Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Pertanyaan Serius


__ADS_3

Ify lebih sering menghelah nafas pelan sangat bingung mau mulai bicara atau tidak sementara Zhio di sampingnya tenga sibuk rebahan sembari mengotak-atik laptopnya.


Sangat menyadari jika di perhatikan diam-diam oleh istrinya, Zhio menoleh.


"Ada yang ingin di bicarakan, dari fostur wajah mu terlihat kau sangat cemas,"


"Hmm Mas,jika aku bekerja apa kau akan mengizinkan atau tidak?"Ify bertanya dengan hati-hati seraya mengantup kedua mulutnya.


"Apa uang bulanan yang aku berikan itu kurang?kenapa harus bekerja selagi aku bisa menafkahi mu yah lebih baik berada di rumah saja,"


Dari awal Ify sudah menebak jika Zhio akan menjawab seperti ini dan dugaannya benar-benar nyata namun kali ini ia tidak akan menyerah.


"Mas, aku mohon tolong izinkan aku bekerja yah aku tidak ingin berada di rumah saja aku ingin cari kesibukan juga, Mas.."Kedua tangan Ify ia jatuhkan pada lengan Zhio memohon agar di izinkan.


Zhio menarik ujung sudut bibirnya lalu kembali bertanya kepada Ify.


"Emangnya kau ingin bekerja di perusahaan mana?"

__ADS_1


"Aku..."Ify diam sejenak, memikirkan pertemuan yang tak sengaja antara ia dan Bella kemarin, apa seharusnya ia bercerita tentang Bella yang telah memberikan info pekerjaan padanya.


"Kenapa malah diam?"Zhio langsung menaru laptopnya di atas meja di sampingnya kemudian ia berbalik menghadap Ify.


''Itu perusahaan besar Mas, dan besok aku di undang interview ke perusahaan itu jadi Mas mengizinkan kan?"


"Apa! jadi kau sudah menulis surat lamaran kerja dan sekarang baru meminta izin!"hentak Zhio yang tak percaya.


"Tuh kan Mas marah kan.."Raut wajah Ify seketika murung.


Zhio sedikit menurunkan rasa marahnya dan sekarang ia mulai berbicara dengan nada pelan nan lembut.


Ify mendengus pelan ia menolak menggeleng cepat atas permintaan suaminya itu."Tidak Mas, akan sangat canggung rasanya jika aku bekerja di perusahaan mu,"


"Kenapa sangat canggung kau tenang saja nanti aku akan memposisikan mu di bagian penting dan aku akan menggaji mu dengan nominal besar,"


"Mas tolonglah mengerti aku tidak akan mungkin mampu bekerja di perusahaan mu akan sangat canggung sekali rasanya ayolah mas izinkan aku untuk bekerja di perusahaan lain saja,"

__ADS_1


"Yah baiklah kali ini aku mengizinkan mu bekerja di perusahaan lain tapi kau harus ingat satu hal saat bekerja di sana jangan pernah melakukan hal macam-macam aku takut nama perusahaan ku akan jelek karena mu,"


"Yah Mas, aku paham aku mengerti makasi yah Mas Zhio,"


Ify reflek memeluk Zhio saat ini juga karena rasa senangnya yang telah mendapatkan izin bekerja, Sedangkan Zhio jantungnya tak karuan di saat mendapat pelukan dadakan dari istrinya.


Pelukan yang hampir berdurasi satu menit itu membuat Ify tersadar apa yang telah ia lakukan sehingga membuat ia langsung melepaskan dirinya dari tubuh Zhio.


"Maaf Mas aku reflek karena telah mendapatkan izin dari mu Mas,"


"Tidak masalah aku juga senang mendapat pelukan dari mu,"Zhio tersenyum hangat di dalam hati ia begitu sangat menyukainya.


Di tenga suasana keharmonisan rumah tangga hp Zhio berbunyi nampak tertera di sana ada nama Aliya.


"Aliya yang menelpon Mas, kenapa tidak di angkat, angkat saja Mas telponnya siapa tau penting"


"Apa kamu tidak keberatan jika aku mengangkat telpon dari Aliya?"pertanyaan aneh tidak biasanya Zhio mempertanyakan ini.pada akhirnya lama kelamaan telpon dari Aliya mati sendiri."Lihatlah Aliya tidak menelpon lagi paling besok ia ingin meminta ku untuk menjemputnya, jadi apa kau tidak cemburu jika aku sering bersama Aliya?"

__ADS_1


Ify memandangi Zhio dengan mimik wajah yang terlihat serius.


"Apa kau mencintai Aliya Mas sama seperti Mas mencintai Eliza soalnya wajah Aliya sangat mirip dengan Eliza?"


__ADS_2