Zaira..
" B-bik Lasmi....mm maaf tante Mario aku sama mas Zhio mau pergi dulu karena ada urusan bentar...
"Tunggu Ify kamu jangan pergi dulu...!!"
Lasmi menghentikan langkah Ify yang hendak ingin kabur. Bahkan Ify tidak perduli dan terus melangkah.
"Kita tidak ada urusan lagi Aku sudah menikah, jadi bibik jangan ganggu aku lagi!" ucap Ify sambil berjalan dengan menggandeng tangan Zhio yang berada di sampingnya.
"Lalu apa kamu tidak ingin tau siapa mama kandung kamu!"
Ify pun berhenti melangkah ia berbalik memandangi Lasmi dan juga tante Dewi yang ada di belakang Lasmi. kemudian Lasmi melanjutkan kalimatnya.
"Nyonya Dewi, yang di maksud Zaira Ify Kumala ini adalah Nayna anak kandung nyonya sendiri, dari foto itu bukan kah wajahnya sangat mirip dengan wajah Nayna. Dan lihat liontin yang Nayna pakai, bukankah ini liontin milik mu nyonya"
"Apa jadi Ify, maksud kamu Ify adalah Nayna apa kamu tidak sedang becanda lasmi?"
"Tidak nyonya saya tidak berbohong! dan kamu Zaira ah maksud saya non Nayna maaf waktu itu saya pernah membuat kamu berpisah dari kedua orang tua mu dan sekarang saya ingin meminta maaf, dan nyonya Dewi ini adalah orang tua kandung mu yang sesungguhnya"
Kedua mata Ify menghangat dengan apa yang barusan bi Lasmi katakan, kemudian bulir-bulir air mata keluar dari matanya.
"Bi tolong jangan berbohong bukan kah waktu itu bibik dan paman perna bilang kalau kedua orang ku telah tiada"
"Itu karena bibik ingin membuat kamu yakin saja kalau kedua orang tua kamu telah tiada dan kami tidak perlu mencari mereka, dan sekarang di depan kamu ini adalah mama kandung mu, mama Dewi apa kamu tidak merasakan kalau wajah mu sangat mirip dengan mama mu ini"
Dewi tak kuasa menahan laju tangisnya antara sedih dan bahagia saat tau Ify adalah anaknya jadi wajar saja Dewi merasakan ikatan batin yang begitu kuat saat sedang bersama Ify.
"Hiks Nayna akhirnya mama menemukan mu juga sayang...mama senang sekali.. maafkan mama yah jika selama ini mama tidak peka, mama bodoh tidak mengetahui jika kamu adalah anak kandung mama hiks hiks"
Ify merasa bahagia saat Tante Dewi yang ternyata adalah mama kandungnya memeluk tubuh nya erat.
"Jadi tante adalah orang tua kandung ku hiks hiks..."
"Bukan tante, tapi mama sayang.. panggil mama..."
Ify membalas pelukan hangat yang Dewi berikan padanya. Saat memeluk Dewi Ify dapat melihat jika Mario perlahan menjauhi diri.
Zhio tidak mengerti jika ia berada di situasi yang tak menduga, ia masih tak menduga jika Ify adalah anak kandung dari tante Dewi, itu berarti Ify adalah adik kandung Mario
"Mario.." Lirih Ify pelan.
Seketika Dewi melepaskan pelukanya dari tubuh Ify, matanya yang masih berkaca juga melihat Mario yang berjalan menjauhi mereka.
"Seperti yang mama sudah duga, Mario pasti akan merasa kecewa berat saat tau jika kamu adalah adik kandungnya"
"Jadi aku harus apa ma...?"
__ADS_1
"Sudah biarkan saja lambat laun kakak mu itu pasti akan mengerti dan di dalam ruangan ini papa kandung mu beliau masih terbaring koma, apa kamu ingin melihat nya sayang?"
Suatu hal yang Ify tak percaya jika pria yang terbaring lemah di hadapan nya ini adalah pak Morgan yang itu artian adalah papa kandungnya juga. dan setelah sadar nanti apa jadinya jika pak Morgan tau jika Ify adalah anak kandungnya yang hilang di culik waktu masih bayi.