Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Tendangan Maut Dari Ify


__ADS_3

Rasa kemarahan membarah kuat di hati Ify hingga ia yang saat ini masih terduduk di kursi makan mengumpat kesal pada sang pembuat onar.


"Siapa yang mengizini mu duduk di kursi kebesaran ku!"


Ify menoleh ke sumber suara dan melihat Zhio dengan senyuman miringnya.


"Kamu tuh bisa gak sih ngehargai makanan!"ucap Ify dengan suara yang di tekan."Aku sedang makan dan lihat karena ulah mu nasi goreng yang aku buat sudah berlinang dengan air karena ulah mu!"


Zhio terlihat tidak perduli dan malah tersenyum lebar.


"Yah bagus dong, itu karena aku sengaja melakukanya. Ayo lanjuti lagi sarapan paginya, Bukankah nasi goreng berkuah itu varian baru, kenapa tidak di coba."


Ify terlihat mengepalkan kedua tangannya ia sangat kesal dengan sikap Zhio yang bisanya bertingkah seenaknya. Bahkan telah berulang kali ia manghembuskan nafas pelan.

__ADS_1


"Kau itu sebagai pelayan harusnya tau diri bahkan semakin hari sikap mu semakin menjadi, kau bertingkah seperti majikan. Apa kau tidak merindukan hukuman dari ku ha!"Kali ini Zhio berkata dengan serius.


Ify hanya bisa tersenyum pahit ia menggigit lidahnya agar ia bisa menahan teriakan emosinya. Semua ini terpaksa ia lakukan demi mempertahankan hidupnya. Ify dengan rasa yang masih teramat kesal ia hanya meminum sedikit air putih lalu mengelap mulutnya cepat.


"Harus berapa kali aku katakan pada mu bahwa Ify yang lemah,mudah nangis,cengeng itu sudah mati dan tersisa hanyalah Ify yang punya kebaranian untuk menuntaskan kejahatan!"


Perlahan Zhio bersimpuh dan menarik dagu Ify.


"Bagaimana pun aku seorang pria tenaga mu yang wanita akan kalah saat aku sudah bertekat dan jangan sok memberanikan diri untuk melawan. Lagi pula selain CEO di perusahaan ku aku juga seorang altit beladiri dengan mendapatkan sabuk kelas paling tinggi! Lalu apa kau mau tubuh kecil nan pendek mu itu aku hancurkan saat ini juga!"Zhio meninggikan suaranya agar memberikan efek jerah untuk Ify.


Terlihat Ify menahan kalimatnya. Zhio yang penasaran.


"Jika seseorang apa?" tanya Zhio penasaran.

__ADS_1


Brugg...


Suara teriakan kesakitan dari Zhio begitu terdengar nyaring memekikan telinga, bagaimana tidak kesakitan ketika pusaka beharganya di tendang begitu saja oleh Ify yang notabeg nya Istri sekali gus seorang pelayan.


"Arrrg...sakitt!!"


Kini Ify yang balik bersimpuh saat melihat Zhio yang tenga kesakitan sembari memegang pusakanya di bawah sana.


"Katanya seorang atlit kok di tendang begitu saja kesakitan hoohoo kasian."ucap Ify menyeringai.


"wanita bodoh apa kau tidak merasakannya apa yang aku rasakan!"


Ify merasa bersalah karena menurutnya tendangan darinya bukanlah tendangan biasa namun lagi pula ia hanya sedikit memberi pelajaran saja untuk Zhio.

__ADS_1


"Apakah begitu sakit? tapi Zhio sakit yang aku rasakan itu bukan lah apa-apa bagi ku, karena sakit yang kau ciptkan pada ku kemarin itu jauh lebih menyakitkan. Bahkan kau belum pernah merasakan kan tidur di luar dengan kondisi udara yang begitu dingin, banyak nyamuk,di sertai hujan dan petir. Sudahlah nikmati saja sakit yang telah aku ciptakan untuk mu itu, lain kali jika kau ingin aku menendangnya lagi maka aku siap! Sudahlah aku mengantuk ingin tidur bye !"


"Lihat saja aku pasti akan membalas semua apa yang yang telah kau perbuat pada ku! Zaira Ify Kumala!" Teriak Zhio dengan nafas yang memburu.


__ADS_2