
Setelah seharian bekerja akhirnya Ify mengistirahatkan diri di kamarnya ia merenggangkan suluruh otot tubuhnya yang terasa sakit. selain Zhio,nyonya besar juga sukses menekan mentalnya secara tak langsung.
Kruug..
Perut Ify berbunyi menandakan jika saat ini ia sedang lapar dan baru di ingatnya kalau perutnya sama sekali belum terisi makanan karena sibuk bekerja dari pagi hingga malam.Ia bekerja secara 24 jam tanpa istirahat sedangkan Zoya dan Anes di perbolehkan istirahat karena pekerjaan mereka memang ringan tidak seperti Ify yang selalu di suruh ini dan itu. Kira-kira kapan hidupnya akan happy ending.
Tak lama Ify mengambil hpnya yang lama belum ia sentuh sama sekali. Di sana terlihat notifikasi jika paket data Ify yang 30 GB akan segera habis masa tanggalnya, oh tuhan bahkan data internet yang ia beli baru menyisakan 24 GB sayang sekali jika harus habis.Ify memurungkan wajah sedihnya karena ia berpikir tidak akan ada uang untuk membeli data.
Sebuah notifikasi pesan lain masuk tertera nomor tidak di kenalin. Segera Ify membuka pesan tersebut.
"Hay Ify selamat malam, Aku Rio maaf baru kirim pesan sekarang."
Ify termangu di suatu sisi ia bingung harus balas apa. Sementara ia sudah mulai mengetik pesan, namun di hapus lagi.
"Apa kamu sudah makan?"
Rio mengirim pesan kembali padahal pesan yang tadi saja belum Ify balas. Pada ujungnya Ify pun membalas pesan Rio sesingkat mungkin.
"Aku sudah makan."Balas Ify bohong.
"Syukurlah, boleh gak kalau kita vidio call soalnya aku ingin lihat kamu."
Ify menjadi salah tingkah ketika Rio mau mengajaknya vidio call ia pun memperhatikan wajahnya lewat layar hp.
"Hahaha tidak masalah jika kamu tidak bisa,"
"Maaf yah Rio,"
__ADS_1
Ify sangat ingin menerima ajakan Rio untuk bervidio call tapi jika di lihat dari kondisi Ify terlihat jika wanita itu takut dan panik jika Zhio tau dia bervidio call dengan pria lain ia sudah tidak sanggup mendengar hinaan,cacian akan Zhio ciptakan untuknya.
Tok tok tok...
Sebuah ketukan di luar pintu kamar Ify menyita perhatian Ify sehingga membuatnya menyembunyikan hpnya di bawah bantal.
Tanpa rasa ragu Ify berjalan ke arah pintunya dan membukanya.
Zoya berdiri di depan kamar Ify hal ini membuat Ify begitu legah.
"Rupanya kamu Zoy, ada apa?"
"Mbak, tuan dan nyonya meminta mbak untuk menemui mereka di bawah."
Ify mengambil nafas berat, apa lagi ini kenapa mereka tiba-tiba memanggilnya.
Sabar,sabar,sabar dan sabar harus berapa kali Ify mendengar kan Zoya yang terus-terusan menyuruhnya untuk bersabar tapi cobaan silih berganti selalu menerpanya lagi.
Kali ini Ify hanya memangutkan kepala, ia pun berjalan melewati Zoya begitu saja.
Kini Ify sudah sampai di ruangan tempat nyonya besar dan Zhio bercanda gurau dari obrolan mereka, sepertinya mereka membahas tentang bisnis.
Nyonya besar dan Zhio pun sontak mengheningkan diri masing-masing ketika melihat seorang wanita berdiri di belakang mereka.
"Rupanya kau cepat sekali datang kemari, kenapa apa sekarang kau mengingin kan gaji?."
Kenapa membahas gaji, emangnya gaji apa dan apa tujuannya Ify datang menemui mereka berdua.
__ADS_1
"Gaji? Apa maksud nyonya?" Ucap Ify tidak mengerti.
"Hey semua pelayan di sini mendapatkan gajinya masing-masing setelah bekerja, jadi apa kau ingin bekerja secara sukarela tanpa di gaji hmm?"Tanya nyonya besar sekali lagi sedangkan Zhio hanya terlihat tersenyum masam.
"Zhio, cepat sekarang kau berikan gaji kepada istri ofs bukan, maksudnya kepada pelayan mu ini."
"Okay, baik lah ma." Segera Zhio mengambil uang yang ada di saku baju tidurnya. Zhio pun berdiri menyamai posisi Ify ia terlihat memamerkan uang bernilai 500 ribu itu pada Ify.
"Ini untuk jasa mu selama ini,apa kau suka,ini ambil,"
Ify memandangi uang itu dalam waktu yang lama apa ini yang di maksud gaji sekali gus uang nafkah dari Zhio suaminya, ia menggigit bibir bawahnya bimbang antara menerima uang itu atau tidak. Kalau tidak di terima maka harus dari mana lagi ia harus mendapatkan uang.
"Kamu mau apa tidak! Lama sekali berpikirnya, kenapa kamu sedih karena jumlah uangnya terlalu sedikit!"Hardik nyonya besar.
"Ti tidak nyonya saya mau kok,"
"Yaudah kalau mau ini ambil,"
Padahal tangan hendak mengambil uang itu tapi Zhio malah menjatuhkan uang uang itu ke lantai.
"Yah sorry tadi tangan saya licin makanya uangnya tidak sengaja jatuh."
"Tidak apa-apa tuan,"
Dengan berjatuhan air mata Ify terpaksa berjongkok memungut uang-uang itu.
Teruntuk uang yang kau berikan aku berandaikan jika ini adalah nafkah yang telah aku dapatkan dari mu....
__ADS_1