Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Siap Menjadi Sahabat


__ADS_3

'Dasar karyawan resto itu kerjanya tidak becus sama sekali padahal aku sudah suruh untuk melakukan pekerjaannya secara rapi tanpa meninggalkan bekas tapi nyatanya hooh orang itu hanya membuat nama ku buruk saja di depan Zhio,'


Aliya menggerutu sendiri sambil berjalan menuju parkiran mobilnya. Rencana ingin mengambil hati Zhio dengan masakan enak malah berakhir memalukan.


Jam kerja sudah berakhir satu persatu orang telah meninggalkan kantor di saat pekerjaan mereka telah terselesaikan sedangkan Bella masih menunggu Ify di depan pintu ruangannya.


''Pulang sama aku yuk Fy sekaligus kita makan-makan di kedai ujung sana makanannya enak-enak loh kamu pasti suka,"


"Kedai ujung sana? apa maksud kamu kedai yang warna orens terus di sampingnya ada minimarket yah?"


"Loh kamu tau?"Tanya Bella yang tak menyangka Ify tau tempat makan kesukaannya.


"Iya karena itu juga tempat makan kesukaan aku sama almarhum sahabat aku, yaudah ayo aku setuju kita makan di sana."


"Wah oke Ify dengan senang hati, ayo kita let's go," Ujar Bella seraya merangkul kan tanganya di leher Ify.


"Mau kemana kalian?"Ify dan Bella saling memandang jika Atasan mereka belum juga pulang harusnya pak Mario pulang sebelum karyawan kerjanya pulang.


sekilas mereka berbalik badan.


"Pak Mario,?"Ucap Mereka secara bersamaan.


"Apa ada yang ingin kalian rencanakan?"Tanya Rio kembali.


"Iya pak ada, saya ingin mengajak Ify pulang barsama saya sekaligus kita ingin makan-makan di kedai kesukaan kita berdua"Ucap Bella.


"Kebetulan sekali saya juga belum makan bagaimana jika saya ikut bergabung bersama kalian berdua nanti saya akan yang bayarin makanan kalian"


"Apa bapak yakin mau ikut makan-makan sama kita nanti kita takutnya tempat makannya tidak sesuai dengan keinginan bapak?"Ify sengaja memenggil Rio dengan sebutan bapak karena ia tau saat ini mereka tidak berdua saja masih ada Bella di sekitar mereka.


"Kita ini manusia sama-sama makan nasi jadi tidak ada yang perlu saya takutkan, jadi ayo kita pergi sekarang"

__ADS_1


"Jadi pak Mario yakin nih mau ikut sama kita?"Tanya Bella sekali lagi.


"Saya yakin, oh iya Bell kamu nanti tidak usah pakai motor kamu, jadi akan ikut satu mobil dengan saya dan Ify saja untuk motor mu biarkan saja berada parkiran nanti ada yang jaga"


"Hmm tidak pak, mending Ify saja yang ikut satu mobil dengan bapak kalau saya tidak apa-apa pakai motor nanti saya akan mengiringi mobil bapak dari belakang,"


"Kalau Bella naik motor saya juga ingin naik motor sama Bella pak, bolehkan kan tidak enak masak saya naik mobil dengan bapak sedangkan Bella naik motor sendirian."


"Eh tidak Fy tidak masalah, aku berangkat ke kantor saja sendirian jadi tidak apa-apa kamu ikut pak Mario saja,"


"Tidak Bella aku sebenarnya bosan naik mobil sekali-kali aku ingin naik motor sama kamu sekaligus tidak akan ada masalah jika kamu yang mengantarkan aku pulang"


"Oke jika itu mau kamu saya apa boleh buat, baiklah kalian berada di depan mobil saya dan nanti saya akan mengiringi motor kalian"


Susunan meja di kedai ini masih tertata rapi sama seperti waktu itu di saat Ify dan Bella makan di tempat ini.


Ify terus berjalan tanpa menghiraukan Bella dan Rio yang berdiri di belakangnya Ify berjalan sambil mencari meja yang pinggiran mejanya di coret dengan spidol putih permanen.


'Akhirnya ketemu juga,' Gumam Ify dengan nada sedih. IfEL FOREVER begitu lah tulisan yang ada pinggiran meja itu, tulisan itu nampak telah kusam beruntung Ify dapat melihatnya dengan jelas.


"Astaga Ify kamu nangis?"Tanya Bella.


"Iya Bell aku nangis tapi aku yakin ini hanya sebentar kok, aku cuma lagi rindu saja dengan tempat ini tempat makan yang hampir setiap hari aku kunjungin bersama sahabat aku yang udah hiks.."


"Husst Fy aku mengerti perasaan mu sudah yah jangan nangis lagi ada aku aku di sini yang akan jadi teman kamu, yang selalu dukung kamu, kalau gitu kita akan duduk di meja sini aja untuk melepas rindu kamu sama Eliza,"Ucap Bella seraya menarik Ify ke dalam pelukannya, bahkan dengan senang hati Ify membalas pelukan Bella.


"Jika kamu mau saya bisa saja membeli meja ini untuk di bawa pulang agar kamu bisa tiap hari lihat lihat meja yang bertulisan nama kamu dan sahabat kamu Eliza,"Sahut Rio yang seakan membuat Bella dan Ify berhenti berpelukan.


Bella mengatarkan Ify tepat di depan gerbang rumahnya, Ify pun turun dan langsung menyerahkan helm yang ia pakai pada Bella.


"Makasih yah Bell untuk tumpangannya,hmm tapi kamu mau mampir dulu tidak?"

__ADS_1


"Apa kamu ingin ada keributan di dalam rumah mu Fy jika menyuruh aku mampir?


Zhio dan nenek sihir itu pasti akan sangat marah besar ketika melihat kehadiran ku"


"Hmm benar juga sih,"


"Tadi kamu berangkat ke kantor naik apa? apa di antar oleh suami mu?"


"Ojek Online,"


"Apa? ojek? jadi suami mu itu tidak mengantarkan mu? Astaga tega sekali"


"Aku dan Mas Zhio ada masalah Bell makanya aku sengaja naik ojek tapi lagi pula itu lebih baik karena dengan aku naik ojek mas Zhio jadi tidak tau aku bekerja di perusahaan pak Mario,"


"Masalah apa Fy?"


"Ceritanya sangat panjang Bella mungkin jika besok kamu dan aku ada waktu luang untuk mengobrol aku akan ceritakan besok,"


"Baiklah Fy besok akan sempatkan menunggu cerita dari mu, dan ingat besok aku jemput kamu yah biar kita bisa berangkat kerja bareng,"


"Tidak ah Bell ini sudah lebih dari cukup kok, kamu anterin aku pulang saja bagi aku itu udah ngerepoti apa lagi besok minta jemput,"


"Loh kamu gimana sih Fy kan aku sekarang temen kamu yah walau belum jadi sahabat, tau sendiri kan proses menjadi sahabat itu sangatlah membutuhkan waktu lama,"


"Iya Bella, eh Bella buruan kamu cepetan pulang itu kayaknya mobil Mas Zhio akan segera keluar dari dalam"


"oke oke udah yah aku pulang dulu yah Fy bye,"


Brumm....


Motor yang di kendarai Bella melaju dengan kencangnya Ify akui jika Bella merupakan mantan pembalap.

__ADS_1


__ADS_2