Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Tante Maya Di Penjara


__ADS_3

Alunan musik berhenti ketika mendengar suara tembakan yang berasal dari gerombolan polisi, Sedangkan tante Maya merasa was-was ketika melihat polisi datang.


Di tambah Zhio dan Ify telah keluar dari kamar menghampiri beberapa polisi namun di sekitar pak polisi juga ada Martin asisten Zhio.


"Boss aku sudah membawa semua bukti-bukti yang memperkuat tante Maya untuk segera di tangkap."


"Baguslah aku suka kerja keras mu Martin."


"Jadi anda yang bernama Astri Maya Rahayu!"


"Iya benar saya sendiri pak"


"Anda terpaksa kami penjarakan atas tindakan anda yang sering menjual wanita-wanita yang tidak berdosa kepada pria hidung belang,Menyebar vidio tanpa busana secara ilegal dan yang lebih memperkuat penangkapan anda adalah Narkoba"Ucap pak polisi tersebut sambil menunjukan bukti-bukti yang mereka dapat.


"Tangkap saja wanita itu pak, dia sengaja menjebak istri saya dengan menjualnya kepada pria hidung belang..!!"


Tante Maya tidak menyangkah akan kehadiran Zhio secara tak langsung ke Club ini.


"Zhio, apa maksud mu..?"


"Tante aku sudah mengetahui tindakan buruk tante sedari dulu, aku tidak ingin menangkap tante secara cuma-cuma tanpa bukti yang kuat tapi sekarang semuanya sudah terbayar tuntas"


"Kenapa kau melakukan ini semua kepada tante Zhi, bukan kah tante tidak pernah jahat kepada mu..!"


Ify berlinangan air mata ketika mengetahui watak asli dari tante Maya. Padahal Ify sudah menganggap tante Maya sebagai orang tua kandungnya.

__ADS_1


"Aku melakukan itu semua demi anak tante Eliza, Eliza tidak ingin mempunyai seorang ibu yang perkerjaannya menjual para wanita yang memiliki latar belakang rendah. Terlebih tante sengaja menjual Ify seoarang wanita yang sudah menganggap mu sebagai seorang ibu"


"Kenapa aku tidak boleh menjualnya Zhio bukankah kau benci wanita itu, kau tidak mencintainya kan, lalu apa masalahnya jika aku menjualnya dan nantinya Ify akan mendapatkan uang banyak dan kerjanya enak."


Ify semakin bergetar di dalam tangisnya kalau dapat di bandingkan dengan luka yang di berikan Zhio padanya, justru luka yang tante Maya berikan nyatanya jauh lebih pedih dan juga menyakitkan.


"Ayolah pak tunggu apa lagi cepat tangkap wanita itu..!"


"Tidak, lepaskan aku...Ify tolongin tante Ify tante tidak bersalah Ify...!!lihat lah Zhio ingat aku akan membalaskan dendam ku pada mu ingat itu Zhio...!!"


Tidak hanya itu polisi juga merazia pasangan pasangan yang bukan mukhrim untuk ikut mereka ke kantor polisi.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...




Zhio menuangkan segelas teh hangat yang akan ia berikan untuk Ify yang saat ini masih berdiam kan diri duduk di atas sofa yang ada di dalam kamar hotel yang Zhio tempatin.


"Minum lah teh hangat ini agar diri mu lekas membaik,kau tenang saja Martin telah menghapus semua vidio tanpa busana mu dari cctv yang tante Maya letakan di kamar yang sempat kau tinggalin."


Ify masih tetap bergeming, ia hanya diam sembari memandang kosong vas bunga yang ada di depannya.

__ADS_1


Zhio mendudukan bokongnya pada sofa yang Ify dudukin.


"Bukan hanya di rumah sakit, kau harus tau Eliza begitu sering meminta ku untuk menikahi mu jika dirinya tiada. jujur aku sering mengabaikannya karena yang aku tau Eliza tidak akan mungkin bisa tiada. Tapi hari itu kau malah sangaja membuat Eliza ku telah pergi lebih dahulu mengahadap sang pencipta padahal hari itu aku sudah bertekat untuk membawanya berobat keluar negeri."


"Lalu mengapa kau menerima pernikahan ini,bukan kah kau seharusnya menolak."Ify kembali menangis.


"Aku melakukannya demi Eliza, Eliza meminta ku untuk menikahi mu sekali gus melindungi mu dari rencana yang akan tante Maya lakukan pada mu."


"Apa! Jadi Eliza sudah lebih dulu tau tentang apa yang di lalukan mamanya?"Ify syok tak menyangkah pasti Eliza sangat menderita ketika tau mamanya seperti itu."Hiks hiks Elz, kenapa kau menyembunyikan semuanya dari ku, bukan kah kau bilang kita berdua ini sahabat hoooh El maafkan aku..."Ify menangis kejer dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya.


Zhio terpaksa membiarkan Ify agar menangis supaya pikirannya lebih plong dan juga puas, ini sudah malam jam 11 malam Zhio menyadari jika dirinya belum sempat makan. Pada akhirnya Zhio memesan makanan lewat telpon melalui petugas hotel.


Makanan pun datang lengkap dengan porsi lauk yang banyak. Wangi aroma makanan pun begitu menusuk sehingga mengundang rasa lapar. Perut Ify berbunyi di saat ia melihat langsung banyaknya makanan di dalam kamar ini.


"Jika sudah puas menangis maka datanglah kemari aku tau belum sempat memakan apapun.."Zhio yang baik hati menawarkan Ify untuk makan bersamanya.


"Tidak aku sudah kenyang, aku tidak lapar lebih baik kau makan saja sendirian."


Zhio membawa sepiring nasi dengan varian menu lauk yang lengkap untuk Ify yang saat ini masih setia duduk di sofa.


"makanlah ini, tidak usah malu-malu anggap saja ini sebagai upah karena aku telah menolong mu tadi, ayo makan. Lihat bibir dan wajah mu kau nampak pucat"


"Bukan kah aku sering berwajah pucat karena ulah mu,"


"Dasar keras kepala, akan aku letakan nasinya di sini. Tenang aku tidak akan melihat mu makan, tapi jika porsi ini masih kurang maka kau berhak nambah porsi lauk lagi. Aku akan pergi dan makan di luar saja."

__ADS_1


"Tolong jangan pergi.."Ify menarik pergelangan tangan Zhio agar Zhio tidak jadi pergi meninggalkanya sendirian."Baiklah aku akan makan, tapi ini sup baksonya terlalu sedikit. Aku akan mengambilnya sendiri."


"Sial, kenapa aku baru sadar bahwa wanita itu terlihat menggemaskan!" Lirih Zhio dalam hati di saat Ify telah lenyap dari pandangannya.


__ADS_2