
Mulai saat ini Ify merahasiakan tentang ia di terima bekerja di perusahaan Mario pada Zhio suaminya, bahkan Ify tidak ingin Zhio sampai tau tentang pekerjaannya. jika saja Zhio bertanya tentang di mana Ify bekerja maka Ify akan berbohong dan mengelak akan mengatakan jika ia bekerja di perusahaan lain.
Sambil melepas dasi kerja Zhio menanyakan tantang pekerjaan Ify sedangkan Ify hanya berusaha tersenyum sembari mengambil satu sepasang sepatu Zhio yang tergeletak sembarang di tempat tidur.
"Aku telah di terima bekerja di perusahaan itu mas,"
"Oh yah secepat itu lalu apakah tidak ada interview ulang?"
Ify menautkan kedua alisnya dan menjawab semua pertanyaan Zhio.
"Apa Mas merasa heran karena aku terlalu cepat di terima bekerja?''
"Bukan itu maksud ku,"Zhio melangkah maju mendekati Ify karena Zhio tidak ingin Ify menjadi salah paham."di perusahaan ku orang yang melamar pekerjaan harus tes ulang lagi atau interview ulang, pasti perusahaan tempat kamu bekerja itu bukan perusahaan besar yah?"
'Maaf mas aku tidak mungkin menjawab jika aku bekerja di perusahaan Rio karena mas tau sendiri jika perusahaan Rio itu sama besarnya seperti perusahaan mu Mas,'
"Hey di tanya kok malah diam?"Ify terhentak terkejut di saat Zhio mengguncang kedua bahunya.
"Ah Mas itu hanya perusahaan kecil siapa pun akan mudah jika melamar bekerja di sana,"
"Jadi apa kamu benar-benar tidak ingin bekerja di perusahaan suami mu sendiri di banding kamu kerja di perusahaan kecil,"
"Tidak Mas, kan aku udah bilang sama kamu Mas aku akan merasa canggung bila satu perusahaan dengan suami sendiri.."ucap Ify meyakinkan Zhio.
__ADS_1
"Yah tapi kan...
Tok Tok Tok
"Zhioo..Ify... apa kalian belum tidur..."
Suara mama mertua terdengar tepat di luar pintu kamar.
"Iya ma kita belum tidur maa.."ucap Zhio sembari melangkah untuk membuka pintu.
"Ada apa ma?"tanya Zhio, begitu pun Ify juga berjalan menuju pintu menghampiri keduanya.
"Maaf yah mama ganggu kamu sama istri kamu,"
"Sebenarnya mama hanya membutuhkan Ify untuk bantu mama Zhi,"
Sekilas Zhio melirik Ify dan sekilas lagi tatapannya berpindah pada mamanya lagi.
Bukan Zhio yang menjawab melainkan Ify.
"Memangnya apa yang mama butuhkan sama aku ma?"
"Waktu itu kamu pernah kan Fy pijiti mama dan pijitan kamu itu enak sekali rasanya mama hampir bisa berjalan karena di pijitin sama kamu jadi intinya kamu mau kan Fy pijiti kaki mama lagi malam ini,"
__ADS_1
Ify melirik jam dinding yang sudah pukul 9 malam padahal target akan tidur malam ini jam 10 an agar besok ke kantor kesiangan tapi waktu melihat raut wajah yang seperti butuh pertolongan dari wajah mama mertua seolah membuat Ify ibah dan langsung mengiyakan keinginannya.
"Yasudah Ma, kalau begitu akan pijiti kaki mama anggap saja terapi yah Ma biar mama bisa cepat jalan,"
"Ma apa tidak ada Bijum yang bisa pijiti kaki mama,"
"Kan mama maunya di pijiti sama istri mu Zhi lagian pijitan Bijum itu tidak enak, tidak terasa bagi mama."
"Yasudah jika itu mau mama, tapi mau pijitnya mau di kamar aku atau kamar mama?"tanya Zhio lagi.
"Di kamar mama saja Zhi soalnya minyak pijitnya sudah lengkap di sana,"
"Yasudah mas kalau begitu aku ke kamar mama dulu yah buat pijitin mama,''
"Oke silakan,"
Ify sudah berjalan menuju kamar mertuanya dengan mendorong kursi roda yang mama mertua dudukin.
"Aduhh kaki ku...!! Zhioo...!! tolong mama Zhio..."
Zhio berlari terburu-buru menghampiri kamar mamanya yang tertutup rapat, pintu yang terkunci dari dalam membuat Zhio langsung mendobrak pintu kamar mamanya begitu saja.Zhio sangat syok melihat mamanya jatuh tergeletak di lantai sedangkan di atas ranjang Ify masih tertidur lelap tanpa mengetahui jika Mama mertua terjatuh dari ranjang.
"Astaga mama..!!apa yang terjadi ma..!!"
__ADS_1