Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Rio Tidak Nafsu Makan


__ADS_3

Sajian makan malam telah tersedia di atas meja makan yang berukuran luas sedangkan yang makan di sana hanya berjumlah 3 orang.


Rio sedari tadi hanya menusuk-nusuk pelan paha ayam dengan garpu di tanganya.ekpresinya yang diam saat makan mengundang Dewi untuk bertanya apa yang sedang Rio alamin.


"Rio kamu kenapa, kok ayam sama nasinya gak di makan udah dari tadi loh mama perhatiin."


Sejenak Rio berhenti dari aktivitasnya, ia menatap mamanya sekilas.


"Tidak ma, Rio tidak apa-apa."


"Rio semenjak dari mall tadi siang mama perhatiin sepertinya kamu sedang menyimpan sesuatu yang kamu sesalin."


"Rio besok kamu akan mengadakan rapat penting dengan 2 orang pembisnis papa dan papa pastinya tidak ingin ekpresi murung mu terbawa saat dalam rapat. Sudahlah cepat habiskan makanan mu dan setelah itu pergi tidur."


"Baiklah pa aku janji tidak akan mengecewakan papa saat mengadakan pertemuan rapat nanti" Rio memakan 3 suap nasi lalu beranjak berdiri.


"Aku sudah selesai makan ma pa, kalau begitu aku pergi ke kamar dulu yah"


"Tapi Rio kau belum menghabis kan makan malam mu,"


"Aku sudah kenyang ma,"Ucap Rio lalu melangkah pergi naik ke atas tangga.

__ADS_1


"Sudahlah ma, yang penting anak kita sudah memakan 3 sendok nasi. Mungkin saja Rio mau mencoba untuk diet"


Dewi mengambil nafas gusar, dan mulai berbicara lebih serius pada suaminya.


"Mas, soal Nayna apa mas sudah mendapatkan informasi?"


"Sampai saat ini mas belum mendapatkan informasi tentang keberadaan anak kita, mas juga sudah menyuruh orang untuk mencari kedua suami istri yang pernah bekerja bersama kita dulu namun nyatanya mereka tidak di temukan."


'Darso Lasmi kalau sampai aku berhasil menemukan kalian berdua maka aku tidak akan memaafkan kalian dan tentunya akan menjebloskan kalian berdua ke dalam penjara!'Dewi marah dalam diam kepada dua orang yang dulunya bekerja sebagai pelayan di rumahnya. Intinya Dewi sangat berharap untuk bisa bertemu dengan Nayna dan begitu sangat penasaran seperti apa wajahnya sekarang.


......................


"Mama makan sendirian saja, kenapa tidak panggil Zhio dulu sama istri Zhio untuk makan"


Nyonya besar yang tadinya begitu nafsu untuk makan malam malah sekarang selera makannya berkurang ketika melihat wanita yang berada di samping Zhio.


"Sarapan tadi pagi saja kau tidak mengajak mama sekarang gantian dong mama juga bisa begitu, kalau saja tidak ada wanita itu maka kita akan selalu makan bersama."


Sekarang Zhio beranggap jika perkataan mamanya tersebut adalah angin lalu jadi tidak usah di perdulikan.


"Sayang ayo duduk kita akan tetap makan malam bersama."Zhio manarik kursi agar mempermudah Ify untuk duduk.

__ADS_1


"Yah terimakasih mas,"


"Sialan, nafsu makan ku jadi berkurang ketika ada wanita ini."


"Ma, mama tu bisa gak sih hargai Ify sekali ini saja sebagai menantu mama!"


"Apa kamu bilang. Hargai? Zhio apa kamu tidak sadar dulu kamu seperti mama begitu membenci wanita ini karena dendam. Lalu kenapa sekarang tidak lagi, ha atau jangan-jangan?" Nyonya besar menunjuk jari telunjuknya kepada Ify. "Kamu main dukun yah terus pelet anak saya supaya jadi luluh sama kamu iyakan!"


Ify menepis keras perkataan yang mama mertuanya ini katakan. Dugaannya justruh salah besar, padahal Semua itu adalah fitnah.


"Tidak tante kau tidak pernah main dukun."


"Yah saya tau, kau pasti tidak akan mengadu di depan Zhio!"


"Ma, cukup! Harusnya mama tau aku berubah bukan karena Ify main dukun atau apapun itu. Tapi aku hanya ingin berubah saja ma, lalu apakah aku salah jika aku berubah menjadi lebih baik."


"Tapi Zhio kau berubah baik pada orang yang salah, sudahlah ayo Zhi kembali lah ke Zhio yang dulu mama sangat rindu kamu yang jahat seperti dulu."


"Tidak ma aku akan tetap pada keputusan ku untuk berubah manjadi lebih baik."


Ify sangat tersentu melihat Zhio yang telah membelanya coba saja Zhio bersikap baik setelah awal menikah dan bukan sekarang.

__ADS_1


__ADS_2