
Semua terasa sia-sia, bahkan Zhio mengira jika Ify berada di rumah tante Maya tapi nyatanya tidak. Jika boleh di pikirkan rumah tanpa adanya seorang penjaga itu nampak kelam dan tidak pernah terurus. Ck percis di cerita horor.
Kini Zhio menghentikan mobilnya tepat di jualan martabak telor, Martabak telor berisi daging yang dulunya sangat Eliza suka. Zhio pun turun dari mobil dan segera memesan martabak dengan porsi jumbo yang biasa Eliza pesan.
"Mas, pesen martabak telor dagingnya yang jumbo yah,"
"Baiklah pak, mohon tunggu sebentar yah pak."
"Baiklah kalau begitu saya akan tunggu di mobil saya saja di sini."
"Oh baiklah pak nanti kalau udah selesai tak saya antarkan ke mobilnya baik."
Sambil menunggu kedatangan martabak Zhio malah berniat untuk menghubungi Ify. rasa yang terlihat cemas kini hadir kembali ke lubuk hatinya.
*Flashback*
"Zhio aku ingin bicara serius pada mu." ucap Eliza dengan nada bicara yang nampak terlihat serius.
"Katakan sayang, hal serius apa yang ingin kau bicarakan?"ucap Zhio yang saat ini tenga memegang jemari tangan Eliza yang nampak dingin seperti es.
"Jika suatu saat nanti aku pergi dari dunia ini aku mohon pada mu Menikalah dengan Ify dan tolong lindungin Ify aku tidak ingin Ify menjadi korban keserakaan mama Zhi."
Dam...
__ADS_1
"Eliza kamu tuh bicara apa sih, ingat kamu tuh bisa sembuh aku berjanji setelah rapat dua hari ini aku akan mengajak mu pergi keluar negeri untuk melakukan pengobatan penyembuhan secara maksimal."
"Aku tidak yakin akan kesembuhan ku Zhi aku mohon pada mu yah tolong kabulkan permohonan aku kali ini aja."
"Aku berjanji akan melindungin Ify dari mama mu tapi untuk menikahinya itu tidak mungkin El itu mustahil."
Air mata Eliza menghangat, kali ini kesedihannya muncul kembali dan untuk mempertahankan air mata agar tidak terjatuh ia menggigit bibir bawahnya yang terasa mati rasa. Sementara hpnya berbunyi menandakan sebuah panggilan yang berasal dari Ify.
Sebelum membuka suara dan menarik tombol hijau di hpnya perlahan Eliza menghembuskan nafasnya berulang kali.
[Hallo Ibu Ify ada apa yah]Suara Eliza nampak terlihat ceria ketika mendapat panggilan telepon dari Ify. Eliza menutupi kesedihannya karena ia tidak mau bebannya ikut membebani Ify.
[El,kamu tuh jahat banget sih aku udah buat nasi goreng pete kesukaan kamu eh kamu nya malah pergi ke villa bareng calon suami mu!]
[Hahaha astaga yang bener nih kamu buat nasi goreng pete kesukaan aku, kira-kira topingnya lengkap gak nih?]
[Sorry yah Fy habisnya aku lupa bilang ke kamu kalau my love Zhio mau ajak aku liburan ke Villa]
[El kira-kira kamu pulangnya kapan soalnya aku gak bisa nih jauh dari kamu malahan aku pengen curhat banyak loh, kamu jahat yah El tau gak seumur hidup aku tuh gk pernah yang namanya Liburan ke Villa]
[Yaudah Fy kalau begitu lain kali aku dan Zhio akan mengajak mu liburan ke sini tapi ingat kamu harus mempunyai pacar masak ia kamu harus jadi nyamuk hahaha]
[Hahaha kau sudah terlalu tertawa begitu puas El, aku tidak cantik, mana ada pria yang tertarik kepada ku]
__ADS_1
[ha,siapa bilang kau itu sangat cantik Fy, kalau saja orang pertama yang Zhio temui itu kamu aku rasa Zhio akan lebih dulu mencintai mu dari pada aku]
[Lihat semenjak berada di villa pikiran mu menjadi kacau El, sudahlah El aku tutup dulu yah telponya dadah Eliza sayang Muaach]
Sambungan telepon pun sudah tidak terhubung lagi kini Eliza mencoba untuk menggoda Zhio.
"Zhi, jika aku sebagai kamu pasti aku akan jatuh cinta kepada Ify bukan kah Ify itu cantik terus baik lagi"
"Kamu tuh apaan sih El, terus apa gunanya cantik jika aku tidak mencintainya. Tapi percayalah Zhi seiring berjalannya waktu kau pasti akan mencintainya bahkan melebihi cinta mu padaku"
*Flashback And*
Tok tok tok
kaca mobil Zhio di ketuk pelan dari luar, seorang penjual martabak berdiri di sana dengan mambawa sebungkus martabak yang terlihat masih begitu hangat.
"Pak, ini martabaknya"
"Makasi mas kalau begitu ini uangya,"
"Oke pak saya terima uangnya kalau begitu terimakasih yah pak."
Zhio hendak memundurkan mobilnya akan tetapi benturan keras seketika menerjang bagian belakang mobilnya.
__ADS_1
"Sial, siapa yang berani menabrak mobil ku!"Ucap Zhio dengan memukul stir mobil perlahan ia pun keluar dari mobil.
Baru saja ingin menepikan mobilnya untuk membeli martabak namun tanpa di duga mobilnya manabrak mobil bagian belakang seseorang sehingga membuat Rio terlihat panik dan langsung turun dari mobilnya.