
Perdebatan terulang kembali di keluarga Morgan saat berada di rumah, pak Morgan begitu tidak menyukai keputusan Mario yang memperkerjakan Ify di perusahaan nya terlebih Mario tidak mengatakan hal ini kepada kedua orang tuanya.
"Apa yang kamu sukai dari istri orang lain Mario! tidak kah kamu tau jika wanita itu adalah istri dari seorang CEO dan tidak kah kamu tau jika suaminya itu juga seorang CEO!"
"Sebelumnya aku minta maaf sama papa dan mama karena tidak mengatakan jika Ify bekerja di perusahaan kita, tapi pa ma lagi pula apa salahnya jika Ify bekerja di perusahaan kita. yah meski aku tau Ify telah memiliki seorang suami tapi percaya lah aku dan Ify hanyalah teman biasa"
"Teman biasa tidak akan mungkin beradegan seperti tadi, pokoknya papa ingin kamu memecat wanita itu dari perusahaan kita maka jika kamu tidak mau melakukan nya maka papa sendiri yang akan turun tangan!"
Mario tak menyangkah jika papanya berani berbicara seperti itu, jelas hal itu begitu membuat Mario turusik karena bagaimana pun ia tidak setuju akan keputusan yang papanya buat.
"Tidak pa! aku tidak akan pernah untuk memecat Ify! dan jika papa masih bersi keras dengan keputusan papa maka detik itu juga aku mengundurkan kan diri dari tugas yang papa berikan!" Mario mengancam papanya kembali.
Dewi berada di tenga-tenga keduanya bingung harus berbuat apa, namun saat suaminya memutuskan untuk memecat Ify Dewi merasa tidak setuju juga.
"Mario! apa spesialnya wanita itu di dalam hidup mu sehingga membuat mu lebih memilih menjadi anak jalanan kembali ketimbang menjadi CEO!!"
"Mas sudahlah redahkan emosi mu, aku takut mas hal ini akan memicu jantung mu kembali kambuh"
__ADS_1
"Jika putra mu yang keras kepala ini tidak mau mendengar apa kata ku maka aku berharap kamu bisa menasihati nya untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah!"
Pak Morgan sudah capek bicara pada Mario sehingga ia lebih memutuskan untuk kembali naik keatas tangga menuju kamarnya.
Mario kembali menduduki bokongnya ke atas sofa dengan menyandarkan bahunya pada sandaran sofa.
"aku tau ma, mama pasti tidak akan setuju kan jika Ify di pecat dari perusahaan kita"
Dewi menghela nafas pelan, kemudian ia pun kembali duduk di samping Mario.
"Lagian hal sepenting ini kenapa kamu tidak bilang pada mama, harusnya kamu bilang sama mama sama papa juga kalau Ify bekerja di perusahaan kita"
"Terkadang mama juga tidak menyukai akan sikap papa mu itu Rio, papa mu terlalu memandang status sosialita terlebih wanita yang telah memiliki suami dan mama hanya tidak ingin berdebat dengan papa mu karena mama takut itu akan memicu pada jantungnya."
"Aku tidak ingin ma, memecat Ify begitu saja karena yang mama tau Ify begitu baik, bahkan kinerjanya sangat bagus dan mama harus tau jika aku memenangkan tender kemarin itu berkat bantuan Ify ma"
"Tapi bagaimana dengan papa mu Rio, sepertinya tekat papa mu benar-benar bulat, ia tidak main-main dengan keputusannya"
__ADS_1
"Kalau papa masih dengan keputusan nya maka aku tidak akan main main pula mengundurkan diri dari tugas yang papa berikan!"ucap Mario tanpa main-main pula.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Dissert coklat buatan ku khusus istri ku tersayang,aku yakin kamu pasti suka"
"Dari mana kamu tau aku suka Dissert coklat?"
"Semua wanita sangat menggilai coklat jadi aku tau kamu sangat suka coklat"
Zhio ikut duduk di pinggiran ranjang menyamai posisi Ify yang lebih dulu bersandar di atas ranjang. Ify mengambil Dissert coklat yang Zhio berikan untuknya.
"Bukan kah coklat adalah obat terbaik untuk menyenangkan mod seseorang, dan aku lihat semenjak pulang kerja tadi kamu selalu berdiam diri. ada apa, apa di sana Mario memarahi mu?" Zhio menenak asal, yang membuat Ify menepis apa yang barusan di katakan Zhio.
"Mario tidak memarahi ku, tapiii apaaa aku mengundurkan diri saja yah dari perusahaan Mario.."
"Benar dugaan ku Mario memarahi mu, dan kamu tidak tahan dan sekarang kamu mempunyai pikiran untuk mengundurkan diri! dasar pria itu awas saja dia, dia pikir dirinya itu siapa berani memarahi istri ku!"
__ADS_1
"Tidak mas, itu bukan kesalahan Mario, Mario selalu bersikap baik pada ku. tapi ini masalah nya ada pada pak Morgan papanya Mario"