
"Ingat kamu masih harus bertanggung jawab atas hilangnya keponakan ku atau bila tidak ada perubahan maka siap-siap aku jebloskan kamu ke dalam jeruji besi,"
"I Iya mas Aryo pokoknya saya akan berusaha buat cari Zaira,"Lasmi celingukan kesana kemari ia merasa waspada takut ketahuan majikannya Aliya yang belum pulang.
"Zaira?siapa itu?"Tanya Aryo pasalnya yang Aryo tau keponakannya itu namanya Nayna bukan Zaira.
"Sewaktu Nayna masih bayi saya dan suami saya mengganti namanya sebagai Zaira untuk menutupi identitas aslinya,"
"Kalau begitu coba katakan apa nama panjangnya?"Aryo saling menautkan kedua alisnya berharap tau apa nama panjang yang di berikan Lasmi pada ponakanya itu.
Lasmi bertambah gelagapan seperti di pergok sesuatu dan yang benar saja mobil Aliya majikannya membunyikan klakson mobilnya menyuruh Lasmi untuk menyingkirkan mobil yang menghalangi pagar di depan rumahnya.
"Mas Aryo, mending Mas Aryo pergi sekarang juga lihat itu majikan saya Mas pasti akan marah jika Mas ada di sini,"Lasmi mendorong tubuh Aryo untuk segera masuk ke dalam mobilnya.
"Hey Lasmi mobil siapa yang terparkir di depan gerbang rumah ku, cepat suruh orang itu menyingkirkan mobilnya sekarang juga!"Hardik Aliya saat tenga mengeluarkan kepalanya lewat kaca jendela mobil.
"Tuh Mas majikan saya sudah marah-marah udah Mas mending Mas Aryo pulang dulu sana nanti tambah runyam masalahnya,"
"Baiklah aku akan pulang sekarang, tapi ingat urusan mu belum selesai dengan keluarga ku,"
Aryo telah masuk ke dalam mobil dan segera menjalankan mobilnya, setelah mobil Aryo tidak ada di depan mobil Aliya barulah Aliya memajukan mobilnya serta Lasmi dengan sigap membukakan pagar karena memang di rumahnya tidak ada satpam penjaga.
__ADS_1
"Siapa pria yang bermobil putih tadi?"Tanya Aliya mengintrogasi Lasmi saat masih berada di parkiran depan rumah.
"Hmp.. bukan siapa-siapa kok Non,cuma orang itu tadi hanya mau nanyain alamatnya Bu Mira, cuma saya tidak tau di mana rumahnya Bu Mira,"Ucap Lasmi berbohong.
"Yakin cuma mau nanyain alamat saja, itu bukan pacar kamu kan?"Tebakan Aliya hampir tepat namun Lasmi masih tetap berbohong.
''Hmm tidak mungkin bukan mas yang tadi beneran cari alamatnya Bu Mira,"
"Ha sudahlah lagian mana mungkin juga sih kamu punya pacar orang kaya, di dalam mobil ku ada beberapa belanjaan cepat kamu Bawak ke dalam,"
Lasmi mengangguk mengerti saat majikannya memerintah untuk membawakan semua belanjaan yang ada di dalam mobil.
'Astaga hanya karena majikan wanita penculik tadi aku jadi lupa menanyakan siapa nama lengkap keponakan ku itu, Zaira yang aku tau hanya Zairanya saja, tapi sudahlah selama wanita penculik itu tidak lari aku pasti akan menemuinya lagi kemudian menanyakan nama lengkap keponakan ku,' Ucap Aryo yang berbicara sendiri di dalam mobilnya.
Ify memandangi punggung Zhio yang terus menjauh darinya rasa sedih dan sakit terlintas di dalam jiwa ketika melihat sang suami begitu cuek terhadap dirinya.
Zhio mengambil botol air dingin dari dalam lemari es kemudian ia melangkah menuju meja dan duduk di sana sembari membawa botol air dingin itu.
"Tuan, apa tuan Zhio butuh sesuatu?"Tanya Bijum yang tiba-tiba datang.
"Tidak Bijum saya tidak membutuhkan apa-apa,"
__ADS_1
"Oh yasudah kalau tuan Zhio tidak membutuhkan apa-apa, kalau begitu saya permisi dulu yah tuan,"
"Iya Bijum silakan,"
Pagi pun tiba, hari yang sama seperti kemarin Ify retunitasi di pagi hari ini, tapi kali ini Ify pergi ke kantor lebih dahulu agar terhindar dari kemacetan. beragam macam warna ia telah polesan di bibir bahkan wajah.di perkirakan semuanya sudah selesai barulah ia lekas berdiri lalu memperhatikan penampilannya kembali lewat pantulan cermin di depannya.
"Tujuan mu bekerja apa hanya untuk menggoda para pria,"
Sejenak Ify menoleh pada Zhio, ia tidak begitu paham pada pria yang sudah beberapa hari ini yang tak pernah adu bicara dengannya.
"Apa maksud mu Mas?"
"Aku merasa warna di bibir serta wajah mu terlalu mencolok, tapi sudahlah mungkin itu adalah tujuan mu bekerja iya kan?"
Ify mengambil nafas dalam pada akhirnya ia ikut berkomentar Ify sangat yakin make up yang ia pakai tidak terlalu mencolok, tapi saat di bilang bekerja hanya untuk menggoda pria lain Ia tidak begitu suka.
"Aku tegaskan sekali lagi pada mu Mas! bahwa aku tidak bekerja dengan tujuan menggoda pria lain tapi aku bekerja demi mengejar karir agar lebih baik, lagi jika ada pria lain yang menyukai ku aku tidak masalah selagi tidak ada yang perduli ia kan,"
"Kamu berani bicara seperti itu!"Tunjuk Zhio dengan jarak beberapa meter dari Ify.
"Aku akan berangkat ke kantor duluan, aku tidak akan serapan di rumah bahkan nanti aku bisa makan dan minum di luar saja."
__ADS_1
Ify tidak perduli dengan nada bicara yang ia ucapkan pada Zhio namun selagi suami cuek kepada dirinya lalu kenapa ia tidak bisa membalas cuek kepadanya.