
Zhio memang sengaja tidak masuk pergi bekerja pada hari ini malahan ia menghabiskan waktunya menjaga mama sepanjang hari menjelang siang, Ify mendengus pelan seraya memperhatikan nampan berisi makan siang yang ia sengaja Bawak untuk mertuanya.
Ketukan pintu berbunyi pelan sehingga membuat Zhio memperhatikan sosok wanita yang tertunduk lesuh sembari menatap nampan berisi makanan yang wanita itu Bawak.
"Tidak perlu repot-repot mengantarkan makan siang karena tadi aku sudah makanan yang super sehat dari online untuk mama,"Sahut Zhio dengan aura angkuhnya.
"Tapi Mas makanan ini adalah makanan kesukaan mama, ayam bakar bumbu balado..dan...
"Ify mama tidak pernah menyukai ayam bakar bumbu balado bahkan Zhio pun tau kalau mama phobia sama ayam bakar bumbu balado,"
Mama mertua benar-benar bermuka dua padahal sudah dua kali ia melihat mama mertua memakan ayam bakar bumbu balado yang ia buat, Kali ini Ify tidak bisa bila hanya berdiam diri saja.
"Phobia mama bilang, buktinya waktu itu mama meminta ku untuk memasakkan ayam bakar ini,hmm saksinya Bijum, Bijum lihat mama makan ayam bakar ini,"
"Ha, apa benar itu ma?"Zhio berpaling menatap serius mamanya yang terbaring di atas ranjang.
"Ify jangan mentang-mentang kam belum bisa menerima maaf mama maka bukan berarti kamu pitnah mama, Zhio kalau kamu tidak percaya kamu boleh tanyakan pada Bijum saja,"
"Bijum...!! Bijumm...
Tanpa berlama-lama Bijum pun masuk ke dalam kamar ikut bergabung bersama ketiga majikannya.
"Iya Tuan Zhio, ada apa tuan memanggil saya,"
"Kata istri ku kamu melihat mama memakan ayam bakar bumbu balado?"
"Hmm itu tidak benar tuan, walau saya belum lama kerja di sini tapi saya sudah paham makanan apa yang tidak di sukai nyonya besar dan mana yang tidak,"
"Bijum..!!Bijum jangan bohong yah buktinya saya lihat sendiri kok jika Bijum lihat mama makan ayam bakar itu..!"Ify begitu murka pada pelayan paruh baya itu karena berani berbohong.
__ADS_1
"Baiklah Bijum kalau begitu kamu boleh keluar,"Ucap Zhio pada Bijum, Bijum yang paham menundukan kepalanya sebelum menghilang dari pandangan mereka.
"Sekarang kamu percaya mama kan Zhi,"Mama mertua tersenyum seraya mengelus-elus tangan putranya itu.
"Pasti mama yang suruh Bijum untuk berbohong kan, katakan apa mama mengancam Bijum untuk tidak mengatakan kebenarannya."Ify masih terlihat murkah, ia berjalan mendekati mama mertua kemudian meletakan nampan yang ia bawak ke atas meja di samping ranjang.
"Jaga sikap mu!!sekarang kamu berani yah bentak-bentak mama dan menuduh mama yang tidak-tidak, yah aku mengerti aku paham Ify, aku paham dulu mama memang jahat pada mu tapi sekarang tidak kan, mama sudah menunjukan sifat baiknya pada mu jadi apa balas Budi mu hanya seperti ini ha,"
"Aku tidak bodoh, aku tidak pikun bahkan aku tidak amnesia aku sangat yakin pada diri ku jika saat ini mama..
"Argh...
"Ma, mama kenapa lagi ma?"
"Dada mama tiba-tiba sakit Zhi rasanya mama tidak tahan mendengar keributan, tolong hentikan keributan ini yah Zhi," Mama mertua beracting memegang dadanya yang memang tak sakit.
"Kamu dengar apa yang mama katakan kan kaluar dari kamar mama dan Bawak nampan berisi makan siang mu itu sekarang juga,"
"Rasa perduli Mas begitu kuat kepada mama sehingga tidak tahu mana yang benar dan mana tidak,"
ps
"Mau kemana kamu Lasmi?"Tanya Aliya yang sedang duduk bersantai di kursi ruang tamu.Aliya memperhatikan penampilan Lasmi dari atas sampai bawah, ia sangat heran tak biasanya Lasmi seperti ini.
"Anuh Non, saya mau izin pergi keluar dulu yah Non, boleh yah Non,"
"Apa keluar yakin dengan pakaian dan dandanan seperti ini, hahaha apa kamu tidak berkaca seperti badut Ancol, norak.
Lasmi memperhatikan baju yang ia pakai dengan teliti dan baginya baju yang di berikan Mas Aryo sangat bagus dan bermerek,mungkin saja majikannya ini katro.
__ADS_1
"Tidak kok non bagi saya ini bajunya bagus tidak norak sama sekali,"
"Hmm yah terserah kamu saja,"
"Yasudah Non saya boleh izin pergi dulu yah,"
"Apa pekerjaan rumah sudah kau bereskan semua?"
"sudah beres Non, pokoknya non tidak bakalan kecewa"
"Yah baiklah kau boleh pergi sekarang, tapi ingat jangan pulang terlalu lama"
"Baiklah Non Aliya saya mengerti,"
Rumah impian bak istana putri menjulang tinggi seperti manara menghipnotis siapa saja bagi yang melihatnya bahkan saat ini Aryo telah membawa Lasmi ke depan rumah besar itu.
Walau di lihat dari luar Lasmi Marasa senang sekali rasanya tapi sebelum mas Aryo mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah Lasmi malah mengeluarkan hp miliknya berniat memfoto penampilan indah dari luar rumah.
"Sudah belum foto-fotonya?"
"Belum Mas sebentar lagi yah,"
"tidak perlu memfoto terburu-buru lagi pula rumah besar ini sekarang adalah milik mu dan lain kali kau bisa memfotonya setiap hari,"
"Apa mas, apa aku tidak salah dengar kan, rumah ini milik aku Mas?''Tanya Ify dengan menunjuk dirinya sendiri.
"Yah buat apa aku berbohong mulai sekarang rumah ini adalah rumah milik mu Lasmi karena aku memang bersungguh-sungguh mencintai mu,"
"Astaga mas Aryo.. aku sungguh terharu bercampur bahagia sekarang,"seketika Lasmi memeluk Aryo dengan semangatnya."Makasih yah Mas sudah cinta sama aku kalau begitu kita masuk sekarang yuk mas, karena di luar sangat panas"
__ADS_1
"Yah kalau begitu mari kita mengademkan diri melalui AC di rumah mu itu,"