
"Zhio. Tunggu mama ingin bicara pada mu!"
Zhio berhentih melangkah tanpa minat saat nyonya besar kembali memanggil namanya untuk mengajaknya bicara.
"Apa yang kamu perbuat pada Bella, itu benar-benar keterlaluan Zhi. Bisa-bisanya kau lebih memilih wanita itu di banding Bella."
"Ma, aku melakukan semua itu sesuai apa yang harusnya menjadi keputusan ku ma. Oke fine karena kemarin aku selalu bersikap semena-mena pada Ify, tapi sekarang tidak karena Ify adalah prioritas serta tangung jawab ku. Jadi tolong ma hargai Ify seperti menantu kesayangan mama sendiri."
"Cih, melihatnya saja ada di rumah ini mama begitu muak apa lagi harus menganggapnya sebagai menantu kesayangan. Kamu harus tau Zhio peran menantu kesayangan itu hanya pantas di berikan kepada Bella!"
"Terserah mama, jadi yang terpenting aku tidak akan pernah mencerai kan Ify dan tidak juga berniat menikahi Bella!"Setelah mengatakan kalimat terakhirnya Zhio dengan santai melewatkan mamanya begitu saja tanpa memperduli kan mama yang terus bersuara mengeluarkan omongan pedas.
...****************...
Dua wanita berseragam hitam putih tersebut terus saja memperhatikan Ify yang saat ini sedang memakan makanan yang di berikan mereka berdua.
Berbagai macam senyuman lama-lama menghasilkan beragam pujian untuk majikanya itu.
"Ehrrm.."Ify berdehem menegur Zoya dan Anes karena tak pernah berhenti memandanginnya."Apa ada yang salah dengan wajah ku, kenapa kalian semua memandangi ku seperti itu?"
"Iya,lihat mbak Ify makan aku tiba-tiba irih mbak."
__ADS_1
"Loh irih kenapa Zoy?"
"Yah irih lah mbak, mbak itu yah kalau lagi makan aja cantik banget apa lagi enggak makan."
"Apaan sih Zoy, bisa aja kamu."
"Kamu benar Zoy, wajar saja tuan Zhio jadi cinta hahaha"
"Dasar kalian ini yah bisa nya cuma ngegombal mulu padahal gombalan ini hanya pantas untuk pujaan hati kalian."
Zoya menjadi melamun ketika mbak Ify membahas tentang pujaan hati, padahal nyatanya diam-diam ia telah menyimpan seseorang di dalam hatinya.
"Kalau aku sih tidak ada pujaan hati mbak, tapi kalau Zoya dia bilang dia diam-diam suka sama As emp.."
"Iih apaan sih Zoy main tutup mulut aku segala"
"Apa kalian berdua sudah selesai berbicara pada istri saya?" Zhio yang tiba-tiba datang sehingga membuat Zoya dan Anes segera beranjak.
"Sudah tuan."Ucap Anes.
"Kalau begitu cepat keluar lah, masih banyak pekerjaan yang harus kalian kerjakan."
__ADS_1
...----------------...
Zhio mengeluarkan sesuatu di dalam dompetnya yaitu sebuah atm bewarna hitam.
"Ambilah atm ini, di dalam sini begitu banyak uang kira-kira uang ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan mu."
Ify memandangi atm tersebut karena baru pertama kali ini ia melihat atm seperti ini,ia tau saldo yang ada di atm itu jumlahnya sangat banyak, berbeda dari atm biru yang ia miliki saat ini.
"Kenapa hanya memandangi, ayo ambil lah. Anggap saja ini kewajiban pertama ku untuk menafkai mu sabagai suami yang baik."
Tanpa ragu Ify mengambil atm itu dari tangan Zhio."Emangnya apa yang harus aku lakukan dengan atm mas,"
"Yah belanja, siapa tau saja kau ingin belanja baju,make up, yah benar besok aku akan menemanin mu pergi ka mall. Istri ku harus menguba penampilan bajunya biar lebih berkelas."
'Ha emangnya penampilan ku sekarang tidak berkelas yang penting memakai baju dengan sopan dan tertutup itu sudah lebih berkelas di banding harus memakai baju yang kekurangan bahan.'
"Aku akan pergi dulu karena suatu hal, aku harap kau tidak keluar dari kamar ini karena mama masih sangat marah pada mu dan jika kau membutuhkan apapun panggil saja Zoya atau Anes"
"Wajar saja nyonya besar marah, karena yang aku tau dia tidak suka akan kehadiran ku"
"Berhenti memanggil mama dengan sebutan nyonya besar. Ingat mama ku adalah mama mu kau harus terbiasa memanggilnya mama. Setelah aku pergi kunci lah pintu kamar ini dari dalam supaya mama tidak berani masuk ke dalam kamar ini."
__ADS_1
Ify mengangguk menyetujui kalimat yang suaminya itu ucapkan, tanpa terasa Zhio telah beranjak pergi keluar dari kamar ini.