Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Dokter Zulfa Milka(Maya Aliya)


__ADS_3

Melihat piring Zhio yang terlihat masih kosong maka dari itu saat sudah selesai membawakan makanan ke atas meja Milka menawarkan dirinya untuk mengambil kan nasi dan lauk untuk Zhio.


"Tuan, mau saya ambilkan nasi dan lauknya?"


"Tidak perlu Mil, saya bisa kok mengambil kan suami ku. Mas kamu mau apa?"


"Aku mau nasi, ayam bakar, dan dan juga sambal kentang.." Ucap Zhio dengan senyuman.


Milka menarik senyuman paksa di saat melihat keduanya saling beradu senyuman tanpa melihat dirinya yang masih berdiri di sekitar mereka.


"Milka, kok wajah kamu pucat sekali? apa kamu sakit?" Tanya Ify dengan khawatir.


"Hmm tidak mbak," Jawab Milka berbohong.


kemudian Bijum juga datang dengan membawakan 2 jus ke atas meja, bahkan Bijum juga mengatakan jika wajah Milka pucat.


"Wajah mu pucat sekali Mil,"


"Iya Bijum itu yang sedari tadi saya tanyakan padanya. Mil apakah kamu sudah makan?"


"Mil jika kamu sakit mending kamu istirahat saja tidak usah di paksakan untuk bekerja." Timpal Zhio.

__ADS_1


"Hmm saya baik-baik saja hanya sedikit kelelahan,tapi jika saya di boleh kan untuk istirahat maka saya akan istirahat sekarang tuan"


"Yasudah, kamu istirahat saja sekarang yah"


"Kalau gitu mari saya antarkan kamu ke kamar yah Mil"


"Hmm iya Bijum makasih"


Ify mendengus pelan entah kenapa ia begitu kasihan dengan Milka.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?"


"Aku yakin mas Milka tidak terbiasa bekerja sebagai pelayan, yah sama seperti aku yang pertama kali menjadi pelayan di rumah ini. dan bisa di katakan wajah ku lebih pucat dari pada Milka"


Zhio terbatuk serta merasa jika kalimat yang sedang Ify bicarakan bermaksud menyinggung dirinya pasalnya dulu ia lah yang dengan tega membuat Ify berwajah pucat, tidak terawat, bahkan sering membuatnya menangis.


"Mas, pelan-pelan dong minumnya, nyampe terbatuk gini"


"Maaf yah atas kesalahan yang telah aku buat waktu dulu"


"Astaga,Mas maaf yah aku tidak bermaksud untuk membahas masalah waktu itu"Ify memasang sedih karena merasa bersalah membahas masa lalu.

__ADS_1


"Andai saja waktu bisa di undurkan kembali pasti aku tidak akan membuat kamu....


''Huuusstt..." Ify meletakkan satu jarinya pada mulut Zhio sehingga membuat Zhio terdiam."Mas kamu sering mengatakan itu, dan aku sudah bosan mendengarkan nya. jangan bahas itu lagi pleaseee"


"Iya tapi...


"Mas jika kamu bicara lagi maka aku tidak akan pernah mau bicara dengan mu!"


"Oke, baiklah aku tidak akan pernah mengatakanya lagi tapi intinya aku tidak akan pernah menyia-nyiakan mu seperti dulu"


Lagi dan lagi Milka menyaksikan kedua pasangan yang tenga berpelukan itu dengan aura tidak menyenangkan, namun sebuah tangan menarik tangannya untuk mengikuti nya.


Pintu pun di kunci rapat-rapat dari dalam dan wanita itu sangat yakin tidak ada orang di sekitar sini yang mengetahui nya.


"Apa kau gila! apa kau ingin orang-orang tau tentang identitas asli kita!mengapa kamu begitu bodoh Aliya!


"Mah! lalu apa yang harus aku lakukan! aku cemburu ma! aku cemburu melihat wanita itu bersama pria yang aku cintai!"


"Aliya iya! iya mama paham kamu mencintai Zhio tapi kamu harus sadar saat ini kita bukan lah Maya dan Aliya melainkan kita ini adalah Zulfa dan Milka!kalau kamu melakukan hal seperti tadi maka secepat mungkin mereka akan curiga dan kamu tau apa akibatnya, akibatnya kita akan kehilangan harta kita dan kamu tidak akan pernah mendapatkan Zhio"


"Lalu kapan mah! lalu kapan semua ini akan berakhir! sumpah aku tidak mau terus-terusan menjadi pelayanan seperti ini!"

__ADS_1


"Lalu apa kamu pikir mama tidak capek terus-terusan merawat wanita lumpuh itu! untung saja mama masih mempunyai jiwa Dokter Zulfa asli maka kalau tidak rencana ini tidak akan berhasil. Pokoknya kamu harus sabar saja yah."


__ADS_2