
"Ibu Maya, ada seseorang yang ini bertemu dengan anda,"Ucap seorang polwan sembari membuka gembok jeruji besi tersebut.
"Siapa yang ingin bertemu dengan ku?"
"Mari ikut saja, nanti ibu maya akan tau sendiri nantinya."
"oke baiklah," Polwan itu pun menuntun Maya kearah tempat di mana orang-orang yang ingin menjenguk keluarganya di dalam sel.
"Maamaa...!"
"Aliya..!"Segera Aliya memeluk tubuh Maya, namun Maya tidak bisa balas memeluk Aliya karena kedua tangannya di borgol.
"Mama, gak apa-apa kan?maaf ma kalau saja aku bersama mama mungkin mama gak akan masuk ke dalam penjara ini."
"Permainan Zhio begitu gesit sehingga mama tidak tau jika dia sudah tau lebih dulu kedok mama."
Aliya melepas pelukannya, ia segera menyuruh mamanya untuk duduk di bangku yang telah di sediakan.
"Terus bagaimana bisa Zhio mengetahui keberadaan Ify bukan kah dia begitu membenci Ify atau jangan-jangan Zhio sudah mulai memberi rasanya untuk Ify."
__ADS_1
"Apa yang sedang kau pikirkan Al, Zhio tidak mungkin menyukai Ify, itu semua murni ia lakukan untuk menjebak mama dengan memanfaatkan wanita itu."
"Dan itu bearti aku masih bisa dong untuk mendapatkan hati Zhio kemudian menyingkirkan Ify dari kehidupan Zhio, secara Zhio tidak mungkin menolak diri ku ma, lihat wajah ku bukan kah sangat mirip dengan Eliza."
"Yahh mama setuju dengan keputusan mu, tapi kau harus ingat satu hal jika sudah bertemu Zhio nanti pura-pura lah untuk tidak mengenal mama apa kau mengerti Al?"
Aliya menarik sudut bibirnya dengan seringai jahat.
"Mama tidak perlu khawatir karena aku bisa melakukan semua termaksud membebaskan mama dari ruangan terkutuk ini."
"Yah, mama percaya pada mu dan mama harap niat mu berjalan lancar,"
"Ibu Maya, waktu berbincang mu telah habis ayo masuk kembali ke dalam sel tahanan mu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Cepat kemasin seluruh pakaian mu, mulai hari ini kau harus ikut aku lagi untuk kembali pulang ke rumah"
Ify yang baru saja selesai mandi memandang Zhio dengan mengintimidasi.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak ingin pulang ke rumah mu lagi lebih baik aku mengontrak saja di banding harus tinggal lagi bersama mu."Ify kembali meletakan handuk yang pakai untuk mengeringkan rambut ke atas meja.
"Aku mengerti maksud pikiran mu, kamu tenang saja setelah pulang kerumah aku akan memperlakukan mu dengan baik seperti layaknya istri, bukan hanya itu, aku pasti akan bilang ke mama untuk tidak berprilaku semena-mena pada mu."
Padahal niat terbesar Ify adalah menceraikan Zhio, masak ia harus kembali kerumah itu lagi dan pertemu nenek sihir yang kejam siapa lagi kalau bukan nyonya besar.
Segera Ify berjalan mengambil sesuatu yang ada di dalam koper satunya. Rupanya yang Ify ambil adalah beberapa berkas gugatan cerai yang tempo hari telah ia buat.
"Apa itu?"
"Ini adalah surat gugatan cerai, hari itu aku datang ke rumah mu untuk menyuruh mu menanda tangani surat ini tapi waktu itu kau tidak ada di rumah dan hari ini bisa kau menanda tangani surat ini, lagi pula untuk apa mempertahan kan pernikahan ini jika kau saja masih dendam pada ku"
"Tidak akan ada kata cerai, dan aku tidak akan pernah menanda tanganin surat ini" Ucap Zhio sembari merobekan berkas-berkas itu menjadi beberapa bagian kecil. "Bukan kah sudah aku bilang aku akan mempertahankan pernikahan kita hingga di antara aku dan kamu saling mencintai."
"Zhi, aku menghabiskan uang ku hanya untuk mengurus semua surat-surat itu tapi dengan tega kau merobeknya."
Zhio tidak perduli dan malah melangkah maju menuju koper miliknya melwati Ify begitu saja.
"Kita harus tiba di bandara 1 jam lagi, cepat kemasin semua keperluan mu aku tidak ingin ketinggalan pesawat karena terlalu lama menunggu mu."
__ADS_1