
Zhio sudah sampai terlebih dahulu di rumah terbengkalai tak berpenghuni ini, ia pun tak ragu-ragu melangkah kan kaki masuk ke dalam ruangan yang hampir setiap dinding dan lantai di penuhi sarang laba-laba dan debu.
"Tante Maya...Aliyaa.... Di mana kalian..."
"Tante Maya... Aliyah... di mana kalian menyembunyikan mama ku...!!"
Zhio menyeruhkan suara nya menanggil kedua wanita licik yang telah menculik mamanya, namun nihil tak ada sahutan, hingga tiba saatnya Zhio di sebuah ruangan.
Wangi parfum yang pernah di pakai tante Maya samar-samar tercium, kemudian terlihat putung rokok yang apinya masih menyalah di rokok tersebut. dan Zhio yakin jika mereka semua baru saja meninggal kan tempat ini.
Kemudian masuklah juga Mario, Martin, Robby beserta polisi serta ke dalam rumah ini tanpa basa basi mereka langsung menanyakan kemana pergi nya para penculik itu.
"Sepertinya mereka baru saja keluar dari tempat ini karena putung rokok di sana terlihat masih menyalah" Ucap Zhio.
"Dan itu bearti mereka belum jauh dari sini" Sahut Mario.
"Yasudah tunggu apa lagi, ayo kita cari tau keberadaan mereka sebelum kita kehilangan jejak mereka" Titah Martin.
...----------------...
Kedatangan Lasmi secara tiba-tiba di kediaman rumah Dewi membuat Dewi serta Ify saling berpandangan wajah pasalnya Lasmi menawarkan diri untuk bekerja lagi di rumah besar Dewi.
"Nyonya saya tau kesalahan saya begitu besar di masalalu tapi percaya nyonya, non Ify saya sudah benar-benar berubah tak seperti dulu lagi"
"Lalu apa yang ingin membuat kamu bekerja di sini lagi Las, dan bukan kah kamu sudah mempunyai majikan ?" Tanya Dewi dengan serius.
"Majikan? Aliya dan Mamanya benar-benar keterlaluan nya. Dan asal nyonya tau jika Aliya adalah penyebab kematian suami saya 4 tahun yang lalu,bahkan saya sangat ingin menjebloskan ia ke penjara tapi apa boleh buat saya tidak mempunyai bukti yang kuat"
"Tapi waktu itu kenapa Bi Lasmi menginginkan menjadi pelayanan Aliya, bahkan saat itu Bi Lasmi sudah tau jika Aliya yang bersalah"
"Nah, saat itu bibik tak punya apa-apa. Bibik bersama paman datang ke kota untuk mencari dirimu, namun karena tidak berhati-hati menyebrang suami Bibik ketabrak mobil Aliya yang pada saat itu Aliya tenga mabuk-mabukan.waktu itu pun karena tidak ingin bibik tuntut, Aliya menimang-nimang akan mempekerjakan bibik sebagai pelayannya dengan gaji yang besar, tentu bibik menerima nya Nah karena kalau bukan dari uang darinya bibik tak ada uang lagi"
"Wanita itu benar-benar keterlaluan. Jadi apa kamu sudah tau jika Majikan kamu itu menculik mertua nya Nayna" Tanya Dewi.
"S-soal itu saya tidak tau nyonya. Tapi bukan kah semalam tuan Zhio dan yang lainnya sudah mengetahui keberadaan nyonya Maya"
"Itu dia Bi Lasmi, apakah sebelum nya Aliya dan Tante Maya sempat bilang pada bibik?"
"T-tidak Nay, mereka hanya bilang hanya pergi ke luar kota saja. Dan Nyonya,Nay apakah saya sudah di Terima bekerja di sini lagi. pokoknya saya berjanji tidak akan berbuat jahat lagi, saya janji akan bertobat menjadi lebih baik, saya mohon nyonya tolong Terima saya hiks hiks hiks"Lasmi duduk tersungkur dan menaru kedua tangannya di kaki mama Dewi.
"Eh, Lasmi apa yang kamu lakukan, cepat berdirilah"
__ADS_1
...****************...
"Ma, kenapa kita harus lari seperti ini sih. bukan kah mama ingin meminta Zhio untuk menandatangani berkas ini!"
"Iya Mama tau,mama akan telepon Zhio sekarang untuk datang ke gedung ini atap paling atas,kamu tau apa rencana mama?"
Aliya menggeleng seraya mengelap darah yang mengalir di hidungnya dengan sapu tangan. "Apa rencana mama"
"Kamu lihat kita ini berada di lantai 4 itu artinya sudah paling tertinggi, Dan Zhio akan kita ancam untuk menandatangani berkas ini atau kalau tidak maka mamanya yang kesayangan ini akan kita jatuhkan dari lantai ini"
"Oh oke, aku mengerti maksud mama. dan ingat yah Ma, buat Zhio menceraikan wanita itu lalu kemudian menikah dengan ku"
''Tentu, Al. kalau gitu mama akan telepon dia sekarang "
Sesuai keinginan mereka jika Zhio harus datang ke gedung ini tanpa membawa siapa-siapa termasuk Mario atau yang lainnya, dia datang kesini hanya seorang diri. bahkan setelah ia membuka pintu mobil dua penjaga yang membawa dia pistol datang menghampirinya untuk memastikan jika Zhio tidak membawa siapa-siapa.
"Di mana orang yang kalian sekap itu!" Zhio mengamati dia orang itu dengan mata tajamnya.
"ck.Kalau begitu ikutlah bersama kami"
Zhio membiarkan dirinya di bawa dua orang itu untuk menemui Tante Maya dan juga Aliya, hingga tibalah Zhio di atap paling atas.
"Ets mau kemana kamu...!!" Kedua orang itu menahan tubuh Zhio.
"Hallo, Zhio apakabar. sudah lama yah kita tidak bertemu, dan terakhir kita bertemu waktu di dalam club yah. oofs salah bukan kah kita terakhir bertemu di waktu saya berpura-pura menjadi Dokter untuk mama mu"
"Ma, jangan seperti itu pada Zhio kan kasian dia"
"Wanita sialan! cepat lepaskan mama! atau bila tidak kau dan anak mu itu akan berakhir lagi di penjara!!"
"Al, cepat kamu bangunkan calon mertua mu itu" Titah Maya pada Aliya.
"Baiklah Ma"
Aliya kemudian menepuk-nepuk pelan wajah nyonya besar. "Mama mertua, ayo bangun lah karena anak mu Zhio sedang datang untuk menjemput mu, ah bukan hanya itu Zhio akan membawa ku juga dan juga mama."
Nyonya besar pun terbangun kemudian menjauhkan wajahnya dari tangan Aliya. Ekpresi wajah yang masih terlihat marah masih terpancar di wajahnya.
"Mama..."
'Astaga Zhio, kenapa kamu harus datang Zhio, mama takut, mama hanya takut kamu mengikuti ancaman wanita ini'Guman nyonya besar di dalam hati.
__ADS_1
"Zhio! kamu tau ini apa kan? ini adalah berkas kepemilikan seluruh perusahaan, dan saya ingin kamu menandatangani berkas kepemilikan ini atas nama saya!"
Zhio menepis keras. "Enak saja! tidak saya tidak akan pernah memberi kan perusahaan saya untuk anda!!"
"Oh iya, lalu apakah berkas ini lebih berharga di banding dengan mama mu" Maya berkata sembari memain mainkan pisau tajam di leher nyonya besar. "Lihat lah mama mu akan mati jika kamu menolak nya"
"Hey, lepaskan mama, apa yang kamu lakukan!!"
"Mengacam mu Zhio!! bahkan menggores leher mama mu saja dengan pisau bukanlah seberapa di banding jika saya menjatuhkan mamanya dari atas gedung ini"
Kedua anak buah tante Maya bertindak cepat ia pun membawa nyonya besar berdiri di pinggir gedung.
"Tidak, lepaskan mama. saya mohon, pokoknya saya akan berikan apa pun yang kalian minta asal bukan perusahaan saya!"Zhio mulai takut dan mulai menitikan air mata.
"Yah sudah Zhio. kamu tinggal tanda tangani saja sekarang, tenang kok walau perusahaan ini akan berpihak di tangan mama kamu masih bisa kok menikmati perusahaan mu asalkan kamu mau menikah dengan ku dan menceraikan wanita itu"
Zhio tak kuasa mendengarkan ancaman kedua, memberikan perusahaan untuk nyonya besar saja ia tidak mau apa lagi harus menikah dengan Aliya dan menceraikan Ify.
'Tidak Zhio, mama mohon jangan lakukan itu. mama masih lebih memilih mengorbankan diri di banding kamu harus memberikan apa yang paling berharga di hidupmu'
"Zhio sayang...kamu mempunyai waktu 15 menit untuk melihat mama mu bebas, tapi kamu harus menandatangani berkas ini dulu dan ingat ancaman keduanya adalah menikah dengan ku"
"Tidak saya tidak mau menikah dengan mu! jadi jangan pernah berharap!! egh lepaskan saya...!!"
"Diamm!! kalau tidak ingin tubuh mu babak belur oleh kami"
"Ha!! kalian semua curang bermainnya keroyokan!!"
"Waktu mu tidak banyak lagi Zhio, cepat atau lambat kamu harus segera memilih mana yang terbaik, ayo tanda tangani atau bila tidak mama mu akan saya jatuhkan"
...****************...
"10 menit lagi jika kita berjalan akan segera sampai di gedung yang seperti Zhio bilang." Kata Mario.
"Jadi semoga saja usaha kita berjalan dengan lancar" Sahut Robby.
"Pak, polisi. jadi apakah aman jika mobil kita berada di sini?" Tanya Martin.
Salah satu polisi dari ke 10 polisi menjawab.
"Tentu ini akan aman, nanti saat sudah berada di dekat sana kita harus diam-diam agar tidak ketahuan"
__ADS_1