
Sesuai janji dan kesepakatan nyonya besar dan Aliya akan bertemu di sebuah cafe, dan kali ini mereka berdua telah berada di cafe itu dengan di temani dua gelas jus jeruk.
Nyonya besar tak berhenti terus memojokan Aliya karena tidak becus melakukan apa yang menjadi tugasnya sedangak Aliya ia hanya bisa membela diri dan tidak mau di salahkan.
"Lihat Al gara-gara kamu Zhio jadi membenci tante dan malah membela wanita itu! kalau nyatanya seperti itu seharusnya tante sendiri saja yang melakukan tugas itu"
Usai menyeruput jus jeruknya Aliya kembali menjawab apa yang di ucapkan nyonya besar.
"Harus berapa kali aku katakan itu sepenuhnya kesalahan ku tante, lagi pula aku tidak tau jika wanita itu memiliki salinan vidio itu, jadi tante stop nyalahin aku terus"
"Sudahlah Aliya kalau gini caranya mending kamu kubur keinginan kamu untuk mendapatkan Zhio karena sekarang hanya ada istri nya di dalam hatinya!"
''Ayolah tan, masak gara-gara itu tante nyerah buat dukung aku supaya dekat dengan Zhio kan kita bisa rencanai tugas berikut nya tante. lalu apa tante tidak ingin punya menantu kaya , pintar, cantik seperti aku"Aliya membanggakan dirinya sendiri ia sangat berharap nyonya besar tertarik mendekatkan Zhio dengannya lagi.
Di suatu sisi nyonya besar sangat mengharapkan punya menantu kaya, pintar, cantik seperti Aliya dan tanpa ragu-ragu ia kembali tertarik dengan buaian yang Aliya berikan padanya.
"Emangnya rencana apa Al, rencana apa yang ingin kau rencana kan? lalu apa kamu yakin Zhio akan jatuh kepelukan mu setelah rencana mu berhasil?"
__ADS_1
"Tante tidak akan ada hasil jika belum ada usaha dan perjuangan"
"Apapun yang ingin kamu rencakan tante sangat berharap hanya kamu yang melakukan nya sendiri karena tante tidak ingin terlihat.dan tante sangat berharap jika rencana mu tidak melibatkan tante seperti pura-pura lumpuh kemarin"
...----------------...
"Semuanya kembali ke tempat masing-masing karena 2 menit lagi pak Morgan dan istrinya akan segera datang kemari" Intrupsi Robby pada semua karyawan di dalam ruangan ini.
Semuanya pun menurut dengan berjalan, berlarian ketempat duduk nya masing-masing. bahkan Ify lupa kalau sekarang ia masih berada di ruangan Bella.
"Ify apa yang kamu lakukan di ruangan mu, cepat kembali keruangan mu nanti kelak pak Morgan dan istrinya datang bisa habis di marahin kamu"Ucap Bella pada Ify.
Ify Buru-buru berlari keruangnya, karena terburu-buru ia tanpa sengaja menabrak dada bidang Mario saat ini juga sehingga membuatnya hampir saja terjatuh kalau bukan Mario yang menahan tubuhnya saat ini.
Mario dan Ify saling berpandangan ketika dalam posisi seperti ini, senyum simpul merekah indah di bibir Mario sehingga ia tidak mempunyai keinginan untuk melepas kan tubuh Ify.
Adegan itu berangsur sekitar satu menitan dan mereka juga tidak sadar jika mereka di lihat Jelas oleh pak Morgan dan Bu Dewi.
__ADS_1
Pak Morgan berwajah masam saat apa yang seharusnya tidak ia lihat hari ini terjadi tepat nya di depan Mata. Mario putra semata wayangnya tidak menyangkah akan melakukan hal yang memalukan bagi keluarganya.
"Mario! apa kamu lakukan!!" Hardik Pak Morgan.
Mario dan Ify pun menoleh ke arah sumber suara bahkan mereka tak percaya jika Pak Morgan dan Bu Dewi telah berada di hadapan mereka. Alhasil Ify segera membenarkan posisi tubuhnya dan sedikit menjauhkan diri dari Mario.
"papah...mamah...
Dengan langkah cepat pak Morgan menghampiri Mario ia menatap wajah Mario dan bergantian menatap wajah Ify.
"Papa tidak menyangkah jika kamu berani melakukan hal memalukan seperti ini di depan umum!"
"Maaf pa, tadi Ify hampir saja terjatuh jadi aku menahan tubuhnya agar tidak terjatuh"
"Ah iya sebenarnya ini kesalahan saya juga karena jalan tidak lihat-lihat lagi" ucap Ify dengan suara pelan.
Pak Morgan balik menatap Ify yang saat ini tenga tertunduk."Dan kamu, bukanya kamu istri nya Zhio kan, lalu kenapa kamu bisa bekerja di perusahaan anak saya!"
__ADS_1
"Mas, cukup. tidak perlu bicara sekasar itu kepada Ify terlebih banyak stap lain yang memperhatikan kita" Dewi merangkul kedua lengan Ify. "Ify kamu ikut tante ke dalam dulu yah, tante ingin bicara sama kamu"