
Anehnya Zhio nampak tidak bisa tidur malam ini sementara sebelas panggilan tak terjawab dari mamanya tertera di layar hpnya, karena Zhio sangat tau jika mama menyuruhnya pulang untuk mengajaknya makan malam di rumah keluarga Bella.
Zhio memandangi langit-langit di kamar apartemen milik Martin ada suatu hal yang saat ini tenga mengusik pikirannya. Kenapa penyesan harus tepat berada di bagian akhir, walau ingin jujur Zhio sangat menyesal telah membuat Ify pergi dari rumah, wajar saja wanita mana yang tidak akan tahan ketika melihat perlakuan buruk suaminya, itu semua Zhio lakukan karena suatu hal yang sangat begitu penting.
Flashback
malam ini hujan yang sangat lebat mengguyur suatu kota sehingga membuat semua orang yang hendak masuk ke sebuah club malam berhamburan masuk ke dalam club. seorang wanita cantik baru saja keluar dari dalam club tersebut dengan topi hodie yang menutupi kepalanya, wanita itu pun berlari kecil kemudian masuk ke dalam mobil yang sedari tadi tenga menunggunya.
Wanita itu menangis sejadi-jadinya.
"Mama Zhi,kau benar, aku gak nyangka pekerjaan mama kayak gitu hiks hiks.."
Beruntungnya Zhio ketika mempunyai seorang kenalan jadi ia mendapatkan info seperti ini dari orang tersebut, awalnya Eliza sempat tak percaya dengan apa yang Zhio ucapkan tentang orang tua angkatnya tapi sekarang Eliza melihat sendiri dengan mata kepalanya bahwa pekerjaan mamanya menjadi seorang agen wanita malam yang pekerjaannya menjual beberapa wanita yang sebagai budak se* ke orang-orang kaya dan nantinya beliau akan mendapatkan uang yang melimpah.
Eliza menangis sembari memeluk tubuh sang kekasih.
"Terus apa mama mu tau kalau kamu berada di club ini?"
"Aku tidak sanggup Zhi, aku tidak berani memberanikan diri menghampiri mama di tenga keramaian jadi intinya tolong rahasiakan ini pada semua orang yah Zhi termaksud Ify aku takut dia menjadi takut ketika tau apa pekerjaan mama. Setelah ini di depan mama aku akan bersikap seperti tidak tau apa-apa saja meski di dalam hati aku sudah tau kelakuan buruknya, aku tidak berani menentang mama karena walau pun begitu dia adalah seorang ibu yang dengan tulus membesarkan aku serta merawat ku hingga sekarang."
__ADS_1
Zhio membelai rambut Eliza dengan lembut rasa sayang yang terlihat besar nampak terlihat di raut wajahnya.
"Kalau begitu tolong ayo kita segera kembali ke hotel, aku pusing Zhi, capek juga," Lirih Eliza dengan kalimat yang terdengar begitu lemah.
Cahaya di dalam mobil memang begitu sedikit tapi saat ini Zhio dapat melihat jika hidung Eliza mengeluarkan darah kental hitam pekat.
"Hidung mu berdarah lagi El, kalau begitu mari kita kerumah sakit saja."
"Tidak Zhio, aku tidak apa-apa aku baik-baik saja nanti setelah di hotel aku akan meminum obat dari dokter Adnan tidak usah khawatir aku baik-baik saja."
"Baiklah kalau begitu detik ini juga aku akan membawa mu kembali ke hotel."ucap Zhio sembari memasangkan sabuk pengaman Eliza dan juga dirinya. Tanpa menunggu waktu lama mobil pun melaju kencang menuju ke hotel besar yang ada di kota ini.
*Flashback And*
"Bos kau mau kemana?"Tanya Martin yang saat ini tenga menyiapkan makan malam untuk Zhio, namun Zhio seketika ingin beranjak pergi dari apartemennya.
"Aku ada urusan mendadak! Aku harus pergi sekarang dan nanti setelah urusan ku selesai aku akan meminta mu untuk membukakan pintu apartemen."
"Baiklah bos,saya mengerti."
__ADS_1
Ify dengan lahap memakan mie ramen cup yang tersedia di kamar hotel sembari menatap ke layar hpnya. Mungkin saat ini Ify tenga menunggu tante Maya menelpon dirinya.
'Uhuk uhuk uhuk' Sekita Ify terbatuk ketika tertera sebuah pesan yang berasal dari Rio.
{Hy,Cantik}
'Cantik, apa pria ini mencoba merayu ku'
{Aku tidak secantik yang kau pikirkan}bib, tidak sampai 1 menit pesan pun telah terkirim kepada Rio.
{Aku merindukan mu Ify, aku berkata jujur apa kau tidak merindukan pria yang kelewatan tampan seperti ku}
{ck,ck Rio aku rasa kau sedang meminum alkohol sehingga bicara mu ngelantur}
{Hahaha kau sangat lucu Ify, aku berbicara serius tolong kirim kan aktivitas mu dong. Aku ingin tau kau sedang apa saat ini.}
Langsung saja Ify mempotret Mie ramen cup yang saat ini ia makan.
{Kau memakan mie ramen cup lalu apa pria gila itu tidak memberi mu makanan yang layak ha}
__ADS_1
Tidak ingin meneruskan balasan pesan dari Rio Malahan Ify lebih memilih mematikan data hpnya.
'Maaf kan aku Rio aku tidak ingin kau masuk ke dalam urusan rumah tangga ku, aku berjanji pada diri ku sendiri jika aku bisa mengatasin itu semua! bersabarlah Ify karena sebentar lagi perceraian akan segera tiba dan tiada lagi orang orang yang bersikap semena-mena pada diri mu'