
Di perumahan tua yang di abaikan sang pemilik karena jauh dari perumahan hingga akhirnya rumah menjadi terbengkalai dan tidak berpenghuni lagi, akan tetapi di dalamnya terdapat tindak kejahatan empat orang preman yang mengurung seorang wanita sekali gus menyekap wanita itu.
Wanita paruh baya yang usianya bisa di perkirakan 39 tahunan duduk di sebuah kursi bernuansa kayu, tangan kakinya terikat, dan mulut nya juga di lakban agar tidak kabur atau bahkan mengeluarkan suara.
Namun hanya lirih suara tangisannya saja yang selalu menggema hampir setiap hari.
Keempat preman itu bahkan tak merasa kasihan dan sibuk bermain kartu tanpa berpikir untuk melepaskan wanita itu.
"Husstt bisa diam gak sih! berisik tau!"
"Iya berisik aja, tenang jam 12 nanti pasti kamu akan kita beri makan!"
"Hussstt kalian ini seharusnya sopan santun lah sedikit, wanita ini seorang dokter"
"Hahaha selama di sini wanita ini bukanlah seorang Dokter melainkan sandraan kita hahahah. Jadi hanya Nyonya Maya yang pantas berperan menjadi Dokter!"
"Hemmmm.....hmmmm........"
Demi Tuhan sakit sekali gus sedih rasanya ketika posisi nya di gantikan secara paksa oleh orang lain, begitu pun sama halnya yang di rasakan Dokter Zulfa.
Sang kepala preman mendapatkan telepon dari nyonya Maya, lalu tanpa berpikir panjang ia pun mulai mengakatnya.
[Katakan bagaimana situasi di sana]Ucap nyonya Maya di ujung telepon.
[Yah situasinya masih seperti biasanya Nyonya, masih nangis cengeng]
[Hahaha saya jadi penasaran, coba saya ingin lihat]Nyonya Maya meminta mengaktifkan tombol vidio call. usai di ketahai wajah sedih Dokter Zulfa, Maya pun tertawa puas.[Hahaha miris sekali nasib mu Dokter, maaf aku meminjam dulu peran mu untuk sementara dan kalau saja rencana ku ini berhasil maka aku akan membebaskan mu]
__ADS_1
"hmmm....hmmmm...hmmmmm.......!!"
'Dasar wanita jahat! berani sekali memperlakukan orang tua dengan cara seperti ini'
[Katakan Dokter Zulfa, katakan kamu ingin bicara apa]
srrrkkkk......
"Arrrggghhh...."
Dokter Zulfa merass kesakitan saat lakban yang di tempel di mulutnya di tarik paksa oleh preman ini.
[Dasar! wanita beja*!! Iblis betina!wanita jahat...!! cepat lepaskan aku!!!]
[Ayolah Dokter, pelankan suara mu karena aku takut majikan ku akan mengetahui ini semua. Hehehe tapi aku bohong, yah aku bebas menelpon mu di saat majikan ku tidak ada di rumah, cepat katakan lagi apa uneg-uneg mu itu Dokter Zulfa]
[bersabarlah Dokter, mohon bersabarlah sedikit...
[Tidak...!!kalau di perlakukan seperti ini manusia pasti tidak akan bertahan!!cepat lepaskan aku iblis betina!!!]
[Aiss!!! Sialan!!! Boy cepat tutup lagi mulut wanita itu agar dia bisa diam...]
[Baiklah nyonya!]
...----------------...
Teruntuk hari ini Zhio, Ify bahkan Bella untuk sementara berperan layaknya seperti pencuri yang diam-diam mencuri barang di dalam rumah, tapi untuk situasi sekarang berbeda dengan pencuri seperti biasanya. Di sini Mario sebagai ketua memberi intrupsi kepada ketiganya untuk sembunyi di dalam kamar tamu.
__ADS_1
"Jadi untuk sekarang Nayna dan kamu Bella kalian harus sekamar berdua"
"Dan kamu Zhio, kamu harus sekamar dengan ku]
"Apa? kenapa harus sekamar dengan mu, kenapa aku tidak sekamar dengan istri ku saja"
"Ayolah setidaknya ini tidak memakan waktu yang lama" Timpal Mario.
"Jadi maksud kakak kita harus sembunyi dulu agar tidak ketahuan oleh mama kalau kita datang kerumah ini"
"Iya saat menuju jam 12 nanti aku berharap kalian semua jangan ada yang tertidur, terutama kamu Nay"
"Moment indah seperti ini aku rasa tidak akan tertidur kak, apa lagi ini hari pertama aku ngerayain ulang tahun mama"
Tanpa harus bertanya,dari awal saat berada di apartemen Mario, Bella sudah tau apa rencana Mario untuk memberikan kejutan ulang tahun kepada mamanya malam ini.
"Kue ultanya apa tidak di masukan ke dalam kulkas dulu, takutnya meleleh saat terkena panas" Sahut Bella menengai percakapan adik dan kakak itu.
"Ya ampun Bell, aku gak nyangka jika kamu memiliki bakat membuat kue aku kira kamu hanya pintar membuat ayam goreng saja" Puji Ify dengan senyuman.
"Hehehe rencananya sih Fy, kalau aku punya uang yang banyak aku ingin buat usaha kue sendiri"Ujar Bella malu-malu sembari menundukkan kepalanya.
"Secepatnya mimpi kamu akan terwujud Bell, jika kamu menikah dengan kakak aku"
Bella mengubah senyuman manisnya menjadi senyuman kecut.
"Sebentar lagi mama dan papa akan segera pulang, kalian ayo kembali ke kamar masing-masing"
__ADS_1
Dan mereka semua pun bubar sesuai permintaan Mario.