Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Hanya Wanita Pengganti


__ADS_3

"Bisa di katakan orang yang memegang benda orang lain tanpa harus meminjam nya terlebih dahulu bisa di katakan itu lancang!''


Bak tersambar petir Aliya segera meletakan hp pemiliknya kembali ke atas tempat tidur.


"Oh rupanya kamu sudah selesai mandi, yaudah kalau gitu aku mau ke dapur dulu yah" Ucap Aliya yang saat ini sudah melangkahkan kakinya tapi langkahnya terhenti dengan perkataan Ify.


"Mau usaha hapus rekaman yang ada hp ku?Aliya Aliya kamu pikir aku bodoh. aku tau kok alasan mengapa kamu tidur di rumah ini, itu murni karena kamu ingin menghapus rekaman ini iya kan? Dengar cepat atau lambat vidio ini akan aku perlihat kepada mas Zhio atau jika tidak sempat maka aku bisa saja mengirim nya langsung lewat pesan"


Aliya menyungging sudut bibirnya seraya melipat kedua tangannya. "Apa kamu pikir Zhio akan percaya kepada mu begitu saja setelah apa telah kamu perbuat kepada tante Mala? ingat Ify kamu itu hanya wanita pengganti jadi Zhio tidak akan mungkin memperlakukan mu secara istimewa,"


"Kamu, kamu memanfaatkan kan wajah mu karena terlihat begitu mirip dengan Eliza bahkan aku sudah tau apa niat mu datang ke rumah ini,"


"Aku ini kembaran Eliza jadi tentu dong wajah ku sangat mirip dengan Eliza jadi aku yakin Zhio akan jatuh cinta kepada ku, dan kamu tau sendiri kan alasannya?"ucap Aliya dengan percaya diri.


"Yah aku akui wajah mu sangat mirip dengan Eliza tapi sikap dan perilakuan kalian sangat berbeda,"


"kita lihat saja nanti, aku sangat yakin Zhio akan jatuh hati pada ku dan melupakan kamu jadi jangan berharap yah Zhio bisa jatuh hati pada karena secara kamu hanyalah wanita pengganti amana kembaran ku Eliza," Aliya kembali menyunggingkan senyumannya, ia pun kembali melangkah meninggalkan Ify yang masih terdiam di kamar.


'Wanita pengganti?cchi aku muak mendengarnya,'


Segera Ify memegang hpnya yang barusan di pegang oleh Aliya.


'Sudah aku duga kamu telah menghapusnya, Maaf yah Aliya susah paya kamu melakukan tugas ini ternyata kamu tidak tau kalau aku masih menyimpan vidio ini di tempat lain'

__ADS_1


...----------------...


Pada sarapan pagi hari ini Aliya kembali bergabung bersama tante Mala dan Juga Zhio bahkan Aliya terlihat menggantikan posisi Ify mengambil nasi serta lauk apa yang Zhio sukai.


"Mau aku ambilkan telur dadar atau telur mata sapi?"


"Telur dadar saja,"ucap Zhio


Ify menatap semuanya dengan pandangan yang terlihat teduh, ia melihat bagaimana cara Aliya memperlakukan Zhio layaknya suaminya sendiri.


Mama mertua sadar jika ia di menjadi pusat perhatian Ify maka ia pun kembali memperkeruh suasana.


"Aliya kamu ini perhatian sekali, padahal kamu ini hanya rekan kerjanya Zhio tapi perhatian kamu sudah seperti istri sungguhan," Mama mertua memberi kan kode matanya kepada Aliya.


Zhio memperhatikan keduanya secara bergantian kemudian ia menengok kebelakang melihat Ify berdiam diri di sana.


Sadar karena menjadi pusat perhatian oleh Zhio, segera Ify melangkah kan kakinya menuju pintu luar tanpa harus membalas omongan mereka yang terus berbicara buruk padanya.


"Aku sudah selesai makan, kalau gitu aku berangkat ke kantor dulu ma,"


"Loh Zhio, kok cepat sekali bukannya kamu baru makan 3 sendok tadi pasti kamu belum kenyang,''


"Pagi ini aku belum BAB ma jadi aku tidak ingin makan berlebihan karena akan merepotkan nantinya jika berada di kantor" Ucap Zhio yang sekarang ini sudah beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Kalau gitu kamu antarin Aliya bisa kan?"


"Aku tidak bisa ma karena aku begitu sibuk pagi ini, lagian mama tau sendiri jika pagi ini pertemuan yang begitu penting jadi aku harus menghadiri nya, dan Aliya kamu bisa naik taxi saja kan"


"Tapi Zhio....


Aliya tak bisa meneruskan kalimatnya lagi sebab Zhio telah beranjak pergi dari pandangannya.


"Atas nama Mbak Ify?"


"Iya Pak benar saya Ify,"


"Oh yaudah mbak ini sebelum kita melakukan perjalanan akan lebih baik pakai helm dulu demi keselamatan,"


Ify dengan senang hati menerima helm itu lalu kemudian meletaknya di kepala.


"Yasudah kita berangkat sekarang mbak,"


Driver ojek online yang di kendarai oleh Ify melaju dengan lembutnya melewati area di depan gerbang rumah besar Zhio.


"Ikuti motor yang di tumpangi istri ku sekarang juga," Perintah Zhio kepada supir pribadinya.


"Baiklah tuan,"

__ADS_1


__ADS_2