Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Di Angkat Menjadi Sekretaris Kedua


__ADS_3

Semua orang yang ada di kantor Rio pasar hebo sendiri mereka sibuk bergosip membicarakan perihal Ify yang di angkat oleh Rio menjadi sekretaris keduanya sedangkan hanya Bella sendiri yang tidak ikut bergabung bersama yang lainnya.


"Enak saja yah dia, padahal dia itu baru pertama bekerja malahan belum sempat bekerja eh malah di angkat sama Pak Mario di jadikan Sektarian kedua,"


"Iya loh, aku saja sudah 7 tahun bekerja jabatan ku tidak pernah naik tapi sedangkan wanita itu"


"Padahal yah wanita itu sama seperti Bella hanya lulusan SMA hooh tidak masuk akal"


"Hanya lulusan SMA, aku yakin dia tidak mengerti apa-apa kan pekerjaan menjadi sekretaris begitu berat,"


Begitulah butir-butir gosip yang saling beredar di penjuru perusahaan.


Sadar akan menjadi omongan semua orang Ify beranjak dari kursi yang ia dudukin sebenarnya ruangannya sangat dekat dengan atasanya.


"Aku rasa aku tidak bisa menerima jabatan ini Rio, aku aku rasa aku tidak pantas. aku mohon Rio tolong beri aku jabatan yang biasa-biasa saja sama seperti mereka para pekerja baru,"


"Yah aku sudah menduga jika kamu akan datang menemui ku karena omongan semua karyawan ku,tapi kamu tidak perlu khawatir dan tidak usah perdulikan omongan mereka nanti akan aku bantu agar membuat mereka semua bungkam,"


"Tapii Rio....


"Apa kamu ingin pindah ruangan di sampingku, jika ia maka lakukan aku sangat bersedia kamu berada di sisi ku,"

__ADS_1


"Hmm tidak, aku akan kembali keruangan ku sekarang juga.."


Rio tersenyum melihat punggung Ify yang mulai menghilang dari jangkauannya, lalu ia pun bergumam.'Andai saja kamu tidak memiliki suami sudah aku pastikan aku akan memiliki mu seluruhnya, dan membuat mu bahagia itulah keinginan ku'


Aliya tenga berada di perusahaan Zhio bersama nyonya besar yang duduk di kursi roda yang sedang di dorong oleh Aliya menuju ruangan Zhio.


Saat ini Martin masuk ke ruangan Zhio lalu memberitahu kan informasi jika Nyonya besar dan Aliya tenga berada di kantornya.


Baru saja di bicarakan pintu ruangan Zhio terbuka sendiri dan Zhio tau siapa yang melakukannya.


"Ma, kenapa mama datang kemari? kan mama harus istirahat jangan banyak gerak dulu,"


"Tenang saja Zhi selama bersama ku Tante Mala akan baik-baik saja tidak akan ada leset sedikit pun,"


"Hmm terimakasih yah Al sudah bantu mama aku,"


"Sama-sama Zhi, oh iya ini aku bawain makan siang buat kamu makan siang jadi kamu tidak perlu makan di luar,"


"Tuh kan Zhi, Aliya ini udah cantik, baik perhatian lagi cocok yah Zhi di jadikan istri,"Sahut mamanya lagi.


Zhio tidak ingin membahas apa yang barusan mamanya ucapkan malahan Zhio mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Terus bagaimana kata dokter tentang kondisi kaki mama?"


"Hmm untuk kabar baiknya masih lama Zhi pokoknya tunggu saja yah pasti nanti mama akan bisa jalan kembali, oh iya Zhi mama harus pulang mama tidak bisa berlama-lama,"


"Yasudah ayo Tan kita pulang,"


"Aliya kamu tidak perlu ikut pulang bersama Tante kamu cukup temanin Zhio makan siang saja sekaligus makan siang bareng,"


"Yah terus Tante pulangnya sama siapa kalau bukan sama aku?"Tanya Aliya dengan nada kekhawatiran.


"Tante nanti bisa pulang bersama Martin, sudah kamu tenang saja Tante yakin Martin bisa anterin Tante sampai selamat."


Martin pun kembali masuk lagi keruangan Zhio dan ia merasa tidak keberatan jika mengantar orang tua atasanya itu.


Martin dan Tante Mala tidak berada di dalam ruangan Zhio lagi dan sekarang hanyalah ada Zhio dan Aliya. Di dalam hati Aliya tersenyum penuh kemenangan akhirnya ia bisa berduaan lagi dengan Zhio tanpa ada yang mengganggu.


Aliya berjalan cepat saat ini ia berdiri di samping kursi kerja yang Zhio dudukin.


"Lihat aku sudah masak yang enak-enak untuk makan siang mu,"ucap Aliya seraya membuka satu persatu bekal yang bertingkat tiga itu.


"Ini benaran kamu yang masak?"Tanya Zhio penasaran.

__ADS_1


"Iyalah Zhi tentu aku yang masak, emangnya kenapa sih?"


"Kalau ingin berbohong harus pintar,"ucap Zhio seraya mengeluarkan kertas dari merek masakan yang Bella beli di restoran tadi.


__ADS_2