Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Penculikan Nyonya Besar


__ADS_3

Suara keributan yang ada di luar membuat Bijum terbangun dari tidurnya dan memilih keluar kamar untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Suatu pristiwa tak terduga terjadi tepatnya di lantai satu, namun Bijum tak berani membuka suaranya ia bahkan begitu takut untuk turun ke bawah.


"Cepat kalian bawak wanita ini sebelum satpam penjaga di luar sadar dari pingsannya!" Perintah Maya, menyuruh ke tiga anak buahnya untuk membawa nyonya besar yang juga tidak sadarkan diri berjalan menuju pintu luar.


"Baik nyonya!"


"Mah, pastikan tidak ada barang yang tertinggal" Timpal Aliya.


"Tenang, karena mama sudah mengantongi beberapa perhiasan milik wanita lumpuh ini dan juga wanita itu"


"Bagus, ma. kalau begitu tinggal selangkah lagi usaha kita untuk mendapatkan harta ini akan segera berhasil"


Kaku, keringat dingin,Dan tidak bisa berbuat apa-apa di saat kedua matanya sayunya memperhatikan kejadian itu. Bahkan setelah suara dan bunyi deruh mesin mobil tak terdengar lagi barulah Bijum memberanikan diri untuk menelpon tuannya.


...----------------...


Kue ulang tahun buatan Bella ini memang luar biasa enaknya sampai-sampai Ify tak berhenti memakan potongan kue tiga, dan sambil mengunya kue Ify juga memuji kepintaran Bella.


"Bell, nanti kasih tau aku resepnya yah. kuenya enak sekali"


"Tentu Fy, nanti aku akan kasih tau"


"Sayang, biasakan makan dulu baru bicara. nanti bisa keselek. ini minum dulu" Sahut Zhio sembari memberikan segelas air putih untuk Ify.

__ADS_1


"Iya loh, Nay mama saja nyampe ketagihan sama kue buatan Bella. Jadi Bella memanglah cocok untuk di jadikan menantu idaman"


"Dan tinggal menunggu saja ma, kapan Mario resmi menjadikan Bella sebagai istri nya" Timpal Pak Morgan juga.


Bella hanya tersenyum canggung menimpalin percakapan sepasang suami istri yang sudah menyetujui nya sebagai menantu sedang Mario terlihat tidak ada reaksi apapun hanya diam seraya memainkan game di hpnya.


"Kak,kakak di tanya mama sama papa jadi kapan kakak meresmikan calon kakak ipar ku ini. nanti kalau kelamaan bisa-bisa calon kakak ipar ku ini bisa di ambil sama orang lain"


Jiwa Mario seakan terketuk di saat Ify mengatakan hal yang nampak mengusik dirinya.


"Justru kakak bisa saja melakukannya yah tergantung sih wanita nya sih mau kapan di ajak nikah"


Bella membulatkan kedua matanya tak menyangkah jawaban yang Mario berikan akan seperti itu.


Bella kaku dan terdiam, bibirnya keluh karena tak bisa menjawab pertanyaan Ify. Bahkan yang lain pun ikut terhanyut menunggu jawaban yang akan Bella berikan, namun saat ingin menjawab sepatah kata nada dering di hp Zhio berbunyi. Tanpa menunggu waktu lama Zhio segera mengangkatnya.


[Tuan...Zhio...Nyonya Besar...hiks hiks hiks hiks...]


Suara Bijum terdengar serak di ujung telepon sehingga membuat Zhio menjadi panik.


[Bijum! Ada apa dengan mama!]


[Nyo Nyonya...nyonya d_di bawak oleh Dokter Zulfa dan juga Milka tuan hiks hiks, bukan hanya itu mereka juga membawa 3 orang bertubuh besar masuk ke dalam rumah ini]

__ADS_1


Zhio panik dan langsung berdiri.


[Dokter Zulfa, dan Milka...membawa mama kemana Bijum!!]


[Tidak tau tuan hiks hiks intinya saya mohon tuan, mohon pulang lah sekarang karena keadaan rumah tidak lah baik sekarang!]


[Oke, baik kalau begitu saya akan segera pulang sekarang!]


"Ada apa mas?"


"Kata Bijum mama di culik oleh Dokter Zulfa dan Milka...


"Astaga, Dokter Zulfa dan Milka menculik mama"


"Iya sayang, sepertinya omongan Bijum ada benarnya. aku akan pulang sekarang. dan kamu tetaplah di sini yah, jika keadaan sudah membaik aku pasti akan membawa mu ke rumah."


"Zhio, ini kriminal namanya. kalau begitu Mario kamu temanin lah Zhio pulang ke rumah" Timpal pak Morgan.


"Baiklah pah,"Sahut Mario.


...****************...


Bijum memberanikan diri keluar rumah dan berteriak kencang ketika melihat pak Maman tergeletak tidak sadarkan diri di depan pos jaga.

__ADS_1


"Pak Maman...!tolong....!!"


__ADS_2