
"Makanan itu di makan, kok ini malah di aduk-aduk terus, nanti mie ayamnya medok jadi tidak enak lagi,"
Bella menegur Ify karena hanya terdiam diri saja saat mereka makan siang bersama di kantin kantor.
"Aku tau Bell pasti pak Mario akan kecewa dengan masakan yang aku buat tadi pagi, dia pasti tidak mau lagi memakan masakan ku karena dia berpikir aku tidak bisa masak," Ucap Ify seraya meng aduk-aduk mie ayamnya menggunakan sendok kembali.
Bahkan Bella sangat tertarik dengan kalimat yang di ucapkan oleh Ify.
"Apa.Jadi kamu masakin pak Mario. kok aku tidak tau, eh tapi kamu masak apa untuk pak Mario?"
Apa yang telah Ify ceritakan pada Bella sungguh-sungguh membuatnya ingin menjitak kepalanya sendiri sedangkan membuatkan masakan untuk Mario hanya ia dan Mario yang tau.
"hmm tidak Bell, aku sepertinya salah bicara,"
"Aduuh kamu tidak usah bohong aku tau apa yang baru saja kamu ucapkan itu adalah hal yang sebenarnya, udahlah tidak usah bohong. apa kamu tidak ingat kita ini sudah menjadi sahabat jadi jangan pernah menutupi masalah mu sendiri,"
"Oke,aku akan cerita.....
" oooh jadi begitu ceritanya, lalu apa kamu sudah yakin apa yang kamu masak untuk pak Mario sudah pas rasanya?"
"Aku merasa apa yang aku buat itu rasanya sudah pas tidak ada kurang sedikit pun,"
"Kalau masakan mu sudah pas bumbunya lalu kenapa pak Mario merasakan masakan mu begitu asin...?" Bella menumpukan tangannya di dagu ikut berpikir kenapa masakan Ify bisa keasinan. "Atau jangan-jangan ada yang sengaja menabur garam di masakan mu?"
"Nah itu dia yang aku sedang aku pikirkan tapi siapa yah kira-kira orang yang menaburi garam di masakan ku?"
"Baiklah apa kau ingin aku bantu berpikir? yah aku mengira orang yang sengaja menaburi garam itu pasti mama mertua mu atau bisa jadi Zhio,"
__ADS_1
"Mama mertua itu tidak mungkin Bell, tapi kalau Zhio...
" Fine sudah aku tebak pasti Zhio, iya kan"
Aliya dan Mama mertua berada di sebuah Mall selain menghabiskan waktu untuk berbelanja ternyata mereka juga melakukan perawatan tubuh di spa di mall.
Berada di ruangan pribadi membuat mereka berdua leluasa saling mengobrol menggosipi nasib Ify yang hubungannya semakin renggang dengan Zhio.
"Sudah lama sekali tante tidak merawat tubuh tante sendiri di spa selain bersama teman-teman tante waktu itu, tapi sekarang tante ke spa ini bersama mu Al, pokoknya tante senang sekali hahaha,"
"Sekali-kali tante ajak dong menantu tante yang kampungan itu siapa tau kan dia tidak pernah melakukan perawatan mahal seperti kita,"
"Kau benar sekali, yah tante tau dia sudah cantik dan berkulit cerah dan tante sangat yakin dia melakukan itu semua menggunakan bahan bahan alami dan kalau mau melakukan spa paling-paling dia mampu membayar jasa tukang urut nenek-nenek tua,"
"Husst tante jangan membuat aku lebih banyak tertawa dong, nanti yang ada masker di wajah ku ini retak,"
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Fy makasih yah udah nemenin aku ke mall beli kado untuk adik aku,"
"Iya sama-sama, lagian aku juga tidak keberatan kok untuk nemenin sahabat baru aku hehehe, Emangnya adik kamu usianya berapa Bell?"
"12 tahun tepatnya jam 12 malam nanti Fy,"
"Hmm kita ke tempat buku-buku itu yuk Bell," Ify menarik tangan Bella untuk menuju buku-buku yang ada di rak sudut sana.
__ADS_1
"Emangnya kamu mau beli buku Fy, kalau tidak salah itu tempat buku-buku dongeng...
" Bukunya bukan untuk aku Bell tapi untuk adik kamu, bukannya kamu bilang sama aku kalau adik kamu mau tidur adik kamu suka sekali membaca dongeng cerita iya kan,yaudah tunggu apa lagi ayo kesana"
"Kamu memang sahabat terbaik Fy,"
"Sudah cukup tidak perlu menyanjung ku sekarang coba kamu katakan pada ku kira-kira cerita apa yang di sukai adik mu tapi sampai saat ini belum di baca?"
"Seingat aku Ikbal sangat menyukai harry potter...
"Tepat sekali Harry Potter edisi terbaru," Ucap Ify sembari menunjukkan buku cerita Harry Potter yang baru saja ia ambil dari rak buku.
"Astaga Ify coba lihat disana, bukan kah itu mama mertua mu?"
Ify penasaran dengan apa yang di tunjukan Bella dengan tanganya.Namun setelah lebih jelas terlihat baru lah ify menyadari jika wanita yang berdiri tidak jauh dari nya adalah mama mertua bersama Aliya yang sedang memilih sapatu higheel.
Terkejut sekali gus tidak percaya dengan apa yang mereka lihat di depanya, Bella ingin membuka mulutnya untuk berbicara tapi mulutnya malah di bekap oleh Ify. bahkan Ify menarik Bella untuk bersembunyi di dekat sudut rak buku.
"Loh bukannya tante mal.. empp..."
"Hussst aku tau apa yang ingin kamu bicarakan, yah aku juga tidak menyangka kenapa mama bisa berjalan padahal kata dokter mama di nyatakan lumpuh dan belum ada keterangan yang jelas ia bisa sembuh,"
"Fix semua itu hanya rekayasa Fy, kalau gitu kamu tunggu di sini karena aku akan merekam wanita itu dari dekat,"
"Jangan Bella, nanti kalau ketahuan bagaimana?"
"Apa yang perlu di takut kan selain demi mendapatkan bukti yang akurat,"
__ADS_1
1 menit kemudian Bella kembali menghampiri Ify. "Kamu bawak HP kan? HP aku habis batre nih jadi gak bisa di rekam,''