Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Hari Pertama Manafkai


__ADS_3

Berada di situasi seperti ini sekarang jujur bukanlah sebua keinginan, tapi pria di depannya kenapa terus menarik pergelangan tanganya hingga saat ini mereka tiba di samping mobil mewah.


"Lepaskan!"Ify terpaksa menarik pergelangan tangannya dari tangan Zhio sehingga noda merah tercipta di pergelangan tangan Ify.


"Masuk!"intrupsi Zhio dengan kalimat yang menekan.


"Tidak! Kenapa aku harus masuk kedalam mobil mu!"


"Aku bilang masuk sekarang!"


Namun kali ini lagi-lagi Ify monolak Zhio yang memintanya untuk masuk ke dalam mobil.


"Aku bilang tidak! Yah tidak!"Ify memutar balik badannya hendak masuk kedalam rumah lagi.


Zhio benar-benar tidak tahan dengan sikap Ify yang menurutnya telah jauh berubah dari Ify yang penurut sampai-sampai Zhio terpaksa mengangkat tubuh pendek Ify lalu meletaknya di bahunya.


Ify menjerit di saat melihat tubuhnya di angkat begitu saja apalagi dengan posisi kepalanya menjulang kebawah. Wanita itu panik dan meronta-ronta menuntut Zhio agar segera menurunkannya.


"Hey mau apa kamu! Lepaskan aku!"



"Berisik!" Umpat Zhio.


Dengan begini itu akan mempermuda Zhio ketika mamasukan Ify masuk ke dalam mobilnya.


Ify sudah duduk di samping bangku pengemudi ia ingin turun tapi terlebih dahulu Zhio malah menutup pintu mobilnya dan memberi wejangan agar Ify tidak boleh turun.


Tidak menunggu waktu lama Zhio pun juga masuk ke dalam mobil itu.pria itu hanya fokus dengan mobilnya tanpa memperdulikan Ify yang terus-terusan mengomel.


"Apa kau gila. Aku tak mau ikut dengan mu!"


"Aku tidak gila. namun aku hanya ingin membuktikan jika aku sangat mampu menafkahi mu di banding pria itu!"

__ADS_1


Zhio melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi layaknya seorang pembalap handal mukanya terlihat sangar, maka Ify jadi tak berani untuk meronta-ronta lagi.


Namun kali ini Ify sangat marah karena Zhio hampir saja menyerempet mobil-mobil yang melintas di depannya.


"Bisa gak sih kamu itu kurangin kecepatan!"


"Sebaiknya kau diam dan tidak usah banyak bicara!"


"Kamu itu yah dasar ker....


Sssst....


Ify tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena Zhio menghentikan mobilnya tepat di depan pusat perbelanjaan besar.


Kali ini Zhio turun lebih dulu, kemudian ia berjalan melangkah membukakan pintu mobil dan menyuruh Ify untuk segera keluar.


"Keluar!" Intrupsi Zhio dengan nada dingin.


Zhio yang tak mempunyai riwayat penyakit darah tinggi, mungkin hari ini iya akan merasakannya jika terus beradu debat dengan Ify sang yang wanita yang keras kepala. Tanpa aba-aba Zhio menundukan dirinya sehingga wajahnya sekarang tepat di depan wajah Ify.


Ify membulatkan mata karena Zhio sangat dekat padanya."Apa?apa yang akan kau lakukan?"


"Apa yang akan lakukan kau bilang. Kau lihat saja apa yang akan aku lakukan," Ucap Zhio menyeringai.


"Jangan macam-macam a aku bisa saja teriak!" Ucap Ify yang saat ini menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Coba saja berteriak kau pikir orang-orang berani menghakimi ku begitu saja, ingat kita sudah menikah. Apa ada orang mau menghakimi suami yang ingin memperkosa istrinya tidak kan."


"Ha! Kau gila Zhio!!"Ify memejamkan mata saat Zhio mulai mendekati wajahnya, hingga yang terasa adalah nafas Zhio yang terasa hangat.


Zhio berdecih, dengan wanita aneh di depanya ini.


"Tidak perlu selebai itu, karena aku tidak akan sudih menyentuh wanita seperti kamu. Aku hanya mencoba melepas sabuk pengaman mu saja." Ujar Zhio yang saat ini telah berdiri seperti semulah.

__ADS_1


Seketika hal itu membuat Ify terasa legah,ia sampai menghembus nafasnya pelan sembari mengusap dada.


"Cepat keluar, sebelum aku bertindak tidak wajar!"


"Iya iya.."


Pusat perbelanjaan tapi di sini lebih banyak menjual makanan ringan, saat ini Ify melihat satu persatu makanan ringan yang terjejer di rak. Bahkan Ify termangu tak menyangkag harga satuan saja 35 ribu padahal ini hanya keripik singkong yang di kemas 250gram.


"Cepat ambil makanan apa yang kau sukai karena aku tidak punya waktu lama."Ujar Zhio yang menilik jam di tanganya.


Seketika Ify mengeluh, ia menggeleng.


"Semuanya sih enak, tapi lebih baik tidak usah harga di sini sangat lah mahal lihat diskon nya saja beda jauh dari harganya."


Zhio berkacak pinggang, ternyata selera mahal tidak cocok untuk wanita murahan.


"Tidak usah memandang harganya ambil saja apa yang kau suka apa kau pikir aku tidak mampu membayar itu semua!"


"Bahkan makanan ringan yang pria itu berikan justru banyak diskonnya dan murah,"Gumam Ify pelan namun Zhio masih sempat mendengarnya.


"Apa tidak ada hal lain yang bisa di bahas! Kenapa kau membanding-banding kan aku dengan pria itu. Kasta ku dan pria itu berbeda dia miskin sedangkan aku kaya raya."


Zhio sangat kesal dengan sikap Ify saat ini pada akhirnya ia mengambil keranjang lain yang jauh lebih besar. Zhio mengambil semua makanan ringan yang terjejer di rak itu tanpa melihat harganya.


"Hey apa yang telah kau lakukan!"


"Kau tidak lihat aku sedang apa!"


"Aduh sudah sedikit saja, itu sangat mahal!"Ify sangat protes dengan sikap Zhio.


"Aku pewaris tunggal AngkasaGroup apa kau pikir aku tak mampu membeli makanan ringan di sini bahkan jika aku mau aku bisa membeli tokoh ini."


Bisa di bilang ini lah hari pertama Zhio mengajak Ify berbelanja,

__ADS_1


__ADS_2