Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Rio Menolong Ify Yang Terkurung.


__ADS_3

"Kenapa kau diam! Atau kau tidak terlihat mampu untuk meneruskan kata-kata mu jadi akan lebih sulit jika preman rendahan seperti kau meneruskan kasus ini ke jalur hukum!" ujar nyonya besar menambahkan kalimat menekannya.


Rio sangat ingin meneruskan kalimatnya tapi dari pada sibuk berdebat dengan mereka mending ia tanya langsung saja pada Ify, karena tujuannya hari ini memang untuk bertemu Ify. Rio mengundurkan diri begitu saja melangkah kearah motornya.


"Wah Zhio lihatlah pria preman itu kena mental sayang.." Nyonya besar tertawa ketika melihat Rio sudah pergi dengan motornya.


"Sudah lah ma, tidak usah perdulikan preman itu lebih baik kita teruskan perjalanan pada tujuan awal kita."


"Oh iya kau benar Zhio ayo kita berangkat sekarang."


Ify berdiri lemas di dalam kamarnya tenggorokannya terasa sakit karena terus-terusan berteriak terlebih jika dia merasakan lapar dan haus.


Tanpa rasa menyerah Ify menempelkan tubuhnya di depan pintu.


"Zoy...Anes...tolong bukain pintu nya dong aku haus dan lapar..."


Zoya dan Anes tangan mereka saling bertautan.


"Zoy..Nes..aku tau kok kalau kalian berada di sekitar sini tolong bukain pintunya dong please."


Zoya akhirnya menyaut mewakili Anes.


"Maaf mbak kita gak bisa berbuat apa-apa apa lagi nyonya besar udah berpesan supaya kami gak bantui mbak, kalau kita bantuin mbak, maka kita berdua akan di pecat mbak."


Ify mengeluh di balik pintu kamar jadi apa yang harus ia lakukan agar bisa keluar dari sini. Ify mencoba ingin menangis walau air matanya terasa susah untuk keluar.


Ini yang kedua kalinya Rio datang kerumah ini lagi, tapi sebelum memencet bel di gerbang Rio pun mengirim pesan pada Ify kalau sekarang ia sedang berada di luar.


Kalau Zoya dan Anes bukanlah jalur baginya untuk keluar dari dalam kamar ini maka dengan cara orang luar lah yang dapat membantunya.

__ADS_1


Perasaan Rio begitu terlihat kesal majikan Ify benar-benar keterlaluan sampai-sampai mereka mengurung Ify di dalam kamar.


Kini Rio memencet bel itu dan satpam pun membukanya hanya sedikit.


"Loh ini bukanya mas-mas yang kemarin yah. Kenapa datang lagi mas?" Tanya satpam itu heran.


Rio tidak perduli, ia memaksa dirinya masuk begitu saja ke dalam halaman rumah itu.


"eh eh walah mas, mas ini gak punya etika masuk kerumah orang begitu saja. Ayo keluar mas." Satpam itu memegang lengan Rio untuk mengajaknya keluar.


Namun dengan tatapan tajam Rio menatap mata satpam itu.


"Teman saya terkurung di dalam kamar itu oleh perbuatan majikan mu kalau sampai teman ku itu kenapa-napa maka saya akan tuntut majikan di rumah ini beserta satpamnya ke jalur hukum!"Hardik Rio pada pak satpam. Nyali pak satpam tiba-tiba menciut ketika melihat pria di depannya berkata dengan serius.


Tanpa memperdulikan satpam itu Rio berlari begitu saja masuk ke dalam rumah besar itu.


"Ify...!!! Kamu di mana!!!"


"Rio....!!! Aku ada di lantai dua...!!"


Rio melangkah dengan kaki seribu setibanya di lantai dua Rio malah bertemu dua wanita yaitu Zoya dan Anes. Bahkan Zoya dan Anes juga panik dari mana asalnya pria asing masuk begitu saja ke dalam rumah milik majikannya.


"Maaf anda siapa!"Ucap Zoya yang merasa ketakutan.


"Di mana Ify!"Tanya Rio sedikit menggertak.


Rio berlari lagi menyusuri beberapa tempat di lantai 2.


"Rio aku ada di pintu kamar warna gold dengan tulisan Z di depannya!"

__ADS_1


Kamar yang Ify maksud telah berada tidak jauh dari tempatnya berdiri. Rio pun telah sampai di depan pintu yang ify maksud.


"Ify kau di dalam kan?"


"Iya Rio aku di dalam sini."


"Yasudah awas lebih baik kau menjauhkan diri dari balik pintu ini karena saat ini juga aku akan mendobraknya!"


"Baiklah Rio."


Brakk.....


Pintu pun terbuka dengan sekali tendangan Rio. Tanpa menunggu waktu lama Rio menghampiri Ify yang berada di dalam kamar.


"Yaampun Ify apa kau baik-baik saja kan?


"Yah Rio makasih yah karena udah bantu aku,"


Rio memegang kedua bahu Ify kemudian menatap mata Ify lebih dalam.


"Sekarang kau tidak perlu banyak bicara. Sekarang kau harus ikut aku kita keluar dari rumah ini sekarang juga!" Tanpa menunggu persetujuan dari Ify langsung saja Rio menarik pergelangan tangan Ify untuk mengajaknya keluar.


"Maaf aku tidak bisa Rio!" Ucap Ify yang terpaksa menarik tanganya yang di tarik oleh Rio.


"Kenapa Ify! Kenapa kau tidak bisa. Atau jangan-jangan apa benar yang pria di jalan tadi katakan jika kau sudah menikah?" Selidik Rio pada Ify yang saat ini tenga memurungkan diri.


Ify mengambil nafas panjang kemudian mengangguk ia membenarkan apa yang barusan Rio ucapkan.


"Aku akan cerita kan masalah yang sebenarnya tapi tidak disini."

__ADS_1


__ADS_2