
Hari pertama bekerja Bella sudah di timpa beberapa pekerjaan yang harus membuatnya lembur hingga pukul 5 sore, tak lain yang membuatnya bekerja sebanyak ini adalah Ani salah satu senior atasan Bella.
Apakah ini termaksud perundungan terhadap junior yang baru masuk bekerja,Bella beberapa kali menguap tapi pekerjaan masih belum terselesaikan.
3 berkas kembali menumpuk di samping komputernya, tak lain tak bukan pelakunya adalah Ani.
"Jangan lupa yah 3 berkas lagi yang harus di kerjain kalau bisa hari ini harus udah selesai."
"Maaf mbak Ani aku tidak mungkin bisa menyelesaikan ini semua sedangkan masih 4 berkas lagi yang belum aku kerjakan"
"Ih kamu itu anak baru di sini dulu anak baru sebelum kamu juga sering kok ngerjai sebanyak ini, kamu aja yang lebay. Udahlah kerja kan saja jangan banyak protes. Ingat kalau sampai pekerjaan ini tidak ada yang terselesai kan bearti kau sedang mencari masalah pada ku."
"Ada apa ini!"
Ani merasa serba salah di saat atasannya atau CEO di perusahaan ini datang menghampiri mereka.
"Ah pak Mario, ini pak saya sedang mengajari anak baru ini katanya dia ada yang tidak mengerti tentang file yang ini, makanya dia minta aku untuk mengajarkannya"
'Dasar wanita bermuka dua, berani fitna padahal semua itu tidak benar'
__ADS_1
"Dan kamu, kenapa kamu tidak pulang bukan kah jam kerja mu sudah selesai"Rio melihat beberapa file di atas meja karyawan barunya itu, ia tau penyebabnya siapa.
"Ini..saya..
"Sudah cukup tidak usah di teruskan!"Rio meminta agar Bella berhenti bicara, kali ini sasarannya adalah Ani wanita yang berdiri sembari terdunduk di sampingnya. "Dan kamu kalau kamu berbuat seperti ini kepada karyawan baru maka saya tidak akan segan-segan untuk memecat mu!"
"Tidak pak Mario! Saya mohon pak jangan pecat saya pak saya mohon!."
"Kalau kau tidak ingin di pecat ambil kembali berkas-berkas yang seharusnya kau kerjakan dan jangan kau ulangin kembali hal seperti ini, apa kau mengerti!"
"Baiklah pak saya menyesal, saya mengerti pak,"Ani mengambil tumpukan berkas yang ada di atas meja Bella, namun kedua matanya berpaling pada Bella seperti memberi tatapan mematikan."Kalau begitu saya permisi kembali ke meja saya pak"
Usai kepergian Ani, Bella pun langsung berdiri dan ia mengucapkan rasa terimakasi kepada pak Mario atasnya.
"Tidak usah berterimakasih lagi pula hal ini biasa saya lakukan pada orang yang memang pantas di salahkan atas kesalahanya"Rio melirik arloji di pergelangan tanganya."Pulang lah ini sudah hampir sore, lain kali jika ada orang yang merundung mu seperti tadi maka kau berhak membela diri"
"Yah terimakasih pak saya mengerti"Bella tersenyum di dalam hati pak Mario tak hanya tampan tapi ia juga berwibawa dan juga baik, dan jujur Bella sangat menyesal karena waktu itu pernah salah paham pada pak Mario.
...****************...
__ADS_1
"Bos sepertinya malam ini kita tidak jadi terbang ke luar kota karena dari pihak clien kita meminta agar kita melakukan rapat penting sekali gus makan malam di resto the classic"
Zhio memutar-mutar kursi kursi kerja yang saat ini ia duduki padahal baru 5 menit yang lalu ia memesan tiket pesawat, dan sekarang Martin memberikan kabar jika client meminta untuk bertemu di sini.
"Lalu siapa yang memberi mu kabar seperti ini?"
"Bos kebetulan salah satu client penting kita itu adalah seorang wanita muda, dia lah yang meminta sendiri untuk rapat di sini sekali gus wanita itu ingin bertemu dengan mu bos"
"Wanita..."Zhio di ambang penasaran tentang client wanita itu mendengar nama wanita ini saja menurutnya tidak asing."Baiklah jadwal ku pertemuan ku dengan wanita itu"
"Baiklah bos, jadwal rapat ini akan di mulai pada pukul 8 malam, di lantai 15."
"Ini baru pukul jam 6 sore bearti masih butuh waktu dua jam lagi, baiklah kalau begitu kau boleh keluar sekarang juga dari ruangkan ku"
"Baiklah bos, saya pamit undur diri dulu"
Tak di sangkah ify telah selesai dalam masa menstruasinya kali ini ia telah selesai mandi, ketika ingin berpakaian ada nada notifikasi pesan masuk ke hpnya.
Segera ia membuka isi pesan dari nomor yang tidak di kenal itu tanpa rasa ragu.
__ADS_1
Ify membulatkan kedua mata di saat melihat pesan yang ia baca seperti sebuah ancaman untuknya.
*Sebentar lagi kau akan menjadi janda karena suami mu akan berpaling pada ku, apa yang ku bicarakan ini fakta karena suami mu tidak mungkin menolak*