Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Kesabaran Yang Sudah Terbatas


__ADS_3

Ify tidak kemana-mana Ify hanya berdiri saja di dapur sembari membersikan sisa-sisa perabotan masak yang terlihat kotor.


Obrolan nyonya besar,Zhio, beserta tamu wanita itu nyaris terdengar di telinga Ify hanya saja Ify terlihat tidak perduli dengan obrolan itu ia lebih memilih membersihkan dapur saja dan setelah itu ia bisa tidur.


"Pelayan!""


Terdengar nyonya besar memanggil namanya sejenak Ify mematikan keran air lalu ia segera melangkah ke meja makan.


"Iya ada apa nyonya?"


"Jus mangganya tolong kamu tambahkan lagi"


Ify termangu sambil menatap tamu nyonya besar yang menurut Ify sangat lah cantik dari ujung kaki sampai ujung kepala wanita ini benar-benar sempurna.


"Hey! Kenapa kamu! tatapan mu terlihat tidak suka melihat Bella tamu saya!"Gertak nyonya besar pada Ify yang terciduk memperhatikan Bella.


Sama hal yang di rasakan Bella, ia sangat aneh melihat tampilan seorang wanita yang berseragam pelayan di sampingnya.


"Tidak kok nyonya,maafkan saya nyonya,"


"Huuh dasar kamu ini! Yaudah sana! Cepat ambilkan jus jeruknya."


"Baiklah nyonya,"


Setelah wanita yang berseragam seperti seoang pelayan itu telah pergi ke dapur kini Bella mencondongkan tubuhnya.


"Tente apa wanita itu pelayan di rumah ini?"

__ADS_1


"Iya Bell dia itu pelayan di rumah ini, tapi kerjanya tidak ada becus!sering buat masalah pokoknya tante sama Zhio udah hafal dengan tingkahnya."


"Iya lebih baik kau makan saja Bella jangan terlalu banyak membahas pelayan yang tidak penting itu," ujar Zhio kemudian Zhio melanjutkanagi makan malamnya.


Bella merasa belum puas akan pertanyaannya pasalnya hal ini akan sangat mengusiknya.


"Bukan itu tante maksud aku,"


"emangnya apa yang ingin kamu katakan Bell?" Tanya Nyonya penasaran.


"Bukan kah wanita itu terlalu cantik untuk di jadikan pelayan, lihatlah wajah dan kulit tubuhnya bukan kah dia sangat putih dan terawat"


Sontak nyonya besar dan Zhio saling memandang.


Awalnya Zhio mengakui jika Ify sangatlah cantik dengan kulit putihnya yang terawat tapi itu tidak berlaku baginya menurut Zhio percuma saja cantik kalau Ify memiliki darah pembunuh.


"Tante aku kebelet nih pengen pipis,"


"oh yasudah mari tante antarkan,"


"Tidak usah tante, biar aku sendiri saja"


"hmm baiklah kalau gitu pokoknya kamu jalan aja yah terus ke arah dapur nanti di sana ada toilet."


"Yaudah tante Zhio aku ke toilet dulu yah."


Penuh hati-hati Ify membawa jus mangga itu di atas nampan namun saat di jalan menuju meja makan ia berpapasan dengan Bella, masa bodoh dengan siapa itu Bella yang terpenting Ify hanya fokus pada tujuannya

__ADS_1


saat satu meter lagi sampai di meja makan tanpa sengaja kaki Ify tersandung sesuatu hingga membuatnya jatuh tersungkur dan minumannya terlempar tepat membasahi seluruh punggung Zhio.


Zhio mengeraskan rahangnya, ia terlihat marah, saat sesuatu yang basah membasahi punggung belakangnya.


Sedangkan Ify merasakan kesakitan di bagian telapak tangan dan juga kedua lututnya. Ify sangat paham ini ulah siapa, ia tau karena siapa ia terjatuh.


Ify menolehkan kepalanya pada wanita ber dress pendek itu dengan rasa ketidak sukaan wanita itu hanya menampilkan senyum jahat.


"Arrg! dasar wanita pembawa sial!" Teriak Zhio dengan amarahnya.


Ify hanya mengatupkan bibir, matanya kembali memanas saat melihat Zhio semarah ini.


"Apa kau tak bosan dengan hukuman ha!"


"Bu bukan saya wa nita ini," Ify menunjuk Bella yang ada di belakangnya.


"aku,"Tunjuk Bella pada dirinya sendiri."Apa yang telah aku lakukan?"


"Kamu gak usah ngeles jelas-jelas kaki kamu tadi sengaja ngehalangi aku jalan kan?"Ucap Ify yang mulai menegakan tubuhnya.


"Hey! Jaga mulut kamu pelayan tidak Berguna!" Plakk...


Nyonya besar menepikan tamparan kerasnya pada wajah Ify sehingga membuat wajah wanita itu membekas tanda merah.


Air mata kembali mengalir menghiasi noda merah itu sakit dan perih rasanya.


"Lihat karena ulah mu itu baju saya jadi basah! Kau harus di beri hukuman lagi!" sudah sakit karena tamparan di tambah Zhio yang menarik rambutnya kebelakang membuat Ify benar-benar tidak tahan. Sudah cukup,cukup sampai di sini saja benteng kesabaranya. Ia benar-benar muak akan semua ini.

__ADS_1


Menyerah or Bertahan....?


__ADS_2