
Selama beberapa bulan ini baru pertama Ify melihat Zhio sebaik dan peduli ini, lalu apakah kesan Zhio yang kejam dan tidak mempunyai hati itu sudah punah.
Pandangan mata Ify tak pernah lepas memperhatikan Zhio yang tenga fokus pada laptopnya padahal ini sudah jam 1 pagi, ingin membuka suara tapi malu untuk bertanya.
"Apa kau tidak mengantuk ini sudah malam"
"Oh, baik."Ify mengambil bantal lalu kemudian ia meletakan bantal itu di sofa.
"Kenapa tidur di sofa, apa ranjang besar ini tidak cukup untuk mu!"
"Apa!!"Sungguh heran kali ini Ify benar-benar tidak mengerti Zhio, kenapa tiba-tiba Zhio menyuruhnya untuk tidur di ranjang itu, sementara ia masih rebahan di atas sana.
"Tidak perlu, terimakasih aku akan tidur di atas sofa saja."Ify menolak perintah Zhio dengan kalimat yang lembut.
"Baiklah silakan tidur di sofa, namun jika kau sudah tertidur maka aku akan mengendong mu untuk tidur di atas ranjang."
Ify membulatkan kedua mata, dan ia pun mulai membicarakan unek-uneknya kepada Zhio.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih, kok tiba-tiba jadi baik gini, bukan kah kamu selalu jahat sama aku , tapi sekarang. Tingkah mu sangat aneh Zhiio. Atau ada sesuatu lain yang ingin kau rencanakan?"
Zhio berhentih dengan laptopnya dan mulai menutup laptop itu perlahan. Zhio mencoba bicara dengan nada tenang.
"Yah, aku memang membenci mu karena kamu sudah membuat wanita yang aku cintai tiada, tapi bukan kah tidak ada terlambat memperbaiki semuanya, mulai sekarang aku akan belajar mencintai mu dan memperlakukan mu seperti layaknya seorang istri."
Deg..
Ify merasa jantungnya berdebar kencang ketika menengar kata-kata bijak yang keluar secara tak langsung dari mulut Zhio.
"Kenapa jadi diam, tidurlah di samping ku tenang aku tidak akan berbuat macam-macam pada mu yah meskipun aku sempat melihat vidio mu tanpa busana."
"Lihat lah wajah mu, merah seperti tomat rebus"
"Zhiii cukupp aku harap kau segera menghapus vidio itu.."
"Jangan khawatir aku sudah menghapusnya jadi kau tenang saja. Aku ngantuk aku akan tidur lebih dulu,"
__ADS_1
Zhio merebahkan rubuhnya dan mulai memejamkan mata. Namun sesekali ia membuka mata untuk memberi himbauan agar Ify lekas tidur di sampingnya sebelum ia memindahkan Ify ke atas ranjang.
setelah di pastikan Zhio sudah tertidur lelap Ify dengan hati-hati mendudukan bokongnya di pinggiran ranjang. Ia sangat yakin jika Zhio sudah pindah ke alam mimpi, jadi ia memberanikan diri untuk tidur dengan posisi memunggungi Zhio.
Zhio melirik Ify di balik ekor matanya, kemudian ia menarik kedua sudut bibirnya lalu memejamkan mata kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam kamar Dewi memandangi sebuah lembaran foto 3x4 yang di dalamnya terdapat foto bayi cantik yang usianya perkiraan 2 tahunan, namun sayangnya bayi mungil itu telah menghilang tak tau keberadaannya ada di mana.
"Kamu di mana Nay, mama kangen sama kamu" Ucap Dewi dengan sedih.
Rio perlahan membuka pintu kamar mamanya dan dengan cepat menyadari jika mamanya masih teringat dengan Nayna adik kandungnya.
"Mama inget Nay lagi yah?"
"Iya, Yo mama gak bisa lupain adik kamu, mama sangat yakin adik kamu masih hidup"
__ADS_1
Dulu usia Rio 5 tahun dan Nayna 2 tahun, masa-masa terindah saat Rio bermain bersama Nayna adiknya. Tapi hanya karena dua pelayan yang bekerja di rumah Dewi Nayna pun di kabarkan hilang bersama hilangnya mereka berdua. Dewi sangat yakin mereka lah biang dari hilangnya Nayna.