Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Kanker Lambung


__ADS_3

"Huwaaa, aku penyakitan ma, aku penyakitan! dan mungkin saja aku bisa mati seperti Eliza hiks hiks hiks pokoknya aku tidak mau mati mah!"


Aliya mengamuk setelah telah sampai kerumah nya ia segera berlari masuk ke dalam rumah dan membanting semua yang ada di sekitar nya.


"Aliya... dengarkan penjelasan mama dulu sayang...Aliya..."


"Dengarkan penjelasan mama! emangnya setelah mendengarkan penjelasan mama kanker lambung ku ini akan segera sembuh ha! tidak kan ma! tidak!!"


Prankkk......


Kali ini adalah guci kedua yang di banting oleh Aliya. Namun setelah itu Aliya berlari menuju kemarnya.


Aliya masuk ke dalam kamar serta mengunci kamarnya rapat-rapat bahkan ia terlihat tidak perduli mama mengetuk kamarnya dari luar.


"Al mama mohon buka pintunya! Al ayolah mama mohon bukain pintu nya!"


"Tidak tidak aku tidak ingin terkena penyakit seperti ini! aku tidak mau! tidak hiks hiks hiks"


Tak perduli seberapa sering Maya mengetuk pintu Aliya karena pada akhirnya Aliya tetap pada pendirian nya yang hanya ingin menyendiri.


Tidak terhitung ada berapa tetesan air mata yang telah mengalir deras membasahi wajah Aliya. sedangkan Aliya telah terperosok lemah bersandar di pinggiran ranjangnya.


Sebelumnya.....


"Dok, sebenarnya anak saya ini sakit apa?" Tanya Maya kepada Dokter yang barusan memeriksa kondisi Aliya. sedangkan Aliya hanya berdiam diri saja di samping Maya.


memperjuangkan kesembuhan"


"Dok, saya mohon. Dokter jangan plin plan coba katakan saja sebenarnya saya ini sakit apa?" Sahut Aliya.


"Kanker lambung stodium tiga memasuki stodium empat dalam artian seluruh lapisan lambung sudah di gerogoti kanker dan penyebaran kanker lambung pada tahap ini sudah memasuki organ tubuh lain" Air muka Dokter terlihat sangat serius sehingga membuat Maya dan Aliya saling bertatap muka.


"Dokter jangan bohong yah! kalau dokter berbohong dokter juga pasti tau kan apa hukuman nya!" Hardik Aliya yang merasa tidak Terima.

__ADS_1


"Iya dok saya sangat yakin anak saya ini hanyalah sakit perut biasa"


"Kalau mbak dan ibu tidak percaya maka saya akan panggilkan asisten saya untuk datang kemari membawakan kertas hasil pemeriksaan mbak"


"Ck, saya tetap tidak yakin!"


"Dokter permisi ini hasil pemeriksaan nya"


" Terimakasih yah"


"Baik dok kalau begitu saya permisi dulu"


"Ini mbak hasilnya mbak bisa lihat sendiri tes itu tidak akan berbohong mbak"


Setetes air mata perlahan terjatuh membasahi wajah Aliya, bahkan nafas nya terasa sesak dan panas saat mengetahui kenyataan nya.


"Jadi wajar saja Bu jika mbak Aliya sering merasakan sakit perut, wajah serta bibir nya pucat, dan hilangnya indra pengucapan itu semua murni karena kanker yang di derita mbak Aliya sudah menyebar."


Tangan serta bibir gemetaran saat Aliya memegang kertas medis itu.


sesudah kejadian......


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


"Sudah pagi apa kamu tidak berencana untuk bangun?"


Segera Zhio menarik selimut hingga sampai di kepala saat sinar matahari tak sengaja menyeruak masuk ke bola matanya.


"Yah tidur lagi, emangnya semalam kamu pulang jam berapa mas kok aku tidak tau?" Ucap Ify seraya menggapai selimut yang di pakai Zhio.


"hmmm aku pulang sekitar jam 9 malam, semalam aku juga melihat kalau kamu tidur bersama mama makanya aku tidak mau mengganggu" Sahut Zhio dari dalam selimut.


"Oooh gituuu, yasudah sekarang kamu bangun yah karena aku sudah buat kan nasi goreng kesukaan kamu mas"

__ADS_1


"Hmm sebentar lagi yah sayang, aku masih sangat mengantuk sekali"


"Mas, ayolah ini perintah bayi kita loh"


Mendengar perintah bayi seketika Zhio langsung terduduk lalu menyibak kan selimut yang ia pakai dan melihat sang istri yang tenga berdiri di samping nya.


"Benar kah, apa bayi kita bisa bicara?"


"Yah tentu mas kamu tidak akan bisa mendengar nya tapi hanya aku yang dapat merasakan nya"


"Baiklah kalau begitu aku juga ingin mendengar nya, sini kemarilah"


Ify sangat reflek saat tangan Zhio menarik pinggangnya lalu membawanya terduduk di pangkuan Zhio.


"Mas, a-apa yang sedang kamu lakukan?"


"Wangi tubuh mu harum sekali, sehingga aku nyaman membawa mu lebih dekat kepada ku, lagi pula entah kenapa aku tenga ingin hmm dan bukan kah kita belum melakukan nya di bulan ini"


Chup...


Seluruh tubuh Ify seakan meremang di saat Zhio berhasil menciumnya di leher.


"Mas, apa-apaan sih. ini masih pagi, sekarang lepaskan aku"


"Jadi apa kah kamu ingin melakukan nya di saat malam hari, oke baiklah akan aku turut kan"


"Tidak, aku jadi menyesal karena membangun kan pria mesum seperti dirimu!" Ify menggerutu dan membuang wajahnya ke arah lain.


"Kamu adalah kesayangan ku, dan kamu juga istri ku jadi tidak salah dong jika aku mesum pada istri ku sendiri" Sejenak Zhio memeluk tubuh Ify lalu menciumi tengkuk Ify dari belakang.


"Tuan Zhio..Non Ify..."


"Tuh lihat ada Bijum, iyaa Bijum!"

__ADS_1


"hmm Bijum ini menganggu saja!"


__ADS_2