
Berangkat bekerja bersama Zhio adalah tujuan Aliya ke rumah ini bahkan Zhio merasa tidak keberatan Aliya satu mobil dengannya, sebelum berangkat bekerja terlebih dahulu Aliya meminta izin pada nyonya besar yang masih terduduk manis di atas kursi roda bersama Ify yang berdiri seraya mengamati mereka dalam diam.
"Tante kalau begitu aku dan Zhio berangkat kerja dulu yah.."
"Yah Al pergi lah, pokoknya kamu sering-sering yah main kerumah ini biar Tante gak kesepian dan ada temennya."
'Temen? lalu apa mama tidak menganggap ku sebagai temen jadi kenapa harus Aliya'Ify bergumam dalam hati.
"Iya Tan, nanti biar Tante tidak kesepian aku akan temeni Tante shoping bagaimana Tan, apa Tante mau?"
"Mama tidak boleh banyak keluar rumah dulu dan mama harus memperbanyak istirahat" Ujar Zhio."Ini sudah jam kerja kalau begitu ayo kita berangkat sekarang"
"Hmm oke,"ucap Aliya.
Ify maju perlahan tepat berada di hadapan Zhio hal biasa yang sering Ify lakukan adalah mencium punggung tangan Zhio sebelum ia berangkat bekerja.
"Hati-hati yah Mas, ingat jangan jajan sembarangan kan jajan di luar tidak sehat Mas dan kalau sempat aku akan kirim supir untuk mengirimkan mu makan siang masakan ku"
Diam-Diam mata nyonya besar dan Aliya saling beradu,seperti ada yang ingin di bicara kan.
"Kamu juga hati-hati di rumah dan ingat pesan ku kau harus jaga mama jangan sampai lalay yah"
"Yah Mas, aku akan menjalankan semua tugas mu."
Meski di dalam hati Ify merasa tidak tenang dan tidak nyaman ketika melihat Aliya satu mobil dengan suaminya tapi kali ini ia cukup positif thinking saja dan tidak ingin berpikiran yang macam-macam.
Semua tak di sangka di saat tiba-tiba Aliya memeluk tubuh Ify secara tak langsung.
"Sampai bertemu lagi yah Ify, aku senang bisa bertemu dengan mu karena kamu sahabat baiknya Eliza" Kalimat pertama secara jelas terdengar namun tidak dengan kalimat terakhir seperti cara berbisik tentang sebuah ancaman."Akan aku pastikan suami mu jajan sembarangan secara mana mungkin suami menolak,"
__ADS_1
Di kantor Bella merasa gelisa rasanya ingin sekali ia pulang untuk memastikan keadaan di rumah tapi itu tak mungkin, ia sudah libur 2 hari karena sakit kemarin dan sekarang tidak mungkin ia meminta libur lagi, uang 30 juta memikirkannya saja sudah membuat kepala hampir pecah jangankan 30 juta bahkan 1 juta saja ia tidak ada.
Semua uang yang di hasilkan dari gaji pertamanya ia serahkan semua kepada kedua orang tua dan sisanya ia hanya gunakan untuk keperluan pribadi termaksud make up salah satunya.
"Bella,"
"Yah pak, ada apa?"
"Pak Mario memanggil mu di ruang kerjanya cepatlah temui dia"
Pak Robby asisten Rio menghampiri Bella dan meminta Bella untuk menghampiri atasanya, dan tanpa ragu Bella pun hanya mengangguk dan menurut saja.
Satu amplop coklat pemberian pak Mario berada tepat di hadapan Bella saat ini juga sehingga membuat Bella kebingungan.
"Apa ini pak?"
"Ini uang pak, banyak sekali"ucap Bella keheranan.
"Itu ada 30 juta semoga saja cukup untuk membayar semua hutang orang tua mu"
"Tidak pak, tidak saya rasa saya tidak pantas menerima uang ini"Bella menutup kembali amplop berisi uang itu lalu ia kembalikan lagi pada Mario.
"Kenapa tidak terima,bukan kah kamu butuh uang ini?"
"Bapak benar saya memang membutuhkan uang tapi bukan begini caranya pak,"
"Apa cara saya salah?"Tanya Rio sekali lagi.
"Saya merasa tidak enak saja pak dan saya juga tidak ingin terlalu merepotkan bapak terlebih saya belum dua bulan bekerja di perusahaan bapak"
__ADS_1
"Terimalah uang ini dan anggap saja kau meminjam kepada saya"Ucap Mario seraya mendorong amplop itu kembali kehadapan Bella.
"Tidak pak tidak,"
"Kalau kau tidak ingin menerimanya maka terpaksa saya akan memecat mu, bagaimana lebih baik kau terima bukan"
"Apa itu sebuah ancaman pak?"
...----------------...
"Maaf atas perlakukan istri ku tadi pada mu,"
"Oh soal itu, santai saja tidak masalah mungkin istri mu hanya sensi karena aku ikut satu mobil dengan mu Zhi, tapi istri mu itu cantik juga yah kau pasti begitu menyukainya"
Zhio sibuk menyetir mobil tanpa harus menjawab pertanyaan Bella yang ini.
"Apa rasa cinta mu pada Eliza sudah sirna Zhi...
Sssstttt.......
Zhio mengerem mobilnya secara tiba-tiba di saat mendengar apa yang baru saja ia dengar dari mulut Aliya.
Aliya merasa kesakitan karena jidatnya memberi karena Zhio mengerem mendadak.
"Awwhh Zhio...kenapa tidak bilang dulu kalau mau berhentih"
"Aku mohon pada mu jangan pernah membahas soal Eliza di saat situasi seperti ini! apa kau mengerti! lagian kau tidak memiliki hak tentang hal pribadi ku!"
Aliya merasa tak nyaman berada di dalam mobil Zhio apa lagi di saat ia melihat Zhio semarah ini, lalu apa wajahnya tidak ada harga dirinya di matanya padahal wajahnya begitu mirip dengan Eliza.
__ADS_1