
Zhio menyetir mobil seperti orang kerasukan sehingga membuat Ify yang berada di sampingnya begitu ketakutan.
"Hentikan mobilnya! kamu kenapa sih marah-marah tidak jelas seharusnya kamu urusin saja selingkuhan kamu tadi tidak usah urusin hidup aku!"
"Aliya bukan selingkuhan ku melainkan dia hanyalah rekan kerja tidak ada yang lebih. emangnya kamu yang Terang-terangan berselingkuh dengan Mario!"
"Tidak ada rekan kerja yang sengaja menggandeng kan tangannya pada pria yang telah beristri!"
"Apa kamu sendiri tidak melakukan nya, kamu juga tadi sengaja menggandeng tangan Mario dan satu lagi aku masih teringat jelas kata-kata mu untuk meminta Mario untuk menikahi setelah kita bercerai."
"Kalau iya emang kenapa, kan kalau kita bercerai bukan kah itu bagus kamu dan Aliya adalah pasangan yang serasi, sangat serasi seperti kamu dan Eliza dulu. jadi untuk apa kita mempertahankan nya."
Sssttttt..............
Zhio sengaja mengerem mobilnya secara mendadak sehingga membuat Ify menjadi terhuyung condong kedepan.
"Kamuu tidak berhak menyamakan Aliya dan Eliza karena mereka berbeda meskipun wajah mereka terlihat sama!"
"Oke aku tau sikap Aliya berbeda jauh dengan Eliza tapi aku yakin kamu memiliki perasaan lebih untuk Aliya, iya kan?"
" Cukup Ify...!!! aku tidak mungkin dan tidak akan pernah menaru perasaan untuk Aliya sementara di hati ku hanya ada kamu!"
"A-apa maksudmu?" Tanya Ify yang seakan tidak mengerti apa yang di katakan oleh Zhio barusan.
"Apa kamu tidak paham apa yang aku katakan, aku mencintai mu Ify!! sekali lagi aku mengatakan aku mencintai mu!! hanya ada kamu di hati ku!! bahkan rasa cinta ku pada mu ini jauh lebih besar dari pada rasa cinta ku pada Eliza dulu!! apa kamu masih tidak mengerti juga...!!!"
Sedih terasa haru rasanya saat mendengar Zhio mengungkapkan isi hatinya yang terasa tulus dan tanpa kebohongan saat di dengar. kalimat ungkapan cinta yang baru saja Zhio ungkapkan tak mampu membuat Ify ber
Kata-kata.
Zhio memposisikan tubuhnya menghadap Ify sembari mengenggam kedua tangan wanita itu.
"Jujur aku cemburu aku terlihat tidak suka jika kamu dekat dengan Mario, apalagi saat kau mengatakan akan menikah dengan Mario saat kita bercerai."
__ADS_1
"Aku kesal aku ingin marah pada mu karena kamu begitu mempercayai mama mu dan berlaku tidak adil padaku padahal itu semua bukan lah kesalahan ku, aku juga kesal dan muak saat melihat Aliya selalu berkeliaran di sekitar mu, dan sepertinya mama sangat setuju jika kamu bersama Aliya dan tidak dengan ku"
"Lalu apa kamu pikir aku tidak kesal pada kamu yang selalu berprasangka buruk terhadap mama, padahal mama benar-benar sakit dan sangat membutuhkan perhatian lebih"
"Aku benci kamu karena tidak mau memberi kesempatan pada ku untuk menunjukan bukti yang kuat jika mama hanya pura-Pura lumpuh, mama pura-pura lumpuh supaya bisa mendapatkan perhatian lebih dari mu Mas,"
"Oke fine baik dan sekarang aku memberikan kesempatan pada mu untuk membuktikan kebenaran nya!"
Sejenak Ify menyibukkan diri mencari sesuatu di sekiranya berharap sesuatu yang di carinya ada di mobil Zhio.
"Kamu menarik ku dengan paksa sehingga aku lupa kalau aku meninggalkan tas yang berisi hp di dalam mobil Mario,"
Zhio menjatuhkan tubuhnya pada sandaran kursi. "katakan sudah sedekat apa hubungan mu dengan pria gila itu"
"Dia punya nama, namanya Mario. berikan hp milikmu aku akan menelpon Mario untuk mengambil semua barang ku yang ada di mobilnya"
Mario menggalaukan dirinya di dalam mobil miliknya. mengingat Zhio yang membawa paksa Ify dari genggangamnya. walau sebenarnya Mario sadar bahwa ia tak memiliki hak apapun atas Ify selagi ia bukan suami aslinya.
Melihat hp yang bergetar di atas bangku samping pengemudi seketika Mario sadar jika hp Ify tertinggal di dalam mobil nya.
[Hallo, Rio apakah ini kamu.maaf yah hp milikku tertinggal di dalam mobil milik mu]
[Hp milikmu tidak akan mungkin tertinggal jika saja suami mu tidak membawa mu pergi tadi]
Di balik telpon Zhio memberikan kode jika Ify tidak boleh bicara dengan Rio lama-lama.
[Kamu sekarang apa masih ada di pesta boleh aku kembali ke sana untuk ambil hpnya]
[Aku sudah di jalan menuju pulang ke rumah, lagi pula untuk apa berlama-lama di pesta jika tidak ada teman hhaha]
Ify mengatupkan bibirnya merasa tidak enak akan pristiwa yang terjadi tadi.
[Maaf... ]
__ADS_1
[tidak masalah, tidak perlu meminta maaf sekarang kamu ada di mana, sekarang juga aku akan mengantarkan tas milik mu]Nada bicara Rio seperti merasa kecewa, Ify merasakan nya meski Mario tak ingin jujur.
Nyonya besar begitu menikmati pijatan yang Bijum berikan di punggungnya sampai-sampai ia hampir memejamkan kedua mata rasanya mengantuk ingin sekali tertidur.
dan baru saja ingin memejamkan mata suara keras Zhio terdengar dari lantai 1 menuju lantai 2.
"Mama.....!!!!" Mamaa....!!!"
"Anak itu tidak punya sopan santun sekali memanggil orang tua dengan suara keras seperti itu!" Cibir nyonya besar saat ini juga.
Bijum yang tidak tau menau pun menghentikan laju pijat nya dan mencoba untuk berdiri.
"Nyonya Sepertinya tuan sedang di landa kemarahan,"
"Kemarahan apa, harusnya saya yang akan balik memarahinya karena meninggalkan Aliya di pesta sendirian."
"Maamaa...!!" suara Zhio menggema lagi, kali ini suaranya semakin dekat. sejenak Nyonya besar mengubah posisinya kembali duduk di atas kursi roda.
Pada akhirnya Zhio telah berada di hadapan nyonya besar bersama Ify yang ikut berdiri di samping Zhio. dari raut wajah Zhio sudah kelihatan jika Zhio menyimpan murka yang mendalam.
"Apa-apaan ini ma! kenapa mama berbohong ha! kenapa mama berbohong dengan berpura-pura lumpuh!!"
"Ap-aapa maksud kamu Zhio, mama tidak mengerti. kamu bilang mama hanya pura-pura lumpuh, astaga mama sudah menduga pasti istri mu ini kan penyebabnya"
"setelah melihat vidio ini, mama pasti akan mengerti mana yang benar dan mana yang berbohong!" Ucap Zhio sembari memperlihatkan vidio yang ada di hp Ify di hadapan mamanya.
sorot mata nyonya besar berubah menjadi ketakutan, takut karena semua kebohongan nya telah terungkap.
"Zhi... zhioo mama bisa jelaskan sayang..sebenarnya mama mempunyai sebab untuk melakukan semua itu.."
"Selama ini aku salah ma, aku salah besar membela mama dan selalu mengabaikan Ify, apa ini salah satu rencana mama untuk memisahkan aku dengan Ify? tidak mama tidak bisa memisahkan aku dengan Ify karena aku sudah mencintainya sekarang, tidak ada wanita lain selain Ify di hati ini"Zhio mengenggam tangan Ify yang berada tepat di sampingnya. "Mulai sekarang apapun sandiwara yang mama lakukan aku tidak akan percaya lagi"
"tidak, tidak mungkin Zhio, tidak mungkin kamu bisa mencintai wanita ini. ingat Zhio masih ada Eliza di hati kamu bukan wanita ini!"
__ADS_1
"Aku sadar diri ma, kematian Eliza bukanlah sepenuhnya kesalahan Ify, kematian Eliza adalah takdir. dan satu lagi hari ini dan seterusnya mama tidak perlu lagi memakai kursi roda, kasian kakinya ma sebab aku takut keinginan mama untuk berpura-pura lumpuh akan di kabulkan oleh tuhan"