
Suara mesin mobil Zhio terdengar kemudian berhenti tepat di depan gerbang yang sudah setengah terbuka. Kemudian terdengar isak tangis Bijum dari balik gerbang.
"Tuan...!!"Pekik Bijum di saat melihat Zhio sudah berlari kearah nya.
"Bijum...ada apa, kenapa dengan pak maman?" Tanya Zhio tak kalah panik, karena saat ini pak Maman telah sadarkan diri tapi masih terlihat lemah dan hanya mampu menyandarkan kepalanya saja di pangkuan Bijum.
"M-maafkan s-saya telah gagal menghalangi para preman itu untuk masuk kerumah ini
"Zhio mending kita bawah masuk bapak ini ke dalam rumah, dan karena dari kondisinya ini tidak memungkinkan" Timpal Mario.
Sontak Zhio saya menganggukan kepala serta menurut saja. pada akhirnya pak Maman di bantu berdiri oleh Mario dan juga Zhio,dan tak lama kemudian Zhio kembali membahas tentang penculikan mamanya.
Pertama-tama Zhio kembali ke dalam kamarnya dan melihat kamarnya begitu berantakan, hal yang paling Zhio tak menyangkah adalah sebuah lemari tempat ia menyimpan berkas-berkas penting.
"Sialan! kemana perginya dokumen penting perusahaan ku!" Ucap Zhio tak main-main bahkan dirinya sudah panik karena aset yang paling berharga di perusahaan nya menghilang.
Kuat dugaan ini adalah ulah Dokter Zulfa dan juga Milka,maka dari itu Zhio segera berlari ke dalam kamar dua pelayan baru yang bekerja di rumahnya.
__ADS_1
...****************...
Zulfa dan Milka telah berada di ruang penyekapan Dokter Zulfa yang asli dan kini kedua wanita itu telah melepaskan penyamaran mereka.
"Hooh, aku rasa aku tak perlu lagi memakai wig yang begitu gatal ini karena rencana kita sekarang sudah berhasil Al"
"Ma, lalu bagaimana jika Zhio tau yang menculik mamanya itu kita berdua?"
"Kamu tenang saja. Zhio pasti hanya mengira jika Zulfa dan Milka saja yang menculik mamanya tapi bukan Maya dan Aliya hihihi"
"Mama memang pintar dan cukup untuk di andalkan, lalu bagaimana dengan wanita lumpuh itu?" Aliya bertanya sekali gus melirik ke arah nyonya besar yang tenga di ikat di samping Dokter Zulfa yang asli.
"Maksud mama?"
"Iya Zhio mau tidak mau harus menandatangani dukumen sah ini untuk kita berdua kalau ia ingin mamanya selamat."
"Aku pasti yakin ma, Zhio tidak akan mungkin menolak untuk menandatangani dokumen ini dan berikan syarat satu lagi padanya dong ma"
__ADS_1
"Syarat apa Al?"
"Aku mau Zhio meninggalkan wanita kampung itu lalu menikah dengan ku, hanya itu ma, aku sangat ingin Zhio menjadi milik ku"
"Ah oke, mama akan bantu kamu untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan Al"
"Oke ma, makasih yah"
...****************...
Martin bersama Mario memeriksa CCTV di laptop, dan dugaannya ternyata benar jika dua orang baru ini adalah penculiknya.
"Pak, Maman coba pak Maman katakan apa BG mobil ini. soalnya dari CCTV ini BG nya tak terlihat" Tanya Martin.
"Maaf Pak, tapi saya benar-benar tidak tau apa nomor BG nya"
"Bearti hanya tiga pria yang berada di rumah ini dan satunya lagi ia menunggu di luar sebagai supir." Timpal Mario.
__ADS_1
Di dalam kamar Zulfa dan Milka Zhio mengobrak-abrik lemari pakaian dan siapa tau ada sesuatu yang di tinggal mereka berdua dan pada saat ia mengobrak abrik selimut sebuah benda yang agak tipis terjatuh ke lantai. Segera Zhio mengambilnya.
"Apa! jadi selama ini Aku telah tertipu! tenyata dia bukanlah Dokter Zulfa yang sebenarnya!Maya Lihatlah kau akan habis di tangankuu!!''