
Bella terlalu panik akan kedatangan Mario yang bak seperti jelangkung sehingga jaket serta spanduk yang berkaitan dengan Chanchan terjatuh di atas aspal. Dan langsung saja dengan buru-buru pula Bella memungut kedua benda yang sangat beharga baginya.
"Masuk ke dalam mobil saya!" Perintah Mario tanpa banyak tanya.
"T-tapi pak, motor saya..."
"Masuk ke dalam mobil sekarang kalau kau masih menginginkan motor mu kembali!"
"Jadi bapak yang telah mencuri motor milik ku!"
Mario menghembuskan nafas kasar ke atas udara, kali ini wanita di depan nya benar-benar membuat darahnya hampir mendidih.
"Saya tidak akan mengulangi kata-kata saya untuk yang ketiga kalinya!" Mario meninggikan suaranya berharap Bella mengerti.
"E-eiya pak, maaf saya akan masuk sekarang"
"Apa kamu pikir saya ini supir kamu!"
"Oh maaf Pak, saya akan pindah ke depan sekarang"
----------------
----------------
Zhio dan Ify pulang kerumah pada pukul 9 pagi karena hari ini Dokter Zulfa akan segera datang dan menginap di rumah nya. Dokter Zulfa adalah seorang Dokter terapi para pasien yang memiliki riwayat penyakit lumpuh dan Dokter Zulfa juga terkenal di mana-mana karena kegigihan nya yang sudah terbukti menyembuhkan banyak pasien.
Sebuah taxi online masuk kehalaman rumah Zhio tak lama keluarlah 2 sosok wanita yang satunya wanita paruh baya berambut di atas bahu,berkaca mata, dan bergigi tongos dan wanita yang satunya lagi masih sangat muda berambut panjang, di kuncir dua, berkaca mata dan bergigi kelinci.
Kedua wanita itu sudah di sambut hangat oleh Bijum yang masih setia menunggu di teras.
"Hallo selamat pagi, apa benar ini rumahnya tuan Zhio dan juga Ibu Mala?" Tanya wanita paruh baya itu.
"Iya benar sekali ini rumah tuan saya, hmm Ibu ini pasti Dokter Zulfa kan"
"Yah benar saya Zulfa dan ini putri saya Milka"
__ADS_1
"Oh kalau gitu mari masuk Bu Dokter karena Tuan Kenzo beserta sangat istri telah menunggu,kalau begitu mari saya bantu bawakan kopernya"
"Yah baiklah terimakasih"
"Mari ikuti saya Bu Dokter.."
Zulfa dan Milka saling beradu pandang dan tersenyum miring terasaat Bijum telah jalan mendahului mereka.
''Tuan, Non ini Dokter Zulfa nya telah datang"Sahut Bijum dari kejauhan.
Hingga tibalah keduanya di depan suami istri yang tak sengaja kepergok saling bemesraan hal itu membuat Milka meredam rasa amarah nya saat melihat kemesraan mereka berdua.
"Oh j-jadi ini Dokter Dokter Zulfa kalau begitu silakan duduk Dok" Rasanya Zhio begitu malu sekali karena ulahnya dan Ify kepergok oleh dua orang asing yang belum ia kenal.
Sekilas pandangan Ify nampak tak asing dengan dua orang yang ada di depannya, rasanya pernah melihat tapi ia lupa.
"Iya saya Zulfa dan ini putri saya Milka"
"Bijum buatkan minuman yah untuk Dokter dan juga putrinya Milka,"Ucap Ify.
****************
"Jadi tujuan saya bekerja di sini sebenarnya saya juga ingin putri saya bekerja di sini tuan soalnya untuk beberapa tahun ini dia mengganggur tidak ada pekerjaan"
"Iya tuan saya bekerja sebagai pelayan di rumah ini tak masalah kok, asal saya ada kegiatan saja selama ibu saya bekerja di sini"
"Hey tapi kamu anak seorang Dokter lalu apa pantas bekerja sebagai pelayan?" Tanya Ify yang merasa heran.
"Mbak, saya memang anak seorang Dokter dan bukan berarti saya memandang bulu pekerjaan, asal halal saya mau bekerja"
"Yasudah jika kamu ingin bekerja di sini maka saya sebagai tuan rumah hanya setuju saja" Zhio sudah setuju akan tetapi Ify masih meragu."Sayang kamu setuju kan kita menambah pelayan lagi di rumah ini?"
"Ah, iya mas aku setuju saja kalau kamu setuju"
"Ok.kalau begitu Dokter Zulfa dan juga Milka kalian boleh bekerja esok hari dan teruntuk hari ini kalian harus istirahat karena kan kalian dari perjalanan jauh pasti capek, dan sebelum itu mari saya perkenalkan mama saya ke pada mu Dokter Zulfa"
__ADS_1
"Baiklah tuan, terimakasih."
*******************************
"tidak masuk bekerja hanya demi fanmeeting seorang artis yang tidak jelas!"
"Dia jelas pak, namanya Chanchan!" Sahut Bella dengan tegas.
"Saya tidak perduli dan saya tidak perduli siapa namanya! Seharusnya kamu sadar jika pekerjaan di perusahaan ini jauh lebih penting di bandingkan menonton hal yang tidak jelas itu!"
"I-iya pak maafkan saya, lagian konser itu sangatlah jarang di Indonesia makanya saya tidak ingin Menyia-nyiakan kesempatan ini"
"Lalu bagaimana jika itu berangsur selama satu bulan, lalu apa kau tidak ingin bekerja selama satu bulan?"
"Iya Pak, ah maksud saya tidak mungkin pak!'
" Ck, hampir ketahuan berbohong tapi masih mengelak!"
"hmm pak sebenarnya wajar saja saya tidak masuk bekerja hari ini yah itu karena semuanya pekerjaan saya sudah beres, asal bapak tau saya lembur dari kemarin malam dan..
"Apa kamu bosan dengan pekerjaan ini!"
Bella menarik nafas panjang sebelum pada akhirnya ia menyampaikan uneg-unegnya.
"Iya Pak saya bosan! saya bosan karena bapak selalu marah-marah tidak jelas! kalau begitu saya tidak akan bekerja lagi di perusahaan bapak mulai besok!"
Bella bangkit dan terlihat marah sehingga ia mengambil kunci motor nya di atas meja makan restoran ini lalu hendak berjalan pergi.
"Hey awas!"
namun saat separuh berjalan melewati kursi Mario reflek tangan pria itu menarik perut Bella untuk menjauh karena kalau meneruskan berjalan Bella akan menabrak troli berisi sayuran panas. pada akhirnya bokong Bella tak sengaja berhenti di pangkuan Mario.
"Maafkan saya mbak, mas saya benar-benar tidak tau" Ucap pelayan restoran itu meminta maaf sementara Mario dan Bella saling beradu pandangan.
Berada di posisi seperti ini sukses membuat wajah Bella bersemu merah karena ia merasa sangat malu sekali apa lagi posisi nya sekarang tepat di benda milik pak Mario.
__ADS_1
Mario hanya bisa menelan ludahnya sendiri karena hal seperti itu terasa seperti sengatan listrik baginya sangat nyaman tidak melepaskan tubuh Bella dari atas pangkuannya.