
Hujan yang lebat mengguyur bumi pada pagi menjelang siang kali ini sehingga membuat Ify yang baru saja keluar dari supermarket lebih memilih menepikan diri terlebih dahulu di luar supermarket. supir yang biasa mengantarkan Zhio tenga sakit dua hari ini, bahkan Zhio pun sibuk di kantornya dan tidak memiliki waktu untuk menemani Ify berbelanja kebutuhan pokok.
Ify menilik jam di tangannya yang masih pukul 11 siang, sebentar lagi jam 12 setidaknya ia harus sudah sampai di rumah sebelum jam 12 siang.
Bumi tidak hanya menjatuhkan hujan yang lebat namun ternyata angin kencang juga melanda di area sekitarnya, Ify mengucek-ngucek kedua mata sebab debu masuk ke matanya karena angin kencang ini tanpa memikirkan apapun ia segera membawa belanjaannya lalu masuk kembali kedalam supermarket, dan karena tidak hati-hati Ify terjatuh bersama seseorang yang tak sengaja bersenggolan dengannya saat ingin masuk ke dalam supermarket.
"Aduuh...!!"Ringis seorang wanita yang meratapi lututnya yang keset karena terjatuh.
"Maaf...maaf...maaf yah mbak saya tidak sengaja..."Ucap Ify yang merasa bersalah.
"Tidak apa-apa kok mbak, lagian saya juga yang salah,saya masuk karena terburu-buru.."
Ify mengambil buah apel yang terjatuh tepat di depannya sebab Ify tau ini adalah buah apel milik wanita yang ada di sebelahnya.
"Tidak mbak saya yang salah, ini buah apelnya mbak saya bantu pungut yah...
Seketika Ify membulatkan mata saat melihat wanita yang ada di hadapannya ini, ia tak menyangka setelah sekian lama tidak bertemu pada akhirnya ia kembali di pertemukan kembali.
"Kamu Bella kan wanita pelakor yang waktu itu suka sama Mas Zhio.."
Bella menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan, sudah sekian lama pula ia tidak melihat seorang istri dari suami yang hampir ia rebut dulu. sebenarnya itu hanya terpaksa.
"Husst kecilkan suara mu.."Bella membekap mulut Ify dengan tangannya."Ayo kita bicarakan hal ini di kursi ujung sana saja"Ajak Bella pada Ify.
"Hmmpp lepaskan aku.."Ify merasa tidak sukses saat Bella asal main membekap mulutnya saja, sebenarnya apa mau wanita ini pikirnya.
Nuansa di restoran ini terlihat mahal dan begitu megah seperti sebuah restoran yang pernah di datangi para sultan bahkan artis selebriti terkenal. Ruangannya saja terlihat privasi dan ber-AC sudah di pastikan pria yang ingin bertemu dengan nya kali ini pasti pria yang kaya raya.
Lasmi tidak berhenti tersenyum memandangi bayangan wajahnya yang ia lihat dari kaca bedak, dan selang beberapa menit ia kembali mewarnai bibirnya dengan lipstick warna pink nude.
"Hy kamu Lasmi kan?''
Lasmi terkesiap saat mendengar suara pria dan yang benar saja saat ia menoleh kesamping ia melihat seorang pria berjas biru ketat memperlihatkan otot-ototnya yang besar. wajahnya tampan dan ada sedikit brewok di sekitar wajahnya.
Hampir saja Lasmi mengeluarkan air liur saat melihat ketampanan pria ini.
"Kamu pasti Mas Aryo kan?''
__ADS_1
"Yah Benar,saya Aryo kalau begitu senang berkenalan dengan mu," Pria yang bernama Aryo itu ingin berjabat tangan dengan Lasmi dan tanpa ragu Lasmi segera membalas jabatan tangan itu."Maaf karena membuat mu menunggu lama"
"Ah tidak kok Mas, ayo mas duduk dulu"Lasmi menjadi salah tingkah saat tenga bersama pria ini, bayangan-bayangan akan menjadi orang kaya telah terisi penuh di dalam otaknya.
"Kalau begitu kamu ingin pesan apa,banyak makanan serta minuman yang enak di restoran saya ini.."
"What...!!
Syok dan hampir saja jantungan saat mendengar jika mas Aryo jika restoran ini adalah miliknya.
"Loh kamu kenapa?"Tanya Aryo penasaran.
"Apa ini benar restoran milik mu Mas?"
Pria yang bernama Aryo itu terkekeh pelan namun tak lama ia mengeluarkan kartu namanya menunjukannya pada Lasmi.
"Lihatlah kartu nama saya,"
"Aryo Bratara..
'Yah tuhaan mimpi apa aku kali ini, ternyata benar dugaan ku jika pria tampan ini merupakan orang kaya..'
"Jadi kamu melakukan itu semua demi adik mu yang lagi sakit, tapi kenapa harus berperan sebagai pelakor?"
Bella tak biasa menceritakan hal yang menyangkut keluarganya pada orang lain, namun kali ini ia menceritakan alasannya menjadi pelakor waktu itu pada istri sahnya Zhio.
"Tidak ada yang bisa aku lakukan Tante Mala dan Zhio adalah Sultan mempunyai banyak uang dan dari mereka aku bisa mendapatkan banyak uang demi penyembuhan adikku, maaf waktu itu aku membuat mu kesal sekali Gus emosi.."
Dahulu memang Ify terlihat tidak suka akan peran Bella sebagai pelakor namun setelah mendengar cerita darinya seketika hati Ify terluluhkan.
"Jangan memandang ku seperti rasa kasihan seperti itu, yah aku tau aku orang yang paling menyedihkan hehehe,"Bella tertawa pelan.
Ify mendengus pelan, seraya menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga.
"Kalau saja kau menceritakan alasan mu mengapa menjadi pelakor mungkin aku tidak sekesal yang waktu itu"
"Kalau aku ceritakan aku tidak akan mendapatkan uang, oh iya maaf yah untuk yang waktu itu, yah aku akui aku bersalah dan asal kamu tau aku juga waktu itu merasa kasihan sama kamu suami kamu jahat apa lagi mertua kamu pokoknya mereka jahat kamu kenapa sih masih bertahan sama suami jahat kamu itu bahkan suami kamu itu tidak mencintai mu,"
__ADS_1
"Hubungan ku dulu memang tidak baik tapi sekarang hubungan ku dengan suami ku baik-baik saja yah seperti layaknya suami istri pada umumnya."
"Ha, masak sih tapi waktu itu aku lihat suami kamu jalan sama wanita cantik,ciri-cirinya tinggi kayak model gitu sexy"
'Apa yang di maksud Bella itu Aliya?'Ify bergumam di pikirannya.
"Mungkin itu rekan kerjanya,"Sahut Ify.
"Rekan kerja mana mungkin gandengan tangan, aku saja dulu waktu jalan sama suami mu selalu jaga jarak dan tidak pernah gandengan tangan."
"Sudahlah tapi yang terpenting sekarang kau tidak lagi menjadi pelakor kan?"
"Astaga tidak lagi dong karena sekarang aku sudah bekerja di perusahaan besar dengan gaji yang besar pula."
"Benarkah, apakah di sana mempunyai lowongan pekerjaan?"
"Ha, kamu kenapa ingin bekerja bukan kah sudah jadi istri sekarang"
"Jika sudah jadi istri apa tidak boleh bekerja?"
"Hey, apa suami mu tidak pernah memberikan nafkah?"Tanya Bella yang sangat-sangat penasaran.
"Suami ku memang memberi ku nafkah, tapi aku juga ingin bekerja Bell, aku juga ingin berpenghasilan mendapatkan uang sendiri tanpa meminta uang suami"
"Iya yah kau benar juga, hey tapi kenapa tidak bekerja di perusahaan suami mu saja Fy,"
"Akan sangat canggung rasanya jika satu kentor dengan suami sendiri,"
"Wah iya kau benar juga, atau begini saja besok aku akan menemui atasan ku untuk merekomendasi mu agar bisa bekerja di perusahaan tempat ku berkerja bagaimana apa kau mau?"
"Aku mau..!"Jawab Ify dengan semangat.
"Hehehe semangat sekali, kalau begitu berikan aku nomor hp mu sekarang juga agar aku bisa mengabari mu soal pekerjaan ini,"Bella menyodorkan hpnya pada Ify.
Ify mengambil hp itu lalu menuliskan nomornya di sana.
"Oke, nomor mu akan aku simpan sekarang juga"
__ADS_1