
Ify mendapatkan sebuah kabar jika jika tante Maya saat ini telah pulang ke rumahnya tapi sebelum tante Maya tau keadaan Ify yang sebenarnya, akan lebih baik jika Ify datang kerumah tante Maya saat ini juga.
Saat menuruni tangga menuju ruangan lantai satu di sana Ify dapat melihat Zhio dan Bella sedang mesra-mesraan di saat duduk berdua di sofa. Melihat hal itu yang hanya perlu Ify lakukan adalah berpura-pura tuli atau pun berpura-pura buta dan dengan pikiran tenang kini Ify sudah 2 langkah berjalan menjauhi mereka.
"Mau kemana kau?"Sahut Zhio yang saat ini masih setia merangkulkan tanganya di leher Bella. Zhio yang curiga jika Ify akan pergi dengan pria tidak jelas itu.
Sontak Ify pun menghentikan langkah kakinya Ia pun berbicara alasan dia akan pergi tanpa harus menghadap ke arah Zhio.
"Aku ingin ke rumah tante Maya."
"Lalu apa tujuan mu datang ke sana, apa kau mau mangadu tentang ku yang tidak-tidak!"
"Aku hanya ingin berkunjung kerumahnya saja karena aku merindukan tante Maya. emang apa untungnya bagi ku jika mengadu yang tidak-tidak."
Seketika Zhio bangkit dari tempat duduk, ia mencekal tangan Ify agar menyuruhnya tidak usah pergi.
"Masuk! Aku tidak akan membiarkan mu pergi begitu saja tanpa seizin ku!"
__ADS_1
Bukan kah di larang seperti ini, itu terlihat tidak pantas di lakukan. Emangnya tidak boleh Jika Ia pulang kerumah orang yang sudah menganggap dirinya sebagai anak.
"Lepaskan! emangnya siapa kamu yang berani melarang apa yang telah menjadi keputusan ku, bukan kah aku tidak pernah mengacaukan urusan bersama wanita lain!" Hardik Ify sembari menyinggung seseorang.
Bahkan Bella yang saat ini hanya diam di sofa ia berjalan menghampiri Zhio, lagi-lagi Bella merangkul lengan Zhio mesrah.
"Zhio udahlah biarin aja wanita ini mau pergi kemana. Kamu gak usah urusin dia! Udahlah Zhio kan di sini masih ada aku, yuk gimana kalau kita hari ini pergi nonton bioskop aja biar kamu gak bosen,"
Bahkan Ify sudah tidak tahan ketika melihat adegan menjijikan di depannya pada akhirnya ia memutusan pergi begitu saja meski Zhio memaksanya agar tidak pergi.
Ify memandangi rumah sederhana 2 lantai milik Tante Maya, namun sesetes air mata juga terlihat membasahi wajah kalau ingat rumah ini ia jadi ingat dengan Eliza.
Dengan senyuman yang mengembang Ify memeluk tante Maya.
"Tante aku kangen banget sama tante,"
"Yaampun fy tante gak nyangka kamu bakalan dateng ke rumah tante. Tante kira kamu gak bakalan dateng."
Seketika Ify melepaskan pelukannya.
"Tante sih sering pergi-pergian kalau tante gak sering pergi-pergian maka Ify gak mungkin baru dateng sekarang."
__ADS_1
Sekarang tante Maya celingak-celinguk di belakang Ify.
"Zhio suami mu kemana?"Selidik tante Maya pada Ify.
Bagai di hujam jarum jahit Ify jadi bingung harus bicara apa sementara ia belum memikirkan sebuah alasan mengapa Zhio tidak ikut.
"Ah itu tante, Zz-hio ll-lagi sibuk di kantornya!"
"Hey kenapa bicara mu terbata Ify,"
"Maaf tante Ify haus pengen minum," Ify berusaha mengalikan pembicaraan supaya tante Maya tidak membahas Zhio lagi.
"Astaga tante nyampe lupa Ify, udah yuk masuk!,"
Tante Maya mengizinkan Ify untuk masuk ke dalam kamar Eliza, Ify dengan senang hati berjalan masuk ke dalam kamar itu menduduki diri di atas ranjang bersprei warna biru.
Di situ Ify juga melihat bingkai foto Eliza dan Ify saat berada di SMA dulu. Ify tersenyum sembari mengusap lembut bagian foto yang bingkainya sedikit berdebu itu.
"Aku gak nyangka El kamu masih simpan foto kita,tapi di sini kamu cantik banget El beda dengan aku yang pendek dan jelek."Gumam Ify sembari menaru kembali foto tersebut ke atas meja seperti semula.
Secarik kertas yang sedikit menyembul terlihat di balik lemari pakaian Eliza tanpa rasa ragu Ify segera mengambil kertas itu. Setelah di ambil, Ify mengamati kertas dengan tulisan. di mana kamu kembaran ku?
__ADS_1