Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Terpukau


__ADS_3

Ify tak bisa membayangkan jika pagi ini ia l kembali di pertemukan dengan bik Lasmi orang yang selama ini membuat nya mengapa kabur dari rumah. bahkan saat ia sampai di rumah jantungan berdebar-debar karena berlari kencang untuk menghindari Bik Lasmi. Bahkan menurut Ify Bik Lasmi tidak pernah berubah ia tetap menganggap Ify bagaikan ladang uang bagi kehidupan nya.


"Benar, Jadi kamu melihat Nayna?"Tanya Dewi Pada Lasmi yang sedang duduk di hadapan nya.


"benar nyonya saya tidak berbohong tadi saya beneran lihat Nayna di pasar tapi eh dia malah kabur begitu saja ketika melihat saya"


"Kenapa bisa kabur! pasti Nayna takut ketika melihat kamu Lasmi makannya dia kabur, ayo katakan pasti hal buruk pernah kamu perbuat pada Nayna sehingga dia takut dan kabur saat bertemu dengan mu iya kan?"


"Maafkan saya nyonya Dewi saya benar-benar tidak becus, saya ceroboh karena tidak bisa menahan Nayna saat tadi."


"Sudahlah pokoknya saya tidak mau tahu detik ini juga kamu harus mencari Nayna lagi sampai ketemu maka kalau tidak urusan ini akan berpindah tangan pada polisi"


"Tidak nyonya saya mohon jangan, pokoknya saya akan berusaha untuk menemukan Nayna kembali kepada mu nyonya"


"Saya pegang kata-kata mu Las"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tepatnya malam ini ada undangan pesta dari Jayagroup fashion, tentunya orang-orang penting seperti kita pasti di undang terutama kamu kan Zhi, aku berharap bisa datang ke pesta itu bersama mu"


"Lihat saja nanti," ucap Zhio seraya fokus pada laptopnya saat ini.


"Tante Mala akan sangat kecewa jika kamu tidak datang ke pesta itu bersama ku Zhio, jadi sekaligus sore ini juga aku mau kamu temanin aku cari gaun untuk ke pesta, kamu yah Zhi"


"oke tapi aku tidak berjanji,"


Melihat Zhio yang sedari tadi tidak merespon maka yang sekarang Aliya lakukan adalah berdiri di belakang kursi kerja Zhio dan menumpukan kedua tangan nya di kedua pundak Zhio.


"Tapi intinya kamu harus mau temanin aku ke pesta itu, kamu tidak mungkin kan membiarkan aku datang sendirian ke sana," Aliya mengubah posisinya seperti memeluk Zhio dari belakang.

__ADS_1


"Permisi bos ini ada...." Martin tak dapat melanjutkan kata-kata nya di saat kedua matanya melihat apa yang di lakukan Aliya kepada atasannya. "Maaf, bos saya tidak tau"


"Mengganggu saja," Hardik Aliya.


"Aliya lepaskan! ini kantor bukan tempat untuk berpelukan!"


"Tepatnya jam 3 sore ini aku akan menunggu mu di rumah untuk mengantar ku ke butik maka jika tidak aku tidak akan tau lagi bagaimana respon tante Mala terhadap mu, bye Zhio sayang"


Aliya tersenyum pada Zhio sembari mencolek dagu Zhio lalu ia pun berjalan menuju pintu luar namun senyumannya berubah kecut di saat dia berpapasan dengan Martin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini Ify dan Mario berada di satu mobil yang sama dengan di kendarai seorang supir


"Aku tidak enak meninggalkan pekerjaan yang belum aku selesai kan hari ini"


"Tidak masalah aku akan meminta Robby untuk membantu mu menyelesaikan pekerjaan,"


"10 menit lagi kita akan sampai,"


Tepatnya 10 menit mobil yang di tumpangi Ify dan Mario pun telah sampai di sebuah butik besar dan terlihat mewah, segera Mario turun lebih dahulu.


"Ayo turun,"


"Baiklah,"


setelah masuk ke dalam butik mereka di sambut baik oleh para karyawan di sana.


"Selamat sore Pak, ada yang bisa saya bantu"

__ADS_1


"Yah ada, saya ingin kalian mengmake over wanita ini sekali gus carikan gaun yang mahal pastinya terbaik dan pantas untuk wanita ini pakai."


"Tapi pak wanita itu sudah cantik, jadi apa yang perlu di makeover lagi" ucap salah satu karyawan di sana.


"Yah maksud saya setidaknya beri dia sedikit polosan agar nantinya dia terlihat mempesona saat di lihat orang lain"


"Oh baiklah pak saya mengerti"


Mario melihat Ify yang fokus melihat-lihat gaun yang ada di sekitarnya kemudian ia kembali menghampiri Mario.


"Ada yang kamu suka di antara gaun-gaun itu?"


"Harganya sangat mahal, aku tidak tertarik. emangnya kamu mau beli baju untuk siapa?"


"Mari mbak ikut saya kedalam ruangan pakaian,"


"Aku?" Tunjuk Ify pada dirinya sendiri.


"Sudah ikuti saja, nanti juga kamu akan tau sendiri," ucap Mario.


"Eh tapi, untuk apa?"


Mario mendorong pelan bahu Ify menuju ruang ganti pakaian yang di maksud karyawan itu. "Ayo masuk saja nanti juga kamu akan tau"


Ify tidak bisa berkutik lagi saat kedua tangannya sudah di tarik oleh dua orang menuju ruang ganti pakaian.


Mario menyempatkan diri menghabiskan waktu membaca majala sembari menunggu Ify yang sedang di makeover, namun tak lama salah satu karyawan pun keluar dari dalam kamar itu.


"Permisi pak mbak nya sudah kami selesai make over dan bapak pasti akan terpesona ketika melihat nya nanti."

__ADS_1


Namun tak lama Ify pun keluar dengan tampilan barunya yang terlihat lebih cantik sampai-sampai Mario di buat terpukau akan kecantikannya.


__ADS_2