
Dengan senyum yang mengembang Rio melajukan motornya sambil sedikit bersiul sedangkan 2 buah brounis menggantung di gantungan depan motornya. Namun saat Rio ingin membelok kesamping sebuah sedan hitam hampir saja menabraknya, beruntung mobil itu pun mengerem ngejut sehingga motor yang Rio tumpangi hanya oleng sedikit karna kakinya menahan beban berat pada motornya.
Perlahan Rio turun dari motor dan lalu ia membuka helm di kepalanya.
Ssst...
dugg..
Kepala nyonya besar kesantuk sandaran kursi pengemudi di depannya.
"Aw!! Kau itu bisa nyupir gak sih!" Umpat nyonya besar pada sopir yang membawanya bersama Zhio.
"Maaf nyonya itu di depan ada orang yang lagi mengendarai motor,"Jelas pak supir ke pada nyonya besar.
"Terus kenapa kau malah berhentih, Terus saja!" Sahut Zhio mengingatkan pak supir.
"Tapi tuan gimana saya bisa meneruskan mobil ini sedangkan orang itu saja melintang di depan mobil."
Tak lama suara ketukan dari luar kaca mobil menyita perhatian semuanya terutama orang itu mengetuk pada kaca sebelah sopir.
Rio tanpa ragu meninggalkan motornya ia pun berjalan menghampiri mobil lalu mengetuk kaca mobil agar pemiliknya keluar dan bertanggung jawab dengan meminta maaf.
__ADS_1
Perlahan kaca mobil pun terbuka oleh pak supir.
"Sekali lagi kalau bawa mobil jangan kebut-kebutan. Ingat ini jalan kecil banyak pengguna jalan lain juga yang melewati jalur ini."
Zhio sedikit terganggu dengan pria yang terlihat tak asing baginya, pada ujungnya Zhio pun ikut keluar dari dalam mobil.
"Katakan berapa uang yang kau inginkan saya akan ganti rugi jika ada bagian motor mu yang rusak."ucap Zhio sembari mengeluarkan dompetnya.
Di dalam mobil nyonya besar merasa jika Zhio berlebihan buat apa memberi uang begitu saja ke pada pria itu, dak akhirnya nyonya besar memutuskan untuk keluar menghampiri Zhio.
"Kau sombong sekali bung. Dengar aku tidak butuh uang mu, yang aku butuhkan hanya lah kata maaf atas semua kesalahan mu."Ujar Rio dengar pedenya, seorang wanita paru baya yang nampak juga tidak asing baginya menghampir Zhio.
"Loh bukan kah wanita tua ini ini majikan Ify" Gumam Rio dalam diam.
Rio menyeringai tipis.
"Hallo nyonya kita bertemu lagi di sini!"
"Zhio sudah mama duga jika pria ini adalah pria preman yang tidak jelas asal-usulnya, mama sangat yakin dia hanya ingin menipu kita!"
"Oh wajar saja wajahnya tidak terlihat asing, bearti benar kau pria yang ada di cctv depan rumah ku. Dan itu kau pria yang bersama pelayan ku itu."Ucap Zhio dengan senyum meremehkan.
__ADS_1
"Wajar saja Ify begitu tertekan ketika memiliki dua majikan seperti kalian tidak punya hati dan tidak berperi kemanusiaan!"Ucap Rio mengejek.
"Lihatlah Zhio penampilannya yang bak seperti preman pasar yang tidak berpendidikan hahaha kelasnya hampir sama dengan Ify pelayan kita."
"Kau memang betul ma pelayan kita itu sangat bodoh dalam memilih pria."Ucap Zhio sembari memperhatikan penampilan Rio dari atas sampai bawah.
"Aku bersumpah pada diri ku sendiri, aku akan membawa Ify keluar dari dalam neraka yang kalian buat!" Ucap Rio tanpa kata main-main.
Lalu Zhio membalasnya dengan tatapan tajam.
"Tidak akan aku biarkan pelayan ku pergi dari dalam neraka yang telah ku ciptakan!"
Rio terlihat emosi sehingga ia mencengkram kerah kemeja pria yang ada di hadapannya ini.
"Kalau begitu mari kita berurusan dengan polisi karena tindak kekerasan yang kau kuat ke pada pelayan mu!"
Zhio dengan kuat menepis tangan Rio yang mencengkram kerah kemejanya.
"Ify adalah pelayan! sekali gus istri ku jadi akan sulit bagi mu untuk membawa kasus ini ke jalur hukum!"
Dam...
__ADS_1
Rio terdiam sesaat ketika mendengar kata istri, apa selama ini Ify telah bersuami?