
''Astaga maaf yah...mbak,"Ucap wanita paruh baya tersebut sembari memegang bahu Ify.
"Ah, gak apa-apa bu, ini salah saya, tadi saya jalannya gak liat-liat."
"Maa..."
"Rio...!!"ucap wanita paruh baya itu yang ternyata adalah mamanya Rio melihat Rio datang menghampiri mereka.
"Loh, Ify kamu ngapain di sini"Tanya Rio tak menyangka ketika melihat Ify ada bersama mamanya.
Sedangkan Ify merasa terheran rupanya ia bertemu Rio kembali di dalam situasi seperti ini.
"Rio, kamu kenal wanita ini?"Tanya balik mamanya Rio.
"Apa jadi ini mamanya Rio"Gumam dalam hati.
"Iya, ma ini wanita yang waktu itu Rio ceritakan, namanya Ify,"
Seketika raut wajah mamanya Rio berubah menjadi raut kepedihan, sontak kedua tangannya menyentuh kedua bahu Ify.
"Sungguh pilu nasib mu nak, kamu cantik tapi kamu di perlakukan yang tidak baik oleh majikan mu."Memory ingatan kembali memutar di otak Dewi bisa-bisanya wanita beserta anaknya bersikap sebegitunya padahal waktu pertama mereka datang ke rumah mereka terlihat baik akan tetapi mereka busuk di dalam.
Ify kembali menarik kedua sudut bibirnya, Ify pun tak menyangkah segitu sedetailnya Rio menceritakan masa sulitnya ke pada mamanya, ini membuat Ify merasa tidak enak hati.
"Maaf tante,,"hanya kata maaf yang sanggup Ify lontarkan.
__ADS_1
"Kenapa harus meminta maaf, itu bukan salah mu nak, kenapa kau tidak memutuskan untuk bercerai saja. katakan apa kesulitan mu sehingga sulit untuk meminta cerai," dengan lembut kedua tangan Dewi berpindah ke wajah Ify, belaiannya yang lembut sanggup menenangkan jiwa."lihat tante sangat yakin usia mu masih sangat muda, tidak masalah jika kau menjanda di usia sekarang, ingat Ify masih banyak pria yang baik di luar sana yang menginginkan menjadi istri mereka."
"Iya Ify contohnya aku,"Sahut Rio.
"Apa maksud mu Rio!?"
"Iya, ma masak mama tidak mengerti aku siap menikah dengan Ify ketika ia sudah menjadi janda." Ucap Rio dengan pedenya.
"Jangan sepede itu Rio, belum tentu Ify mau dengan pria seperti mu,"Kata Dewi dengan candaannya.
Zhio mengobrak-abrik seisi pakaian di lemari Ify berserta seisi laci-laci di meja, terlihat jika saat ini Zhio sedang mencari sesuatu di dalam sana.
Semua terlihat berantakan tapi sesuatu yang ingin Zhio cari tidak ada. Sontak Zhio pun keluar dari dalam kamar Ify dan mencari keberadaan wanita itu.
"Ify....!!!"
Saat bersamaan Zoya berlari menghampiri majikannya Zhio.
"Maaf, tuan cari mbak Ify yah?"
"Ya,katakan di mana wanita itu!"
"Maaf, tuan sebelumnya tapi sedari pagi mbak Ify sedang berada di luar untuk berolaraga."
"Agh sialan! Cepat cari wanita itu. Bila perlu seret dia sampai ke rumah ini!!"Pekik Zhio dengan suara berintone.
__ADS_1
"Bb-baiklah tuan,"Zoya segera beranjak berlari melaksanan perintah dari Zhio.
Zhio, berkacak pinggang.
"Kau ingin bermain-main dengan ku ha, tunggu saja jika kau pulang nanti aku akan menghukum mu kembali!" Dessis Zhio tak tertahan.
Di suatu sisi Ify telah tiba di depan rumah dengan menggunakan ojek. Padahal Rio sangat bersih keras ingin mengantarkan Ify akan tetapi Ify menolak karena yang ia tau Zhio pasti akan sangat marah padanya jika ia pulang kerumah dengan pria lain.
Ify masuk ke rumah itu dengan langkah santainya. Namun di balik pintu Ify sangat terkejut ketika tanganya di tarik secara kasar oleh seseorang.
"Zhio! Apa yang kau lakukan. Lepaskan Zhio ini sakit!!"
"Katakan kau sembunyikan di mana semua berkas-berkas penting milik perusahaan ku!!"Suara Zhio terdengar begitu nyaring sampai-sampai telinga Ify berdenging.
"Aku tidak tau berkas-berkas yang kau maksud!"Kata Ify yang saat ini sedang berusaha melepas lengannya yang saat ini masih dalam cengkraman Zhio.
"Ah bohong!! bukannya kamu yang waktu itu memindahkan barang-barang ku dan dengan liciknya kau sembunyikan berkas penting milik perusahaan ku!"
"Dengar aku ingatkan sekali lagi pada mu yah, bahwa aku tidak tau menau dengan berkas milik perusahaan mu!!"
"Ah aku sungguh muak dengan wanita pembohong!!"
Zhio mendorong Ify hingga lengan belakangnya mengenai sudut meja kaca sampai-sampai hal itu menggoreskan luka di lenganya.
Mata Ify memanas dan memerah Zhio benar-benar keterlaluan di saat seperti ini Ify kembali mengingat omongan tante Dewi mamanya Rio. Ify berdiri sembari menahan darah yang mengalir di lengannya dengan telapak tangan kirinya.
__ADS_1
"Aku sudah tidak tahan!aku benar-benar tidak tahan hidup dengan pria gila seperti dirimu! Kalau begitu Mari kita cerai saja!" Air mata seketika berjatuhan, rasa yang sesak di jiwa seakan menusuk, mungkin ini kali kedua Ify mengatakan Cerai pada Zhio.