Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Operasi Jantung


__ADS_3

"Mario...!!"


Mario yang saat ini duduk bensandar di kursi depan ICU pun, kini menolehkan kepalanya melihat sang mama yang sedang berlari menghampiri dirinya.


"Apa yang sebenarnya terjadi Rio, kenapa papa mu bisa jadi seperti ini!" Ucap Dewi yang terlihat sangat panik.


Rio dengan wajah yang memelas turut menenangkan mamanya, agar tidak terlihat panik.


"Awalnya penyakit papa kambuh itu semua karena ulah ku ma,papa terlihat syok ketika aku membatalkan kerja sama perusahaan AngkasaGroup dengan perusahaan kita," Ucap Rio sembari menunduk.


Dewi mengguncang-guncang kan kedua bahu Rio karena saat ini juga ia ingin meminta alasan yang lebih kenapa Rio melakukan itu semua.


"Rio! Kenapa kamu melakukan ini semua! harusnya kau tau jika papa mu punya penyakit jantung dan kalau mendengar kabar yang sedikit tidak menyenangkan saja baginya pasti jantungnya akan kumat Rio lagi!" Ujar Dewi dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ma! Harusnya mama tau jika aku tidak suka dengan CEO perusahaan itu. Pasti mama ingat majikan teman wanita ku kan,hari itu aku pernah ceritakan sama mama jika dia memiliki majikan yang kejam dan semena-mena terhadapnya. Zhio Ma! Zhio. Aku tidak suka pria itu, pria seperti dia tidak pantas untuk bekerja sama dengan perusahaan kita!"


Dewi menghela nafas panjang,menghindari Rio dan duduk di atas kursi sambil memegangi kepalanya yang tak pusing.


Rio menghampiri mamanya mengenggam kedua tangan itu dengan sentuhan hangat.


"Ma, percaya sama Rio.Tanpa bekerja sama dengan perusahaan pria brengsek itu, Rio sangat yakin Ma jika Rio mampu mengembangkan bisnis perusahaan kita menjadi lebih baik lagi,"


"Bagaimana dengan papa mu Rio pasti dia akan tetap pada keputusan awalnya tidak perduli seberapa besar alasan mu,"


Untuk tersaat Rio jadi terdiam sementara Dokter yang menanganin pak Morgan telah keluar dari ruangan ICU.


Rio dada mamanya seketika beranjak.

__ADS_1


"Bagaimana dengan keadaan suami saya dok?"Tanya Dewi.


"Sekarang kondisi pasien bisa di bilang dalam keadaan tidak stabil, karena penyakit jantung yang ia alamin cukup serius jadi cara untuk mengatasinya adalah dengan tindakan operasi,"ujar Dokter tersebut menjelaskan.


"Baiklah saya setuju jika suami saya harus menjalankan operasi."


"Baiklah kalau begitu silakan urus dulu administrasinya di depan,"


"Ma, biar aku aja yang urus administrasinya mama tunggu di sini saja jagain papa."


Dewi mengangguk pertanda setuju, tanpa berlama-lama Rio pun langsung berlari ke depan untuk melakukan pembayaran.


Ify kembali merasakan nyeri haid pada bulan ini, sakit sekali rasanya bahkan sakit yang Ify rasakan tidak bisa di katakan dengan kata-kata. ia pun berjalan membuka pintu kamar sambil memegangi perut bawahnya.


Ia berjalan letih menuju kamar Anes maupun Zoya dengan alasan ingin menanyakan apakah mereka punya obat anti nyeri haid atau tidak.


Namun belum sampai di kamar Zoya atau pun Anes perlahan Ify tersungkur dan menyeret posisinya tubuh pada dinding di sekitar, bahkan kedua tangannya tak lepas dari perutnya saat ini.


"Apa yang kau lakukan di sekitar kamar ku?"


Ketika tau suara itu milik siapa, Ify berusaha berdiri untuk menghindari pria itu.


Melihat wanita yang terduduk lemah sambil memegangi perutnya, Zhio jadi paham apa yang di alami wanita ini.


"Kau ini jorok sekali jika sakit perut kenapa malah berkeliaran di luar! lalu apa kau tidak berniat untuk membuang air besar!"


Dengan rasa kesal Ify balik badan ke sumber suara.

__ADS_1


"Kamu itu seorang pria tidak akan mengerti apa yang sedang di alamin seorang wanita di saat haid!"Pekik Ify di tenga sakitnya.


"Emang apa yang sedang kau rasakan?"


Ify hanya terdiam menahan sakit yang semakin menjadi-jadi. Ia pun kembali merosotkan tubuhnya lagi di dinding.


"Argg..sakitt..!!"


Zhio sudah tidak tahan lagi dan menarik pergelangan tangan Ify untuk mengikuti nya.


"Ayo kerumah sakit, aku tidak mau kau mati di aera rumah ku!"


Ify menepis tangan Zhio di tenga rasa sakitnya.


"Aku tidak butuh ke rumah sakit! Aku hanya butuh obat anti nyeri yang di beli apotik!"


Pada saat itu Zoya keluar dari kamarnya dan melihat Ify tenga terduduk lemah.


"Mbak,kenapa?"


"Kamu ada obat peredah nyeri haid gak?"


"Obat sih gak ada mbak, tapi aku punya satu plaster pereda nyeri yang nantinya akan di tempel di perut mbak, gimana kalau pakai plaster aja mbak."


"Baiklah Zoy, aku mau." Jawab Ify dengan anggukan lemah.


Namun Zhio tidak berpindah tempat sedari tadi ia hanya memandori Ify yang tenga kesakitan tanpa bersedia membantu.

__ADS_1


"Maaf tuan kalau gitu saya permisi bawa mbak Ify kekamar dulu yah tuan." ucap Zoya pada Zhio.


"Yeah kalau begitu cepat kau bawa saja dia dari pada berisik, ganggu tau gak!" umpat Zhio lalu pria itu kembali masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_2