Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Kehadiran Bella


__ADS_3

dari pagi sampai malam ini Ify belum mengistirahatkan diri karena malam ini ia begitu sibuk memasak makanan lezat untuk tamu nyonya besar yang saat ini sedang bergabung bersama Nyonya besar dan Zhio di ruang tamu, apakah sepenting ini kah melibatkan Ify dalam hal memasak padahal ify tidak di perbolehkan dalam memasak oleh Zhio tapi kali nyonya besar yang memintanya untuk masak.


Kenapa harus masak sebanyak ini sedangkan sepertinya tamu mereka hanya satu yaitu seorang wanita cantik


Masakan pun selesai setelah beberapa menit di masak oleh Ify dari rasanya menurutnya tidak masalah.satu persatu masakan telah di letakan di atas meja makan.


"Bella kamu itu udah cantik,modis,pinter lagi tidak salah jika tante pilih kamu buat jadi pendamping Zhio, hehe iya kan Zhio?" Nyonya besar melirik Zhio meminta pendapat jika Bella memang cantik.


Zhio tersenyum lebar"Yah kau benar ma, Bella memang cantik terlebih dia wanita muda yang sukses dengan Karier modeling dan juga dokter kecantikan!"


Mendengar pujian dari pria yang ia suka membuat Bella jadi tersenyum cantik, ia tetap saja terlihat elegant walau sudah di puji setinggi langit.


"Kamu juga Zhio wanita mana sih yang bisa menolak akan pesona yang kamu milikin, kamu itu berwajah tampan,mapan,terus seorang CEO lagi di perusahaan mu."Ujar Bella balik memuji.


"Nah kan apa mama bilang, kalian itu memang pasangan yang pas tidak sepertii..."


Nyonya besar menggantung kalimatnya hal itu membuat Bella menegurnya.


"Tidak seperti apa tante?"Tanya Bella penasaran.

__ADS_1


"Aduuuh itu pelayan satu kenapa sekali masaknya tidak tau apa kalau saat ini tamu spesial saya sedang menunggu!" Nyonya besar terlihat marah karena Ify sangat lama sekali masak di dapur."Bentar yah Bella sayang tante mau ke belakang dulu"


Setelah nyonya besar ke belakang dengan santai Bella berpindah tempat duduk di samping Zhio bahkan lebih tepatnya hampir berdempetan. Sedangkan Zhio yang terlihat sibuk bermain hp seketika berhenti ketika mendapati Bella duduk di sampingnya.


"Cantik tapi terlihat murahan!"Gumam Zhio dalam hati.


"Kamu sedang ngapain sih, kok fokus ke hp aja?"


"yah ada beberapa file yang asisten ku kirimkan ke hp," Ujar Zhio berbohong.


"Hay ayo sudah siap belum masakan nya! jangan buat tamu saya menunggu lama!" Hardik nyonya besar pada Ify.


"Awas saja kalau sampai tidak enak maka dari itu kau yang akan saya masak hidup-hidup!"


"Ah iya ini nyonya semuanya sudah siap!"


Kini nyonya besar dan Zhio telah mengajak tamu mereka untuk bergabung dalam makan malam hari ini. Zhio memandangi semua masakan yang nampak lezat di matanya tapi sebelum berkomentar lezat akankah lebih baik Zhio mencicipi masakan pelayannya ini terlebih dahulu.


"Ayo Bella di makan masakannya tuh banyak lauknya kamu tinggal pilih"

__ADS_1


Zhio yang terlihat perhatian berusaha mengambilkan piring nasi beserta lauk-lauknya untuk Bella.


"Biar aku aja yang ambilin, katakan kamu mau menu yang mana tanya Zhio."


Di suatu sisi Bella sangat senang Zhio perhatian terhadapnya tapi di sisi lain ia tak mungkin makan-makanan berlemak itu sementara Bella itu model harus menjaga berat tubuhnya. Sedangkan semua makanan menganduk lemak berlebih.


"Bella kok malah diam katakan kamu mau menu yang mana biar Zhio yang ambilkan,"


"Aku mau nasi setenga centong aja sama sayur sop,"


"Loh kok nasi sama sayur aja di sini banyak lauk loh Bella sayang."


"Gak apa-apa tante soalnya aku lagi diet maaf yah tante,"


"Oh diet astaga wajar saja bentuk tubuh mu bagus dan ramping,"Ujar nyonya besar memuji.


Zhio tak ingin banyak bicara ia turut mengambilkan saja menu makanan yang Bella minta.


Tibalah saat percobaan masakan yang Ify buat kali ini Zhio mengambil menu semur ayam dan capcay bakso, satu suapan telah masuk sepenuhnya ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Zhio menyesap lama makanan yang ia kunya di dalam mulutnya. Ia tidak menyangkah Ify pelayannya itu sangat pintar dalam memasak masakannya sukses membuat Zhio menambah nafsu makannya.


__ADS_2