
Sensasi hangat seperti terbakar dapat Ify rasakan sekarang sehingga air mata yang tercucur pun tidak tanggung-tanggung.
"Arrg!!!...perih!!!..." Ify menjerit kesakitan hingga ia tidak dapat membuka matanya yang saat ini terpejam lebih dalam.
Pasti ini baru jam setenga 5 apakah Zhio sudah tidur bagaimana?Ify ingin sekali meminta bantuan Zoya atau Anes untuk membantunya saat ini. Tapi sepertinya mereka masih tidur.
Wanita itu terduduk lemah tak berdaya padahal baru 4 bombay yang ia telah kupas belum lagi untuk mengirisnya ah sudahlah mungkin jika di lanjutkan lagi bisa jadi ia akan buta selamanya. Sekarang Ify tak akan pernah perduli lagi dengan ancaman atau hukuman yang akan Zhio berikan, yang saat ini Ify perdulikan adalah matanya.
Ify mencoba berdiri dengan memegang sisi meja di sekitarnya untuk membantunya berdiri, tapi karena tidak melihat tanpa sengaja Ify menjatuhkan beberapa botol minuman,gelas,dan piring.
Prang!!!!
Bunyi nyaring mungkin akan terdengar oleh siapa pun itu, Ify mencoba berjalan lagi tapi sialnya ia malah terpeleset karena ia menginjak entah minyak atau air yang bertumpahan di mana-mana. Makin lama mata Ify semakin sakit. Sumpah serapah telah ia ciptakan untuk bombay dan sih pemilik bombay yaitu Zhio.
"Arrg..tolong!!!hisk hiks"
Zoya dan Anes dapat mendengar bunyi nyaring yang berasal dari dapur sehingga mereka pun keluar dari kamar.
"Siapa pun tolong aku! Apa yang harus aku lakukan!?"
"astaga mbak Ify!!"Teriak Zoya yang melihat Ify yang tersungkur bahkan tangan yang terbalut perban kemarin juga mengeluarkan darah segar. Segera Zoya membantu Ify berdiri.
__ADS_1
Anes pun datang dengan keadaan wajah yang masih terlihat memakai masker."Loh mbak Ify kenapa zoy!"Tanya Anes sama paniknya.
Anes terdiam ketika mendapati begitu banyak bombay yang berserakan terutama pada 2 baskom berukuran besar itu."Apa mbak Ify...?"
"Tolong mata ku, tolong hilangkan perih yang ada ada di mata ku tolong ini sangat sakit! Hiks hiks hiks."
"Apa yang menyuruh mu tuan Zhio mbak?" Tanya Zoya.
Ify mengangguk sembari menggigit bibir bawahnya."Zoy mbak Ify terluka lagi!"
"Nes yaudah buruan kamu ambil kotak p3k kita bersihkan luka mbak Ify sekarang."
Kini Zoya baru sadar dia menjadi syok sampai-sampai ia menutup mulutnya dengan tanganya. "ini kan alkohol-alkohol mahal milik tuan Zhio, oh tidak bagaimana jika tuan tau dia pasti akan sangat marah besar."
"Zoy ini kotak obatnya!"
Zoya memberi kode matanya pada Anes untuk melihat apa yang di lihatnya. Sontak Anes juga terlihat syok dan panik.
"Zoy gimana kalau tuan sampai tau dia pasti akan marah!"
Zoya menggeleng lemah ia jadi menatap penuh rasa kasihan pada Ify wanita malang yang tidak pernah berdosa.
__ADS_1
"Kenapa kalian diam?" Lirih Ify dengan suara lemah.
"Mbak kita bersihkan luka mbak dulu yah"Pinta Zoya, terlihat hanya menurut.
Perlahan Zoya dan Anes membuka perban itu Bahkan Ify baru merasakan sakit ketika perban perlahan di buka sampai saat ini ia sungguh belum tau seberapa panjang lukanya.
"Mbak kok bisa sampai kayak gini?"
"Tuan Zhio yang nyuru aku nes padahal kalian tau aku sangat lemah dengan bombay bahkan aku tidak dapat melihat sampai sekarang. Lihatlah aku nampak seperti orang bodoh kan?"
"Kasihan sekali nasib mu mbak,"
"Apa yang kalian lakukan sepagi ini ha!?Teriak Zhio dengan suara berintone.
Zoya dan pastinya juga Anes merasa was-was dan takut sejak kapan tuanya berdiri di belakangnya.
Zhio wajahnya nampak berapi-api ketika melihat beberapa minuman mahal yang ia beli di prancis jatuh dan pecah di lantai.
"Siapa yang telah berani memecahkan minuman ku ha!?" Terdengar suara Zhio dengan teriakan yang begitu keras serta menyeramnya jika di dengar.
Teriakan zhio begitu berdenging di telinga Zoya,Anes bahkan Ify masih terlihat memejam kan mata. Oh iya Ify baru sadar saat tadi ia tanpa sengaja menjatuhkan sebuah benda apa itu minuman mahal Zhio?
__ADS_1